KUMPULAN ABSTRAK | CONTOH JUDUL PENELITIAN TENTANG SUSU

PERANCANGAN SISTEM PASTEURISASI SUSU MENGGUNAKAN HEAT PUMP

MILK PASTEURIZATION SYSTEM DESIGN USING HEAT PUMP

Created by :
NUGROHO, MOKO ( )

Subject: Perpindahan panas
Alt. Subject : Heat Exchangers
Keyword: Pasteurisasi
Refrigerasi
Heat Exchanger
Kondensor
Evaporator

[ Description ]

Sistem Pasteurisasi susu merupakan proses pemanasan susu hingga suhu 630C selama 30 menit atau 720C selama 15 detik dan pendinginan hingga suhu 40C. Pemanasan dalam rangka membunuh bakteri patogen dalam susu, kemudian langsung didinginkan agar bakteri tidak tumbuh kembali. Panas dan dingin dalam proses pasteurisai susu dapat dipenuhi dengan pemanfaatan sistem refrigerasi dan heat exchanger. Panas yang dihasilkan dalam kondensor untuk memanaskan susu dan dinginnya dipenuhi oleh evaporator. Heat exchanger digunakan sebagai pemanas awal dari susu yang bersuhu 70C sehingga kerja kompressor tidak terlalu tinggi untuk menaikkan suhu susu. Dengan spesifikasi heat exchanger, kondensor, evaporator, kompressor dan refrigeran yang telah dirancang, kalor yang diperlukan untuk mencapai suhu secara berturut-turut Evaporator, Kondensor, Heat exchanger1, Heat Exchanger 2, masing-masing sebesar 39994,92 J/s, 40927,22 J/s, 339645,1 J/s, 18294,76 J/s.

Alt. Description

Milk pasteurization system is a milk heating process at 630C for 30 minutes or at 720C for 15 seconds and cooling process to 40C. The heating process is used to vanish patogen bactery in milk, then the cooling process to prevent the regrowth of bactery. Heat and cold in pasteurization process are supplied by refrigeration and heat exchanger system. The result hot of condenser is applied for milk heating and the cold is obtained from evaporator. Heat exchanger is applied for milk preheater from initial temperature 70C to minimize the energy needed by compressor. The calor needed by spesification of Evaporator, Condenser, Heat exchanger 1, Heat Exchanger 2, 39994,92 J/s, 40927,22 J/s, 339645,1 J/s, 18294,76 J/s.

***********************************************************

PEMODELAN MATEMATIKA PADA PENGAWETAN SUSU SAPI CAIR MELALUI PEMANASAN MENGGUNAKAN PEMANAS MICROWAVE

MATHEMATICAL MODELING ON PRESERVATION OF COW’S LIQUID MILK THROUGH HEATING BY USING MICROWAVE

Created by :
FARHADI ( )

Subject: Model matematika
Alt. Subject : Mathematical models
Keyword: Microwave
Metode Volume Hingga
Diskritisasi QUICK

[ Description ]

Susu sapi cair merupakan salah satu sumber gizi keluarga. Oleh karena itu susu sapi cair banyak dikonsumsi oleh masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi. Susu sapi cair juga mudah terkontaminasi oleh bakteri, bahkan sejak susu sapi cair tersebut diperah bakterinya sudah masuk di dalamnya. Hal ini yang mengakibatkan kerusakan pada susu sapi cair tersebut. Untuk itu bakteri tersebut perlu dikurangi atau dimusnahkan dalam rangka pengawetan susu sapi cair. Salah satu bentuk pengawetan susu cair adalah melalui pemenasan yang kontinu pada suhu tertentu. Untuk itu perlu kajian yang sesuai tentang masalah ini. Melalui penelitian ini akan dikaji/dianalisa tentang pemenasan susu sapi cair yang dipanaskan dengan menggunakan pemanas microwave. Kajian pemanasan ini diturunkan melalui model matematika yang dikembangkan dari persamaan perpindahan panas, kemudian penyelesaian model matematika tersebut dengan menggunakan Metode Volume Hingga dengan teknik diskritisasi Quadratic Upwind Interpolation Confektive Kinematics (QUICK), serta diselesaikan dengan program matlab 7. Hasil penelitian secara numerik menunjukkan bahawa, proses pemanasan tersebut sangat dipengaruhi oleh kecepatan aliran, besar sumber panas, panjang jarijari (volume), serta waktu. Penambahan kecepatan 0.000001m/det menyebabkan pertambahan panas sebesar 0.480K, penambahan besar sumber panas dari 1500 W menjadi 2000 W, mengakibatkan kenaikan suhu sebesar18.560K, penambahan panjang jari-jari dari 0.085 m menjadi 0.1 m mengakibatkan penurunan suhu sebesar 8.350K, sedangkan penambahan waktu pemanasan 2 menit mengakibatkan penambahan panas sebesar 6.80K.

