KUMPULAN ABSTRAK | CONTOH JUDUL PENELITIAN TENTANG KULTUR JARINGAN

PENGARUH 2,4-DIKHLOFENOKSI ASETAT (2,4-D) DAN KINETIN PADA KULTUR IN VITRO BIJI ANTHURIUM (ANTHURIUM TROPICAL)

THE EFFECT OF 2,4-DIKHLOFENOKSI ASETAT (2,4-D) AND KINETIN FOR IN VITRO CULTURE ANTHURIUM SEED (Anthurium Tropical)

Created by :
ADISTINA, MAULANTI ( )

Subject: Tanaman – benih
Keyword: Anthurium tropical
Kultur In Vitro
2
4- Dikhlofenoksi asetat
Kinetin.

[ Description ]

Anthurium tropical merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati masyarakat karena bentuk daun dan bunganya unik. Secara konvensional, perbanyakan Anthurium memerlukan waktu yang lama. Untuk memenuhi permintaan konsumen dalam skala besar digunakan teknik kultur jaringan sehingga nantinya akan didapatkan tanaman dengan sifat yang unggul dalam waktu relatif singkat. Penelitian mengenai pengaruh 2,4-Dikhlofenoksi asetat (2,4-D) dan Kinetin pada kultur In vitro biji Anthurium (Anthurium tropical) dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Percobaan Petrokimia Gresik pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2007. Medium yang dipakai adalah media MS modifikasi dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0/0); (0/1); (0/2); (0,1/0); (0,1/1); (0,1/2); (0,2/0); (0,2/1); dan (0,2/2) ppm. Data hasil dari penelitian diuji menggunakan ANOVA, bila ada pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Kontras. Respon jumlah akar dan panjang akar terbaik ditunjukkan pada perlakuan dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0,2/2) ppm. Dimana rata-rata jumlah akarnya adalah 1 buah dan rata-rata panjang akarnya adalah 8 mm. Sedangkan respon jumlah tunas dan panjang tunas terbaik ditunjukan pada perlakuan dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0,1/2) ppm. Dimana rata-rata jumlah tunasnya adalah 2 buah dan rata-rata panjang tunasnya adalah 9,25 mm.

Alt. Description

Anthurium tropical is one of the most looking plant because of the unique form of it’s leaves and flower. Conventionally, growing Anthurium need need a long time. To fulfill consumer needs in large scale, people use tissue culture technique in order to get a superior plant in a relative short time. This Research about the effect of 2,4-Dikhlofenoksi asetat (2,4-D) and kinetin for in vitro culture Anthurium seed (Anthurium tropical) was performed in laboratorium tissue culture Kebun Percobaan Petrokimia Gresik from June until August 2007. The medium used was modified MS media. The combination of 2,4-D and kinetin concentration were (0/0); (0/1); (0/2); (0,1/0); (0,1/1); (0,1/2); (0,2/0); (0,2/1); and (0,2/2) ppm. The data of this research was tested using Analisa Varian (ANOVA). If there was an effect, it will be continued by contras test. The best response of root s quantity and root s length are showed in the treatment with 0,2/2 ppm combination of 2,4-D and kinetin concentration. Where the average root s quantity is one and the average root s length is 8 mm. While the best response of sprout s quantities and sprout s length are showed in the treatment with 0,1/2 ppm combination of 2,4-D and kinetin concentration. Where the average sprout s quantity is 2 and the average sprout s length is 9,25 mm

Contributor :

1. Tutik Nurhidayati, S.Si, M.Si
Kristanti Indah Purwani, S.Si, M.Si

========================================================================

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MAJAPAHIT (CRESCENTIA CUJETE L.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN STREPTOCOCCUS PYOGENES SECARA IN VITRO

ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF MAJAPAHIT (Crescentia cujete L.) LEAF EXTRACT TO Staphylococcus aureus AND Streptococcus pyogenes BACTERIA THROUGTH IN VITRO

Created by :
Sri Mulya Intan Wisudaningrum ( )

Subject: antibiotika
Keyword: Crescentia cujete
Staphylococcus aureus
Streptococcus pyogenes
zona hambat
difusi sumuran
bakteriostatik.

