KUMPULAN ABSTRAK | CONTOH JUDUL PENELITIAN TENTANG AIR MINUM

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KECAMATAN DAWAN-BALI

PLANNING OF THE DEVELOPMENT WATER DISTRIBUTION SYSTEM AT DAWAN DISTRICT-BALI

Created by :
Wulansari, Dwi ( )

Subject: Distribusi air
Keyword: pengembangan
distribusi dan penambahan pipa

[ Description ]

Perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan oleh PDAM Klungkung yang disebabkan oleh semakin meningkatnya permintaan akan air minum di Kecamatan Dawan., seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. PDAM Kabupaten Klungkung merupakan institusi yang bertanggung jawab dalam penyediaan air minum bagi penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Dawan. Namun saat ini pelayanan PDAM masih 44,35% dari jumlah penduduk. Evaluasi sistem distribusi air minum serta perencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan ini dilakukan dengan menggunakan program Epanet versi 2.0 dan mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs). Pengembangan sistem distribusi ini untuk jangka waktu 10 tahun. Dilakukan penambahan dan penggantian pipa distribusi. Pembuatan reservoar baru serta perluasan jaringan distribusi guna peningkatan pelayanan dari 4,35% pada tahun 2008 menjadi 87,75% pada tahun 2018. Penurunan tingkat kehilangan air menjadi 20%.. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan Rp 5.070.296.224.,-

Alt. Description

Planning of the development of water distribution system at dawan district by PDAM Klungkung caused demand of water is getting increased as the growth of total citizen. Municipal Waterworks of Klungkung County is the institution in charge in supplying Dawan district water. At this time, services given by Municipal Waterworks of Klungkung County only achieve 44,35% from total citize. Water distribution system evaluation and a development water distribution Dawan district, is done by using Epanet Program versi on 2.0 and based on MDGs. In the future (for next 10 years), development programs with main work items should be done are add and change some distribution pipes. Constructing new reservoir and expanding in distribution net is necessary in order to increase service level from 44,35% in 2008 to 87,75% in 2018. Decreasement of leakage until end of plan period is 20%. Pipe used is PVC pipe with diameter 75-250 mm. . Expense is needed for development is equal to Rp 5.070.296.224.,-.-

Contributor :

1. Ir. BOWO DJOKO MARSONO, M.Eng

***************************************************************************

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KECAMATAN DAWAN-BALI

PLANNING OF THE DEVELOPMENT WATER DISTRIBUTION SYSTEM AT DAWAN DISTRICT-BALI

Created by :
Wulansari, Dwi ( )

Subject: Distribusi air
Keyword: pengembangan
distribusi dan penambahan pipa

[ Description ]

Perencanaan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan oleh PDAM Klungkung yang disebabkan oleh semakin meningkatnya permintaan akan air minum di Kecamatan Dawan., seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. PDAM Kabupaten Klungkung merupakan institusi yang bertanggung jawab dalam penyediaan air minum bagi penduduk di daerah pelayanan Kecamatan Dawan. Namun saat ini pelayanan PDAM masih 44,35% dari jumlah penduduk. Evaluasi sistem distribusi air minum serta perencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan ini dilakukan dengan menggunakan program Epanet versi 2.0 dan mengacu pada Millenium Development Goals (MDGs). Pengembangan sistem distribusi ini untuk jangka waktu 10 tahun. Dilakukan penambahan dan penggantian pipa distribusi. Pembuatan reservoar baru serta perluasan jaringan distribusi guna peningkatan pelayanan dari 4,35% pada tahun 2008 menjadi 87,75% pada tahun 2018. Penurunan tingkat kehilangan air menjadi 20%.. Biaya investasi yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi air minum Kecamatan Dawan Rp 5.070.296.224.,-

Alt. Description

Planning of the development of water distribution system at dawan district by PDAM Klungkung caused demand of water is getting increased as the growth of total citizen. Municipal Waterworks of Klungkung County is the institution in charge in supplying Dawan district water. At this time, services given by Municipal Waterworks of Klungkung County only achieve 44,35% from total citize. Water distribution system evaluation and a development water distribution Dawan district, is done by using Epanet Program versi on 2.0 and based on MDGs. In the future (for next 10 years), development programs with main work items should be done are add and change some distribution pipes. Constructing new reservoir and expanding in distribution net is necessary in order to increase service level from 44,35% in 2008 to 87,75% in 2018. Decreasement of leakage until end of plan period is 20%. Pipe used is PVC pipe with diameter 75-250 mm. . Expense is needed for development is equal to Rp 5.070.296.224.,-.-