Alt. Description

The cow’s liquid milk is one of family nutrient resources, so that much cow’s liquid milk is consumed by people in the need of nutrient. It is easily contaminated by bacteria, even since it has been squeezed, the bacteria has got in it. It causes the destruction of cow’s liquid milk. So, this bacteria needs to be decreased or annihilated for the preservation of cow’s liquid milk. One form of milks’ preservations is the continuous heat in the certain temperature. Therefore, it is considered that there must be a research to be conducted based on this problem. From the research, it will be analyzed the heat of cow’s liquid milk which is heated by using microwave. This analysis of heating is derived through the mathematical modeling which is developed from the Heat Transfer. This method using Finite Volume Method (FVM) and it is further solved numerically using the same method, i.e. Quadratic Upwind Interpolation Connective Kinematics (QUICK) Method and it is solved by Matlab 7 Program. The result of this research in numeric shows that, the warm-up process hardly influenced by stream speed, big source of temperature, tube radius length (volume). Addition of velocities of 0.000001m/det causes hot increase from 0.480K, big addition source of temperature out of 1500 W becomes 2000 W, results increase of temperature equal to 18.560K, addition of radius footage out of 0.085 m becomes 0.1 m to result degradation of temperature equal to 8.350K, while addition of heating time 2 minute results hot addition equal to 6.80K.

******************************************************

ANALISIS STATISTIK TENTANG TINGKAT KEEKONOMISAN DAN KADAR GIZI DARI BEBERAPA MEREK BUBUR SUSU INSTAN ( STUDI KASUS PERTAMBAHAN BERAT BADAN BAYI BERDASARKAN BUBUR SUSU INSTAN EKONOMIS )

STATISTICAL ANALYSIS ABOUT ECONOMIC LEVEL AND NUTRITION RATE FROM SOME BRAND OF MILK INSTANT MUSH (CASE STUDY INCREASING OF BABY BODY WEIGHT BASED ON ECONOMIC MILK INSTAN MUSH)

Created by :
Anggraeni, Any ( )

Subject: Principal Components Analysis
Alt. Subject : Statistik
Keyword: Gizi
AKG
Berat Badan
Ekonomis
MDS

[ Description ]

Masa pertumbuhan gizi bayi merupakan fase awal yang sangat menentukan, kelebihan ataupun kekurangan akan suatu unsur dalam pemberian makanan akan berakibat fatal di kemudian hari. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokan merek bubur susu instan berdasarkan kandungan komposisi gizinya dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada kategori berat badan per umur. Selain itu dilakukan juga pengelompokan terhadap komposisi gizi tiap merek bubur susu instan dengan harga jual di pasaran. Metode pengelompokan yang digunakan adalah Multidimensional Scalling (MDS). Pada penelitian ini juga dilakukan percobaan memberikan treatment kepada 10 bayi selama 1 minggu, kemudian dilakukan pengukuran hasil pertambahan berat badan bayi. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah didapatkan pengelompokkan bubur susu instan merek SUN8, Promina8, Nestle Sereal8 dengan AKG Obesitas, sehingga bubur merek tersebut memiliki kadar kandungan komposisi gizi yang tepat untuk dikonsumsi oleh bayi yang mengalami obesitas. Didapatkan 4 kelompok dari pengelompokan bubur susu instan berdasarkan kadar gizi dan keekonomisannya. Sedangkan untuk hasil percobaan dari lima merek bubur susu instan (SUN6, Nes6, Prom6, SGML6, SGMT8) didapatkan hasil yang signifikan sehingga pemberian bubur susu instan tersebut memberikan hasil pertambahan berat badan yang berbeda secara signifikan.

Alt. Description

A period of baby nutrition growth represent of the early phase very determining, excess or insuffiency element in food given will cause fatal effect on day. At this research conducted clustering of milk instant mush brand based on content of nutrition composition with the Recomended Dietary Allowances (RDA) at body weight category for each age. The others conducted clustering nutrition composition for every brand of milk instant mush at the selling price in market. Clustering method used is Multidimensional Scalling (MDS). At this research also conducted attempt give the treatment to 10 baby during 1 week, then conducted measurement result increase baby body weight. Result got at this research is clustering of milk instant mush brand SUN8, Promina8, Nestle sereal8 by Obesity AKG, so that brand mush own the obstetrical rate of correct nutrition composition to be consumed by obesity baby. Got 4 cluster from clustering of milk instant mush based on nutrition rate and the economic level. While the result of attempt from five milk instant mush brand (SUN6, Nes6, Prom6, SGML6, SGMT8) got a significant result so that give of milk instant mush is different by significant increasing baby body weight.

Contributor :

1. Dra. DESTRI SUSILANINGRUM,M.Si

****************************************************************

PENGARUH PENAMBAHAN SUMBER KARBON GLUKOSA, DEKSTROSA DAN AMILOSA TERHADAP KUALITAS SOYGURT

THE EFFECT OF GLUCOSE, DEXTROSE AND AMYLOSE CARBON SOURCES ON SOYGHURT QUALITY

Created by :
KRISTININGSIH, NOVITA ( )

Subject: Susu kedelai
Alt. Subject : Soymilk
Fermented soymilk
Keyword: soygurt
glukosa
dekstrosa
amilosa

[ Description ]

Soygurt dihasilkan dari hasil fermentasi susu kedelai dengan menggunakan Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus selama 20 jam. Pengaruh penambahan glukosa, dekstrosa dan amilosa terhadap kualitas soygurt telah diketahui. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu: 1) Pembuatan susu kedelai, 2) Pembuatan soygurt, dan 3) Analisa kimia. Analisa yang dilakukan meliputi analisa protein dengan metode kjeldahl, analisa lemak dengan metode ekstraksi, kadar air dan total padatan dengan metode AOAC, asam laktat dengan metode titrasi asam – basa, dan pengukuran pH menggunakan pHmeter. Pada penelitian ini dilakukan penambahan variasi glukosa, dekstrosa dan amilosa sebesar 7% untuk pembuatan soygurt. Susu kedelai yang digunakan untuk pembuatan soygurt telah memenuhi syarat SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soygurt yang paling baik adalah soygurt dengan penambahan glukosa, dimana mempunyai kadar protein sebesar 19,68%, kadar lemak sebesar 2,9%, kandungan asam laktat sebesar 0,7%, total padatan 16,18% dan pH 4,52. Soygurt dengan penambahan glukosa, dekstrosa dan glukosa+ dekstrosa telah memenuhi SNI sebagaimana produk yogurt sedangkan soygurt dengan penambahan amilosa, amilosa+glukosa, dan dekstrosa+amilosa tidak memenuhi SNI.