[ Description ]

Ekstrak daun majapahit (C. cujete L.) diketahui mengandung senyawa yang bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun C. cujete terhadap bakteri Staph. aureus dan Strep. pyogenes berdasarkan pengukuran zona hambat secara in vitro. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi sumuran agar. Proses ekstraksi daun C. cujete menggunakan pelarut etanol 70%. Tingkat konsentrasi ekstrak daun C. cujete yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun C. cujete dengan konsentrasi 10% sampai 100% memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staph. aureus dan Strep. pyogenes. Konsentrasi efektif ekstrak daun C. cujete terhadap Staph. aureus adalah 90% dan konsentrasi efektif terhadap Strep. pyogenes adalah 100%. Ekstrak daun C. cujete bersifat bakteriostatik terhadap Staph. aureus dan Strep. pyogenes.

Alt. Description

Majapahit (C. cujete L.) leaf extract contain a compounds that can be act as antibacteria. This research aim to know antibacterial activity of C. cujete leaf extract to Staph. aureus and Strep. pyogenes base on measurement inhibition zone throught iv vitro. Antibacterial activity tested with using hole plate diffusion method. Process the extract of C. cujete leaf using etanol 70% solvent. The extract concentration C. cujete leaf were 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90% and 100%. The result of this research show that C. cujete leaf extract with 10% until 100% concentration have antibacterial activity to Staph. aureus and Strep. pyogenes. Effective concentration of C. cujete leaf extract to Staph. aureus is 90% and effective concentration to Strep. pyogenes is 100%. The C. cujete leaf extract was bacteriostatic to Staph. aureus and Strep. pyogenes.

Contributor :

1. N. D. KUSWYTASARI, S.Si., M.Si.
TUTIK NURHIDAYATI, S.Si., M.Si.

========================================================================

PENGARUH 2,4-DIKHLOFENOKSI ASETAT (2,4-D) DAN KINETIN PADA KULTUR IN VITRO BIJI ANTHURIUM (ANTHURIUM TROPICAL)

THE EFFECT OF 2,4-DIKHLOFENOKSI ASETAT (2,4-D) AND KINETIN FOR IN VITRO CULTURE ANTHURIUM SEED (Anthurium Tropical)

Created by :
ADISTINA, MAULANTI ( )

Subject: Tanaman – benih
Keyword: Anthurium tropical
Kultur In Vitro
2
4- Dikhlofenoksi asetat
Kinetin.

[ Description ]

Anthurium tropical merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati masyarakat karena bentuk daun dan bunganya unik. Secara konvensional, perbanyakan Anthurium memerlukan waktu yang lama. Untuk memenuhi permintaan konsumen dalam skala besar digunakan teknik kultur jaringan sehingga nantinya akan didapatkan tanaman dengan sifat yang unggul dalam waktu relatif singkat. Penelitian mengenai pengaruh 2,4-Dikhlofenoksi asetat (2,4-D) dan Kinetin pada kultur In vitro biji Anthurium (Anthurium tropical) dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kebun Percobaan Petrokimia Gresik pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2007. Medium yang dipakai adalah media MS modifikasi dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0/0); (0/1); (0/2); (0,1/0); (0,1/1); (0,1/2); (0,2/0); (0,2/1); dan (0,2/2) ppm. Data hasil dari penelitian diuji menggunakan ANOVA, bila ada pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Kontras. Respon jumlah akar dan panjang akar terbaik ditunjukkan pada perlakuan dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0,2/2) ppm. Dimana rata-rata jumlah akarnya adalah 1 buah dan rata-rata panjang akarnya adalah 8 mm. Sedangkan respon jumlah tunas dan panjang tunas terbaik ditunjukan pada perlakuan dengan konsentrasi kombinasi antara 2,4-D dan Kinetin (0,1/2) ppm. Dimana rata-rata jumlah tunasnya adalah 2 buah dan rata-rata panjang tunasnya adalah 9,25 mm.

Alt. Description

Anthurium tropical is one of the most looking plant because of the unique form of it’s leaves and flower. Conventionally, growing Anthurium need need a long time. To fulfill consumer needs in large scale, people use tissue culture technique in order to get a superior plant in a relative short time. This Research about the effect of 2,4-Dikhlofenoksi asetat (2,4-D) and kinetin for in vitro culture Anthurium seed (Anthurium tropical) was performed in laboratorium tissue culture Kebun Percobaan Petrokimia Gresik from June until August 2007. The medium used was modified MS media. The combination of 2,4-D and kinetin concentration were (0/0); (0/1); (0/2); (0,1/0); (0,1/1); (0,1/2); (0,2/0); (0,2/1); and (0,2/2) ppm. The data of this research was tested using Analisa Varian (ANOVA). If there was an effect, it will be continued by contras test. The best response of root s quantity and root s length are showed in the treatment with 0,2/2 ppm combination of 2,4-D and kinetin concentration. Where the average root s quantity is one and the average root s length is 8 mm. While the best response of sprout s quantities and sprout s length are showed in the treatment with 0,1/2 ppm combination of 2,4-D and kinetin concentration. Where the average sprout s quantity is 2 and the average sprout s length is 9,25 mm

Contributor :

1. Tutik Nurhidayati, S.Si, M.Si
Kristanti Indah Purwani, S.Si, M.Si

========================================================================

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH MAJAPAHIT (CRESCENTIA CUJETE L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE DAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO

ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF MAJAPAHIT (Crescentia cujete L.) FRUIT EXTRACT AGAINST GROWTH OF Shigella dysenteriae AND Escherichia coli THROUGH IN VITRO

Created by :
NURHAYATI ( )

Subject: Bakteriologi
Keyword: ekstrak buah majapahit
Shi
dysenteriae
E.coli
MIC
MBC

[ Description ]

Crescentia cujete L. atau majapahit adalah salah satu tanaman yang berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak buah majapahit yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan Escherichia coli secara in vitro melalui penentuan nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration). MIC digunakan untuk mengetahui konsentrasi terendah zat antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, sedangkan MBC untuk mengetahui konsentrasi terendah zat antibakteri yang mampu membunuh bakteri. Ekstrak buah majapahit diuji pada konsentrasi 0% sampai 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah majapahit memiliki MIC 20% terhadap Shi.dysenteriae dan E.coli yaitu tidak adanya kekeruhan atau jernih pada larutan. Nilai MBC ekstrak buah majapahit terhadap Shi.dysenteriae adalah 100% dan E.coli 90%, dimana pertumbuhan koloni berkurang 99,9% dari inokulum bakteri. Dari uji ANOVA dan Dunnett didapatkan p < 0,05, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan jumlah koloni bakteri Shi.dysenteriae dan E.coli antara kelompok perlakuan

Alt. Description

Crescentia cujete L. or majapahit is one of the plant that has medicine properties. The aim of this research is to know the concentration of majapahit fruit extract which could kill and inhibit the growth of Shigella dysenteriae and Escherichia coli through determination of MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration) value. MIC used to know the lowest concentration of antibacterial agents that could inhibit bacterial growth, while MBC used to know the lowest concentration of antibacterial agents that could kill bacterial. The concentration used in this research is 0% until 100%. The result showed that majapahit fruit extract which had MIC 20% to Shi.dysenteriae and E.coli showed clear solution. MBC value of majapahit fruit extract to shi.dysenteriae had 100% and 90% to E.coli which showed by the growth of bacterial colony decreased up to 99,9% from bacterial inoculum. Based on ANOVA and Dunnett test showed significantly difference (p < 0,05) to the number of Shi.dysenteriae and E.coli bacterial colonies in any treatments.

Contributor :

1. N. D Kuswytasari, S.Si., M.Si.
Tutik Nurhidayati, S.Si., M.Si.

========================================================================

PENGARUH KONSENTRASI ASAM NAFTALEN ASETAT (NAA) SECARA IN VITRO TERHADAP BIBIT TANAMAN KRISAN (CHRYSANTHEMUM INDICUM) SELAMA MASA AKLIMATISASI DI MEDIA ARANG SEKAM

THE EFFECT OF NAPHTALENE ACETIC ACID (NAA) CONCENTRATION THROUGH IN VITRO AGAINST Chrysanthemum indicum SEEDS DURING THE ACCLIMATIZATION ON A RICE HUSK CHARCOAL MEDIUM