Alt. Description

Soyghurt is produced from soymilk fermented with Streptococcus thermophillus and Lactobacillus bulgaricus during 20 hours. The effect of glucose, dextrose and amylase addition to the quality of soyghurt has been known. This research has conducted in three phases, which are : 1) Soymilk production, 2) Soyghurt production, and 3) Chemical analysis. The analysis includes protein analysis with kjeldahl method, fat analysis with extraction method, rate of H2O and total solid with AOAC method, lactic acid with acid – base titration and pH measurement using pHmeter. In this research was done variation addition 7% of glucose, dextrose and amylose for soyghurt production. Soymilk that was used for soyghurt production has qualified the SNI. Research results has indicated that the best soyghurt is soyghurt with glucose addition, with 19,68% protein, 2,9% fat, 0,7% lactic acid, 16,18% total solid and pH 4,52. Soyghurt with the addition of glucose, dextrose and glucose plus dextrose have qualify SNI as well as yoghurt production while soyghurt with the addition of amylose, amylose plus glucose, and dextrose plus amylose have not qualify with SNI.

******************************************************

APLIKASI RADIASI GELOMBANG ULTRAVIOLET UNTUK PROSES DISINFEKSI TOTAL BAKTERI PADA SUSU SAPI SEGAR

THE APPLICATION OF ULTRAVIOLET WAVE FOR TOTAL BACTERY DISINFECTION PROCESS TO FRESH MILK

Created by :
PRATAMA, DETAK YAN ( )

Subject: Radiasi
Keyword: disinfeksi
radiasi

ultraviolet

[ Description ]

Proses disinfeksi bakteri pada susu sapi segar yang paling populer sampai saat ini adalah melalui metode pasteurisasi. Tetapi seiring perkembangan teknologi, maka alternatif cara yang dapat digunakan untuk proses disinfeksi juga semakin banyak. Pada tugas akhir ini, telah diteliti alternatif cara tersebut, yaitu dengan proses radiasi. Sumber gelombang yang digunakan adalah lampu ultraviolet tipe C model G15T8 merek Philips dengan daya 15 watt. Panjang gelombang yang dihasilkan adalah 100-280 nm. Radiasi dilakukan dengan variasi jarak dan waktu. Jarak radiasi sumber cahaya dengan dasar reaktor adalah 5 cm, 10 cm, dan 15 cm dengan variasi waktu 5, 10, 15, 20, 25, 30, dan 45 menit pada masing-masing jarak. Setelah dilakukan proses disinfeksi dapat diketahui bahwa semakin dekat jarak radiasi, maka semakin kecil pula waktu yang dibutuhkan. Waktu yang paling efektif adalah 10 menit dengan flux density 0.11663 Watt/cm2. Pada variasi ini telah dihasilkan jumlah bakteri yang telah memenuhi salah satu standar susu sapi segar dalam SNI 01-3141-1998 yang menyatakan bahwa jumlah total bakteri maksimum yang diperbolehkan pada susu sapi segar adalah 106 CFU/ml.

Alt. Description

The most popular method for bactery disinfection to fresh milk is pasteurisation. Since the technology is grow well, there are many new methode that can use to get the disinfection process. This task has been tried to make disinfection using wave radiation. The light source is philips ultraviolet lamp C G15T8 model 15 watt. The radiation is done on distance and time variation. The distance variation from light source to reactor are 5 cm, 10 cm, and 15 cm with time variation are 5, 10, 15, 20, 25, 30, and 45 minutes in each distance. After process, we can get the fact that if the distance is closer, so the time is needed. The effective time of disinfection is 10 minutes and flux density are 0.11663 watts/cm2. The total bactery that produce in this variation has fulfil the one of fresh milk standard in SNI 01-3141- 1998. According to this standard, the maximum total bactery that permits are 106 CFU/ml.

Contributor :

1. Ir. Heru Setijono, M.Sc
Ir. Suprianto, M.Sc

************************************************

ANALISIS REGRESI LOGISTIK TERHADAP FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN PRODUK SUSU MILKU PT. SUSU SEHAT ALAMI JEMBER

LOGISTIC REGRESSION ANALYSIS OF CONSUMEN LOYALITY INFLUENCE FACTORS OF MILKU PRODUCTS PT. SUSU SEHAT ALAMI JEMBER

Created by :
ZUCHRUF MIFTA AZIIZ MUTTAQIN ( )

Subject: Analisis regresi
Alt. Subject : Regression planning
Keyword: Loyalitas
Regresi logistik

[ Description ]