Created by :
LESTARI, RIA EKA ( )

Subject: Asam (kimia)
Keyword: Chrysanthemum indicum
asam naftalen asetat
in vitro
aklimatisasi

[ Description ]

Krisan (Chrysanthemum indicum) merupakan tanaman berbunga menawan yang memiliki potensi yang sangat luas. Bibit tanaman krisan yang bebas penyakit dapat dihasilkan melalui metode kultur in vitro. Planlet yang akan diaklimatisasi ke lahan membutuhkan ketahanan yang didukung oleh adanya organ penunjang yaitu akar. Pembentukan akar dapat dipacu oleh hormon auksin, salah satunya adalah Asam Naftalen Asetat (NAA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi NAA yang sesuai untuk bibit tanaman krisan yang mampu tumbuh dengan baik selama masa aklimatisasi. Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nodus planlet krisan hasil perbanyakan di laboratorium kultur jaringan Biro Pusat Riset PT Petrokimia Gresik. Media kultur yang digunakan adalah media ½ MS dengan penambahan NAA sebesar 0 ppm; 0,05 ppm; 0,10 ppm; 0,15 ppm; dan 0,20 ppm. Penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kali ulangan. Pertumbuhan bibit krisan yang baik selama masa aklimatisasi diukur dari panjang akar, tinggi tanaman, persentase hidup tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh Asam Naftalen Asetat (NAA) sebesar 0 ppm; 0,05 ppm; 0,10 ppm; 0,15 ppm; dan 0,20 ppm secara in vitro tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Chrysanthemum indicum yang meliputi panjang akar, tinggi tanaman, dan jumlah daun pada umur 0 hari (setelah masa kultur). Dalam kondisi pertumbuhan yang sama maka penggunaan media arang sekam selama masa aklimatisasi juga tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Chrysanthemum indicum. Chrysanthemum indicum yang dikulturkan dan diaklimatisasi dalam penelitian ini memiliki presentase hidup mencapai 100 persen.

Alt. Description

Chrysanthemum indicum is an interesting flowery plant which has great potency. Chrysanthemum indicum seed which is germfree can be produced through culture method in vitro. Plantlet which will be acclimated into the field need an immunity supported by the auxin hormone, one of it is a Naphtalene Acetic Acid (NAA). This research’s aim is to know the concentration of NAA which suits to be Chrysanthemum indicum seed that can grow well during the acclimatization. The explant used in this research is Chrysanthemum plantlet nodes produced from Plant Tissue Culture Laboratory, Centre Research Bureau of PT Petrokimia Gresik. The culture medium use are medium 1/2 MS added by NAA amount 0 ppm; 0,05 ppm; 0,10 ppm; 0,15 ppm; and 0,20 ppm. This research is an experiment and uses Randomized Complete Block Design in four cycles. The well growth of Chrysanthemum seed during the acclimatization is measured by the length of roots, height of plant, the percentage of plant survive, and the number of leaves. The result of the research shows that the concentration of NAA is amount 0 ppm; 0,05 ppm; 0,10 ppm; 0,15 ppm; and 0,20 ppm do not give impact against the plants growth which includes the length of roots, heigth of plants, and the number of leaves at 0 days of age (after culture period). At the same condition, a rice husk charcoal medium that used during the cclimatization do not give impact against the plants growth too. Chrysanthemum indicum is accultured and acclimated in this research that has 100 percentage of survive.

Contributor :

1. Tutik Nurhidayati S.Si., M.Si
Kristanti Indah Purwani S.Si, M.Si

========================================================================

UJI ANTAGONISME JAMUR TRICHODERMA HARZIANUM DAN GLIOCLADIUM ROSEUM TERHADAP PHYTOPTHORA INFESTANS YANG BERASAL DARI TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) SECARA IN VITRO

ANTAGONISM TEST of Trichoderma harzianum AND Gliocladium roseum WITH Phytopthora infestans FROM POTATO PLANTS (Solanum tuberosum L.) IN VITRO

Created by :
Hudawan, Witri ( )

Subject: Fungi
Alt. Subject : Fungi
Keyword: Antagonism
natural agents
inhibition zone

[ Description ]