Loyalitas merek adalah ukuran keterkaitan pelanggan terhadap suatu merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain untuk produk yang sama, terutama jika pada merek tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga maupun atribut lain. Loyalitas diukur melalui indikator customer value, switching barrier, customer characteristic, customer satisfaction dan yang terakhir competitive environment. Setiap dimensi diukur dengan beberapa atribut. Pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling yang didasarkan dari konsumen yang telah mengkonsumsi segala macam bentuk dan macam produk MILKU sehingga didapatkan sebanyak 138 kuisioner. Berdasarkan analisis Regresi Logistik diketahui faktor yang memberi kontribusi terhadap loyalitas adalah variabel Customer Characteristics dengan Model Regresi Logistik

Alt. Description

Brand loyality is one of consumer’s relation measurement of branding. This measurement can draw from the consumer’s possibility return to other brand for the same products, most of all if there were brand changing about cost or other attributes. Loyality can be measure into customer value, swtching barrier, customer characteristics, customer satisfaction and competitive environment. All dimrnsions can be drawn by some attributes. This research use Simple Random Sampling technique based on consumers which consume all the variants of MILKU until collect 138 questionnaires. Based on Logistic regression factors which has contribution for loyality are Customer Characteristics variable. The regression logistic model

Contributor :

1. Ir. Mutiah Salamah, M.Kes

****************************************************************

PENGARUH KONSENTRASI KARAGINAN TERHADAP KUALITAS YOGHURT, SOYGHURT, DAN PEAGHURT DENGAN MENGGUNAKAN KULTUR BAKTERI LACTOBACILLUS BULGARICUS DAN STREPTOCOCCUS THERMOPHILLUS

Created by :
Yuanita, Dina ( )

Subject: Kultur Bakteri
Alt. Subject : YOGHURT
Keyword: kualitas
yoghurt
soyghurt
peaghurt
L. bulgaricus
S. thermophillus

[ Description ]

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karaginan dengan konsentrasi tertentu terhadap kualitas yoghurt, soyghurt dan peaghurt melalui analisa-analisa yaitu pH, kadar protein, kadar lemak, total asam serta uji organoleptik. Prosedur penelitian meliputi tahap pembuatan bahan baku, tahap pembuatan starter, tahap pembuatan produk dan analisa produk. Pada tahap pembuatan susu kedelai dan susu kacang tanah meliputi sortasi kedelai atau kacang tanah, penimbangan, perendaman dalam NaHCO3 0,5%, penirisan dan pencucian ulang, blanching pada 1000C selama 10 menit, penggilingan dengan blender sambil ditambahkan air panas kemudian disaring sehingga diperoleh susu kacang tanah atau kedelai, filtrat yang diperoleh ditambah Na2HPO4 sebanyak 1,2% kemudian dipasteurisasi. Tahap pembuatan starter meliputi inokulasi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophillus dari MRS agar pada masing-masing media MRS broth steril dalam erlenmeyer, inkubasi pada suhu 370C, inokulasi masing-masing bakteri dengan perbandingan konsentrasi 1:1 pada media susu dalam erlenmeyer steril. Inkubasi media kultur pada suhu 430C pada shaker hingga kerapatan bakteri asam laktat mencapai 107/ml. Tahap pembuatan yoghurt meliputi penambahan susu skim 5%, gula pasir 5%, karaginan 0,4%; 0,5%; 0,6% pada susu, pemanasan selama 15 menit, pendinginan pada suhu 430C dan penambahan starter 5%. Inkubasi dilakukan pada suhu 430C selama 4 jam pada inkubator. Perlakuan yang menghasilkan produk terbaik adalah perlakuan pada soyghurt dengan karaginan 0,6%. Dengan karekteristik kadar protein sebesar 4,05 %, kadar lemak sebesar 0,8 %, total asam 1,8 % ,kadar abu 0,96 % dan lama kestabilan 32 hari.

Alt. Description

The aim of this research is to observe the effect of various carrageenan cocentration on quality of yoghurt, soyghurt and peaghurt. The research is conducted 4 steps, i’e: 1). Soy and peamilk production, 2). Starter production 3).yoghurt, soyghurt and peaghurt production, 4). Chemical ( protein, fat, ash, and total acid content), stability and organoleptic analysis. Data obtained are treated by analysis of variance and followed by Wilcoxon test (especially for organoleptic test). Making soymilk and peamilk are contain soaking in NaHCO3 0,5% for 8 hours, draining and rewashing, blanching at 100 C for 10 minutes, blending with adding hot water (1:6), filtration, adding Na2HPO4 1,2% to soy(pea)milk. Making starter are contain inoculating L. bulgaricus dan S. thermophillus to sterilized MRS-Broth, incubating in incubator shaker at 370C 125 rpm, inoculating L. bulgaricus dan S. thermophillus (1:1) in milk, , incubating in incubator shaker at 430C 125 rpm until the amount of bacteria 107/ml. Making yoghurt are contain adding 5% skim milk powder, sugar cane, and 0,4; 0,5; 0,6% carrageenan. Then heating for 15 minutes, cooling at 430C, adding 5% starter, incubating in incubator shaker at 430C 125 rpm for 4 hours. Finally, place in refrigerator at 50 Reseach result indicate treatment that producing the best product are treatment at soyghurt with 0,6% carrageenan. Characteristic product i.e : 0,405 protein content, 0,8 % fatty content, 1,8 % total acid, 0,96% ash content and stability 32 days.

Contributor :

1. Ir. NUNIEK HENDIANIE

****************************************************************

PERBANDINGAN MODEL REGRESI LINIER KLASIK DAN TOBIT BIVARIAT STUDI KASUS PADA PENGELUARAN RUMAH TANGGA UNTUK KONSUMSI DAGING DAN SUSU

THE COMPARISON BETWEEN BIVARIATE CLASSICAL LINEAR AND TOBIT REGRESSION ANALYSIS Case Study on Household Expenditure for Meat and Milk Consumption

Created by :
PURNOMO, TRI CAHYO ( )

Subject: Analisis regresi
Keyword: Censored data
Regresi Tobit Bivariat
Konsumsi Daging dan Susu

[ Description ]

Dalam penggunaan metode analisis regresi untuk penelitian bidang sosial dan ekonomi, banyak ditemui struktur data dimana variabel responnya mempunyai nilai nol untuk sebagian observasi, sedangkan untuk sebagian observasi lainnya mempunyai nilai tertentu yang bervariasi. Struktur data seperti ini dinamakan data tersensor (censored data). Pada penelitian ini dibahas tentang konsep model regresi yang menggunakan data tersensor yaitu regresi tobit bivariat serta perbandingan dengan regresi linier klasik bivariat diterapkan pada data riel. Penerapan dilakukan untuk melihat faktor-faktor dalam rumah tangga yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi daging dan susu dengan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2006 Propinsi Jambi. Pada penerapan dibandingkan hasil regresi linier klasik bivariat dengan hasil regresi tobit bivariat. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa regresi tobit bivariat lebih baik dari pada regresi linier klasik bivariat bila diterapkan pada data tersensor. Hal ini dapat dilihat dari nilai R2 regresi tobit bivariat yang lebih besar dari nilai R2 regresi linier klasik bivariat.

Alt. Description

In usage of regression analysis method on social-economics research, met by many data structure where the respons variable have zero value on some observations while some other observations have certain value. This kind of data structure named censored data. This research studied about concept of regression analysis method using censored data named bivariate tobit regression and also compare the result with bivariate linear classical regression applied on real data. The applying conducted to see the factors that influencing household expenditure for meat and milk consumption by using Statistics Indonesia s data result of 2006 National Socio-economic Survey (Susenas 2006) at Jambi Province. The result of bivariate linear classical regression compare with the result of bivariate tobit regression model. Using censored data, result of the comparison indicate that bivariate tobit regression is better than bivariate linear classical regression. This can be seen from R2 value of bivariate tobit regression that s higher than R2 of bivariate linear classical regression.

Contributor :

1. Dr. Dra. Ismaini Zain, M.Si.
Erni Tri Astuti, S.Si, M.Math.

****************************************************************

SIMULASI PERENCANAAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SENTRA USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH RAKYAT

Productivity Improvement Planning Simulation in Dairy Farm Business Central

Created by :
WEDOWATI, ENDANG RETNO ( )

Keyword: Sentra Produksi Susu
Produktivitas
Simulasi

[ Description ]

Peningkatan daya saing suatu perusahaan dapat dilakukan dengan meningkatkan tingkat produktivitasnya. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui tahapan yang disebut dengan siklus produktivitas, yang meliputi 4 (empat) tahap yaitu : pengukuran produktivitas, evaluasi produktivitas, perencanaan produktivitas dan peningkatan produktivitas. Data dikumpulkan berdasarkan data historis pada 4 (empat) sentra usaha peternakan sapi perah rakyat, yaitu KUD Dau, KUD Karangploso, Koperasi “SAE” Pujon, dan KUD “Sumber Makmur” Ngantang. Periode data historis yang diambil selama 36 bulan, yaitu mulai bulan Januari 1999 sampai dengan bulan Desember 2001. Model pengukuran tingkat produktivitas dan evaluasi produktivitas yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat produktivitas sentra adalah kualitas susu dan tingkat produktivitas ternak. Alternatif program perencanaan peningkatan produktivitas dilakukan dengan mengembangkan suatu model yang akan mewakili sistem sentra usaha peternakan sapi perah rakyat. Alternatif perencanaan peningkatan produktivitas meliputi : Skenario I (peningkatan volume pakan), Skenario II (peningkatan populasi ternak), Skenario III (peningkatan standar harga jual susu), Skenario IV (peningkatan biaya keswan dan biaya penanganan susu), Skenario Gabungan, dan Skenario Batasan Subsidi. Penerapan skenario gabungan pada KUD Dau akan dapat meningkatkan produktivitas sentra sebesar 77.55% dari kondisi normal, yaitu dari tingkat produktivitas sebesar 0.98 menjadi 1.74. KUD Karangploso dapat meningkatkan produktivitas sentra sebesar 58.33% dari kondisi normal, yaitu dari tingkat produktivitas 1.68 menjadi 2.66. Koperasi “SAE” Pujon dapat meningkatkan produktivitas sentra sebesar 167.50% dari kondisi normal, yaitu dari 1.20 menjadi 3.21. Sedangkan KUD “Sumber Makmur” Ngantang dapat meningkatkan produktivitas sentra sebesar 56.05% dari kondisi normal, yaitu dari tingkat produktivitas 1.57 menjadi 2.45.