Di Indonesia, kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Namun produksi kentang nasional masih sangat rendah, hal ini disebabkan serangan jamur patogen P.infestans. Oleh karena itu upaya pengendalian dengan menggunakan musuh alami yang berupa T.harzianum dan G.roseum merupakan salah satu alternatif pengendalian yang baik dan berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antagonisme antara jamur T.harzianum dan G.roseum dalam menekan perkembangan jamur P.infestans yang berasal dari tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) secara in vitro (dilaboratorium). Besarnya persentase zona hambat dapat diketahui dengan cara mengukur jari-jari koloni P.infestans yang diinteraksikan dengan T.harzianum dan G.roseum. Rancangan percobaan menggunakan RAL terdiri dari dua faktor yaitu inokulasi T.harzianum dan G.roseum terhadap P.infestans dan jarak inokulum terhadap P.infestans, dengan tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA satu arah dengan tingkat kepercayaan 95 %. Apabila uji berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan α = 5 %. Dari hasil penelitian, ternyata T.harzianum dan G.roseum sama-sama memiliki kemampuan antagonisme terhadap P.infestans. Jarak inokulum 1 cm untuk T.harzianum dan G.roseum merupakan jarak yang paling efektif dalam menghambat P.infestans (di laboratorium). Antagonisme antara T.harzianum terhadap P.infestans menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu pada jarak inokulum 1 cm (70,51%) dan 3 cm (57,54%) serta pada jarak 2 cm (65,19 %) dan 3 cm (57,54 %), sedangkan pada jarak 1 cm (70,51%) dan 2 cm (65,19%) menunjukkan tidak berbeda nyata. Antagonisme antara G.roseum terhadap P.infestans menunjukkan perbedaan yang nyata pada jarak inokulum 1 cm (67,48%) dan 3 cm (54,50%) serta pada jarak 2 cm (62,14%) dan 3 cm (54,50%), sedangkan pada jarak 1 cm (70,51%) dan 2 cm (62,14%) menunjukkan tidak berbeda nyata.

Alt. Description

In Indonesia, potato is one of the vegetables that has high economic value. But, the national potato product is still low, it is caused by patogen fungi P.infestans. There for, expedient control with enemy natural, like T.harzianum and G.roseum are the best expedient control and environment insight. The aim of this research was to find out the potency of inhibition (antagonism) of T.harzianum and G.roseum to P.infestans growth from potato plant (Solanum tuberosum L.) in vitro (laboratorium). The level of inhibition was measured by the growth of distance colony of P.infestans that interacted with T.harzianum and G.roseum. The experimental design is Random Complete Design with two factor, that are inoculum T.harzianum and G.roseum with P.infestans and inoculum distance P.infestans, with three replication. The data were analized with ANOVA one way with reliable level 95 %. If the result show significant different than continued to BNT test with α = 5 %. The result of this research showed that T.harzianum and G.roseum has same inhibition with P.infestans. The distance of inoculum 1 cm for T.harzianum and G.roseum showed efectivity inhibition with P.infestans (in laboratorium). Antagonism between T.harzianum with P.infestans showed significant in distance of inoculum 1 cm (70,51%) and 3 cm (57,54%), also 2 cm (65,19%) and 3 cm (57,54%), but distance of inoculum 1 cm (70,51%) and 2 cm (65,19%) showed not significant. Antagonism between G.roseum with P.infestans showed significant in distance of inoculum 1 cm (67,48%) and 3 cm (54,50%), also 2 cm (62,14%) and 3 cm (54,50%), but distance of inoculum 1 cm (70,51%) and 2 cm (62,14%) showed not significant.

Contributor :

1. Ir. Sri Nurhatika, M.P.
Nengah Dwianita K., S.Si., M.Si.

========================================================================

Date Create : –
Type : Text
Format : pdf
Language : Indonesian
Identifier : ITS-Undergraduate-3100007028905
Collection ID : 3100007028905
Call Number : RSBi 579.5 Hud u

Source :
Undergraduate Theses of Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Science RSBi 579.5 Hud u, 2007

Coverage :
ITS Community Only

About ahmadi muslim

I NEED YOUR TALLENT AND YOUR ACTIVE
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s