Alt. Description

The company can be survived in industry by improve productivity. To improve productivity in a true sense of the term, four formal phases must be recognized: productivity measurement, productivity evaluation, productivity planning and productivity improvement. These four phases form a continuous productivity process – the productivity cycle. The data that have collected are historical data in 4 (four) dairy farm bussiness central : KUD Dau, KUD Karangploso, Koperasi “SAE” Pujon and KUD “Sumber Makmur” Ngantang. The historical data period had taken for 36 months from January 1999 until December 2001. Productivity measurement model and productivity evaluation show that milk quality and cattle productivity influence the central productivity level. The alternative program for productivity improvement planning can be done by development a model that is representation the real system. The alternatives productivity improvement planning are Scenario I (feed volume increasing), Scenario II (cattle population increasing), Scenario III (milk selling price standard increasing), Scenario IV (cattle healthy cost and milk handling cost increasing), Combined Scenario, and Subsidy Limited Scenario. Implementation of combined scenario at KUD Dau can improve central productivity about 77.55 % from normal condition (from productivity level 0.98 become 1.74). KUD Karangploso can improve central productivity about 58.33% from normal condition (from productivity level 1.68 become 2.66). Koperasi “SAE” Pujon can improve central productivity about 167.50% from normal condition (from productivity level 1.20 become 3.21). And KUD “Sumber Makmur” Ngantang can improve central productivity about 56.05% from normal condition (from productivity level 1.57 become 2.45).

Contributor :

1. Dr. Ir. Moses L. Singgih, M.Sc., M.Reg.Sc.
Ir. Sri Gunani Partiwi, MT

****************************************************************

ANALISA KEGAGALAN PADA PROSES PRODUKSI SUSU CAIR INDOMILK (SCI) DENGAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) DAN GREY FMEA

FAILURE ANALYSIS IN PRODUCTION PROCESS OF SUSU CAIR INDOMILK (SCI) USING ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) AND GREY FMEA

Created by :
Novina, Lani ( )

Subject: Produksi
Pengawasan
Keyword: FMEA
grey theory and RCA

[ Description ]

Kualitas produk yang bagus merupakan kunci sukses keberhasilan perusahaan untuk survive di bidangnya dan mendapatkan customer yang banyak. Customer akan loyal terhadap suatu produk jika produk tersebut memiliki kualitas yang bagus dan jauh dari cacat. Hal ini mendorong setiap perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain sejenis karena terdapat banyak perusahaan sejenis yang bergerak di bidang yang sama. PT.INDOMILK adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri pengolahan susu. Di industri ini terdapat banyak perusahaan yang bergerak di bidang yang sama sehingga PT.INDOMILK perlu untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengurangi jumlah cacat selama proses produksi yang diamati dimana karenanya perusahaan mengalami kerugian sebesar empat ratus juta rupiah di tahun 2006. Oleh karena itu untuk mengurangi jumlah cacat tersebut maka perlu diketahui terlebih dahulu penyebab-penyebab cacat ini. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Root Cause Analysis (RCA), Grey Theory dan Failure Modes and Effects analysis (FMEA). Dengan metode-metode ini dapat diketahui penyebab kegagalan dan prioritas perbaikan yang tidak bias dimana grey theory memampukan FMEA untuk menangkap informasi prioritas perbaikan yang lebih baik dan tidak bias dan dapat diambil tindakan untuk mengatasi cacat-cacat yang terjadi.

Alt. Description

The good product quality is a key success for companies to be survive in their fields and get a great number of customers. Customers will be loyal on a product if that product has a good quality and far away from defect. This thing will push every company to compete with others in the same field because there are many companies operating in the same field. PT.INDOMILK is a company operating in milk manufacture industry. In this industry there are many companies operating in the same field so that PT.INDOMILK needs to increase the product quality by decreasing the number of defect during the observed production process where because of it the company had suffered four hundred millions on 2006. Therefore, to decrease the number of these defect it needs to know first the causes of this defect. This research is performed by using Root Cause Analysis (RCA), Grey Theory and Failure Modes and Effects analysis (FMEA). Through these methods it can be identified the failure causes and unbiassed improvement priority where grey theory enables FMEA to catch a better and unbiased information of improvement priority so that the recommendation actions can be taken to overcome these defects.

Contributor :

1. Prof. Dr. Ir. Suparno, MSIE

****************************************************************

OPTIMASI PEMBUATAN KEJU COTTAGE TERHADAP SUHU FERMENTASI STARTER GABUNGAN LACTOBACILLUS BULGARICUS DAN STREPTOCOCCUS THERMOPHILLUS DAN ENZIM BROMELIN

THE OPTIMATION OF COTTAGE CHEESE PRODUCTION FOR FERMENTATION TEMPERATURE OF MIXING STARTER Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophillus AND FOR BROMELAIN ENZYME

Created by :
PURISMA, IRMA ( )

Subject: Fermentasi
Alt. Subject : Cheese
Keyword: enzim bromelin
suhu fermentasi
skim
keju cottage

[ Description ]

Keju cottage merupakan salah satu jenis keju yang diproses tanpa pematangan. Pada umumnya keju ini dibuat dari susu dengan menggunakan kultur bakteri asam laktat dan enzim rennet sebagai koagulannya. Pada penelitian ini, keju cottage dibuat dari susu skim dan kultur bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus serta enzim bromelin yang digunakan sebagai koagulannya. Kondisi optimum pembuatan keju cottage ini diperoleh dengan melakukan berbagai variasi suhu fermentasi dan konsentrasi enzim bromelin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk pembuatan keju cottage adalah pada suhu fermentasi 40ºC dan penambahan konsentrasi enzim bromelin 700 ppm. Keju yang diperoleh telah memenuhi standar

Alt. Description

Cottage cheese is a kind of cheese that is processed without maturation. Generally, this cheese is made from milk using both of the culture of acid lactic bacteria and rennet enzyme for the coagulant. In this research, cottage cheese is made from both of skim milk and culture of acid lactic bacteria, such as, Lactobacillis bulgaricus and Sterptococcus thermophillus, and also bromelain enzyme that is used for the coagulant. The optimum condition of cottage cheese production by use to any variants of fermentation temperature and bromelain enzyme concentration. The resultof this research shows that the optimum condition of cottage cheese production is on 40ºC of fermentation temperature and 700 ppm of bromelain enzyme concentration. This cheese comply with standard of cottage cheese.

Contributor :

1. Drs. REFDINAL NAWFA, MSi

****************************************************************

PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN GELATIN DAN LAMA PENYIMPANAN DALAM REFRIGERATOR TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR LEMAK PADA YOGURT SET

Created by :
Syaifudin, Ahmad ( )

Subject: Multivariate analysis
Alt. Subject : Multivariate analysis
Keyword: Yogurt
Rancangan Split Plot
susu fermentasi
Streptococcus thermophillus
Lactobacillus bulgaricus

[ Description ]

Yogurt adalah salah satu produk susu fermentasi dengan Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus menghasilkan asam amino, asam formiat dan asam laktat. Yogurt set merupakan jenis yogurt dengan struktur seperti gel yang proses fermentasi dan pendinginan dilakukan dalam kemasan. Peningkatan mutu yogurt set terus dikembangkan untuk mendapatkan yogurt set yang bermutu baik dan disukai konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat penambahan gelatin dan lama penyimpanan terhadap mutu yogurt set ditinjau dari kadar protein dan kadar lemak, serta mengetahui kondisi optimum kadar protein dan kadar lemak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Split Plot dengan pengulangan sebanyak 3. Sebagai plot induk adalah tingkat penambahan gelatin dengan empat level yaitu: 0%; 0,3%; 0,6% dan 0,9%. Sebagai split plot adalah lama penyimpanan dengan empat level yaitu: 0 hari, 7 hari, 14 hari dan 21 hari. Untuk mengetahui pengaruh faktor terhadap mutu yogurt set digunakan Manova, sedangkan untuk optimasi mutu yogurt set digunakan Metode Permukaan Respon dengan metode dual respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gelatin dan lama penyimpanan mempengaruhi mutu yogurt set. Tetapi interaksi antara penambahan gelatin dan lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap mutu yogurt set. Berdasarkan optimasi dengan metode permukaan respon diperoleh kodisi optimum kadar protein 5,1655% dan kadar lemak 3,3501%. kondisi optimum tersebut diperoleh pada penambahan gelatin 0,6% dan lama penyimpanan selama 17 hari.

Contributor :

1. Dr. PURHADI, M.Sc.

****************************************************************

PERENCANAAN PENINGKATAN KUALITAS SUSU PASTEURISASI BERDASARKAN HACCP DAN DEMING PRIZE (DI KUD DAU, MALANG)

Planning of Quality Pasteurization Milk Improvement Based on HACCP and Denting Prize (KUD Dau, Malang)

Created by :
BUDIATI, TITIK ( )

Subject: Pengawasan kualitas
Keyword: Milk
Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)
Deming Prize
Zero One Integer Programming
SWOT analysis
Analytical Hierarchy Process method (AHP)

[ Description ]

Harga jual susu sapi yang rendah pada industi pengolahan susu merupakan indikasi lemahnya bargaining power peternak sebagai pemasok. Peristiwa ini terjadi karena adanya monopsoni di pasar. Untuk mengantisipasi hal tersebut dilakukan diversifikasi produk susu segar ke susu pasteurisasi. Penerapan sistem pengendalian kualitas, teknologi dan dana yang lemah menyebabkan susu pasteurisasi KUD Dau berkualitas rendah. Untuk meningkatkan kualitas maka diperlukan bantuan pemantauan menggunakan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Deming Prize. Selain itu juga harus memperhatikan suara konsumen yang sangat kritis dalam menyikapi kualitas produk yang diberikan kepada mereka. Sehingga jika hal ini tidak direspon dengan cepat oleh penyedia produk maka akibat fatal seperti berpindahnya konsumen ke pihak pesaing sangat mungkin terjadi. Dengan alasan-alasan inilah maka suatu sistem pengendalian kualitas produk merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting. Didalam penelitian ini perencanaan sistem pengendalian kualitas dilakukan melalui beberapa tahap yaitu dimulai dengan melakukan riset konsumen yang bertujuan untuk mengetahui dimensi kualitas produk yang dipentingkan oleh konsumen, pengamatan di titik kritis sesuai dengan aturan HACCP yang dikeluarkan FDA, pengamatan ketidaksesuaian dengan standar produk menurut FDA, pengisian kuesioner oleh pihak manajemen berdasarkan HACCP pilot audit dan Deming Prize. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya ketidaksesuaian proses dan produk dengan HACCP yang disebabkan oleh faktor penyebab manusia, mesin, metode, bahan baku, pengukuran dan lingkungan. Faktor ini menjadi acuan dalam Zero One Integer Programming untuk mengukur keterbatasan sumber daya bagi perbaikan dimensi kualitas yang bisa direkomendasikan untuk ditingkatkan yaitu keamanan produk, kebersihan atau kehigienisan produk, ketepatan masa simpan, penanganan keluhan konsumen, keawetan produk. Sedangkan hasil dari perhitungan kuesioner dilakukan penganalisaan gap untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mendasari perolehan nilai. Untuk menyeimbangkan antara internal dan eksternal dilakukan analisa SWOT yang menguraikan kekuatan dan kelemahan KUD Dau berdasarkan hasil analisa di titik kritis pada proses pengolahan susu menurut HACCP, analisa konsumen, analisa HACCP Audit Report dan analisa Deming Prize. Selain itu juga dilakukan pengamatan peluang dan ancaman dari luar. Kesemua analisa diatas kemudian dikembangkan menjadi kriteria-kriteria yang dicari prioritasnya karena keterbatasan sumber daya dan dana yang harus dikonsentrasikan untuk melaksanakan perencanaan tersebut. Karena sifatnya yang kualitatif dan banyak dipengaruhi oleh unsur subyektif, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dimana pihak manajemen KUD Dau memberikan tingkat preferensi antara satu kriteria dengan kriteria lainnya melalui perbandingan berpasangan. Hasil pembobotan dengan AHP ini menentukan kriteria mana yang harus diutamakan pelaksanaannya dalam perencanaan. Hasil pengukuran HACCP Pilot Audit didapatkan bahwa penerapan prinsip-prinsip HACCP masih sangat kurang (48%). Demikian juga hasil pengukuran yang didasarkan pada Deming Prize didapatkan bahwa penerapan Company Wide Quality Control masih kurang (52%). Sedangkan kedelapan kriteria dengan urutan prioritas mulai dari yang tertinggi, yaitu kriteria pembinaan peternak kemudian kriteria pembenahan Sumber Daya Manusia dengan sub kriteria pendidikan-pelatihan, pengembangan quality work life, pembenahan sistem penggajian. Prioritas ketiga adalah pembenahan sistem kualitas dengan sub kriteria peningkatan sistem jaminan kualitas, penerapan program sanitasi, penerapan Statistical Process Control (SPC), pembenahan SOP pendokumentasian. Prioritas keempat adalah perbaikan proses produksi melalui penggunaan teknologi. Prioritas kelima adalah peningkatan kualitas produk dengan sub kriteria peningkatan kualitas awal dan diversifikasi produk akibat reject. Prioritas keenam adalah bencmarking . Prioritas ketujuh adalah pembenahan sistem pemasaran yang berorientasi pada sistem jaminan kualitas kepada konsumen. Dilanjutkan dengan pembenahan SIM. Dengan adanya kedelapan altematif kriteria maka dapat dijadikan masukan dalam penyusunan perencanaan perbaikan kualitas susu pasteurisasi selanjutnya.

Alt. Description

Low cow’s milk sales price in milk processing industries is a indicate the decreasing of farmer’s bargaining power as suppliers. This event happen because there is a market monopsony . To anticipated it carry on diversification fresh milk products to be milk pasteurization. Quality system controlling applied, technology and low donation make quality milk pasteurization of KUD Dau low. In order to improving milk quality should use monitoring tool Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) and Deming Prize. Beside that, must pay attention to consumer’s critics complaint to make product quality given by them. So, if there is no responded quickly by products provider will be fatally like consumers shifting to competitors is possible. By these premises quality system controlling product is one of important management function. In this research, quality system controlling plan operated by several phases that are begun by consumers research to identifying product quality dimensional which is important for consumers, ultimate poin examination suitable with HACCP rules by FDA, inappropriate observation concern to product standart according to FDA, questionnaires fulfillment through management agency based on HACCP pilot audit and Deming Prize. From the research above found out inappropriate process and product with HACCP caused many factors such as human, machine, method, raw material, measurement and environment. This factors make reference in Zero One Integer Programming to measure limited resources to repairing quality dimension that recommended to increases product safety, clearness or hygienic product, expired date, consumer’s complaint management, product preservation. Whereas from calculation of questionnaire to form gap analyzing to distinguish what factors which based score value. To balancing between internal and external factors using SWOT analysis to expressing weak and strengthen of KUD Dau founded on analysis result in critical point for milk management process according to HACCP, consumers analysis, HACCP Audit Report analysis and Deming Prize analysis. After that, should opportunity observation and outdoor threat. All analyzes above be developed become criterion priority because limited resources and fund to be concentrated to accomplish this planning. Their qualitative nature and also influenced by subjective element, employed Analytical Hierarchy Process method (AHP) where is management of KUD Dau give preferences level between one criterion with other criterion through pair comparability. Result weight of AHP determined what criterion to be primarily performance in planning. Measurement result HACCP Pilot Audit obtained that HACCP principles applied still very lack (48%). Similarity with measurement result on Deming Prize reached that Company Wide Quality Control application remain lack (52%). Whereas eight criterions from highly priority, namely farmer empowerment criterion changed be Human Resource Reconstruction with sub criteria education-training, quality work life development, payroll system reconstruction. Third priority area quality system reconstruction with sub criterion guarantee quality system improvement, sanitation program application, Statistical Process Control application (SPC), documented SOP reconstruction. Fourth priority area production process maintenance though technology usage or product quality improvement with sub criterion elementary quality improvement and product diversification caused reject. Fifth priority are benchmarking. Sixth priority are marketing system based on quality assurance following with SIM reconstruction. Eighth alternatives criteria as contribution in setting up milk pasteurization quality treatment planning subsequent.

Contributor :

1. Dr. Ir. Moses L. Singgih, M. Sc. M.Reg. Sc.
Ir. Sri Gunani Partiwi, MT

Source :
Undergraduate Theses, Chemical Engineering,RSK 579.88 Wur s, 2008

Coverage :
ITS Community only

About ahmadi muslim

I NEED YOUR TALLENT AND YOUR ACTIVE
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s