Contributor :

1. Ir. BOWO DJOKO MARSONO, M.Eng

****************************************************************************

ANALISIS MIKROBIOLOGI AIR MINUM DALAM KEMASAN PADA DISPENSER DI LINGKUNGAN KANTOR ITS – SURABAYA

BOTTLED WATER IN DISPENSER MICROBIOLOGY ANALYSIS AT ITS AREA – SURABAYA

Created by :
SETYOWATI, PALUPI ( )

Subject: Mikrobiologi
Alt. Subject : Microbiology
Keyword: Air minum dalam kemasan galon
Coliform
ALT
MPN

[ Description ]

Air adalah materi esensial di dalam kehidupan. Air juga menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan; manusia selama hidupnya selalu memerlukan air, terutama untuk air minum. Di dalam air minum yang kurang higienis, terdapat kandungan bakteri coliform, yang mampu hidup di dalam saluran pencernaan manusia, sehingga diperlukan analisis mikrobiologi air minum dengan metode ALT (Angka Lempeng Total) dan MPN (Most Probable Number). Air minum yang ada di dalam dispenser juga kemungkinan terdapat cemaran bakteri coliform yang dimungkinkan akibat cara perawatan yang kurang sempurna dan akibat kontak kontaminasi dengan tangan manusia yang tercemar oleh bakteri coliform. Sampel data diambil dari jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Teknik Industri. Hasil penelitian menunjukkan angka ALT tertinggi ada pada jurusan Teknik Industri sebesar 60,3 cfu/ml dan terendah di jurusan Kimia sebesar 5,3 cfu/ml, namun semuanya memenuhi standar dari ketetapan Departemen Kesehatan Rebulik Indonesia Tahun 1991. Sedangkan MPN pada jurusan Teknik Industri sebesar 4/100ml tidak memenuhi standar Kualitas Air Minum Golongan A.

Alt. Description

Water is a very essentials material in this living. Water also as a basic needed for human being; who need them in their daily life including for drinking water. In the lack of hygienist in drinking water, it contains coliform bacteria which can be lived in human digest system; therefore needs to have drinking water microbiology analysis using TPC (Total Plate Count) method and MPN (Most Probable Number) method. The fatality of maintenance drinking water in dispenser can cause coliform bacteria stained. Data sampling taken in every major at FMIPA and in every major at FTI. The results shown that the higher TPC found in Industry Engineer; 60,3 cfu/ml and the lowest TPC found in Chemistry; 5,3 cfu/ml, both are still inquired the standard of Indonesia Health Department, 1991. And the results of MPN shown that in Industrial Engineer found as 4/100 ml and it does not inquired with the standard of Drinking Water Quality A Category.

Contributor :

1. ENDRY NUGROHO PRASETYO, SSi., MT.
NENGAH DWIANITA KUSWYTASARI, SSi., MSi.

***************************************************************************

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SIGA KOKER DI DESA LERABOLENG, KECAMATAN TITEHENA, KABUPATEN FLORES TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR

THE PLANNING OF SIGA KOKER DRINKING WATER SUPPLY SYTEM IN LERABOLENG VILLAGE, TITEHENA SUBDISTRICT. EAST FLORES REGENCY, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE

Created by :
Kuman, Lodovikus Ledak ( )

Subject: Suplai air
Alt. Subject : Water-supply rural
Keyword: Air Siap Minum
Kekeruhan dan Warna
Alum/tawas
flok.

[ Description ]

Di daerah pegunungan dan pedesaan air minum dapat diperoleh dari sumber air atau air tanah yang dapat langsung digunakan sebagai air minum tanpa perlu pengolahan terlebih dahulu. Namun lain halnya yang terjadi pada mata air “Siga Koker“ yang terletak di gunung Leraboleng desa Leraboleng yang merupakan satu-satunya sumber air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat di (5) lima desa yaitu: Desa Leraboleng, Tuakepa, Dun Tana, Lewoingu, dan Tena Wahang Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur ini. Mata air Siga Koker dengan debit 2 l/dt yang terletak pada ketinggian ± 643 m dan berjarak ± 15 km dari pemukiman penduduk memiliki karakteristik seperti berwarna dan keruh. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mendapatkan air minum yang berkualitas yang dititik beratkan pada mata air Siga Koker adalah dengan menggunakan tawas /alum yang bertujuan untuk mengurangi kandungan warna dan kekeruhan yang terdapat di dalam air minum tersebut. Penggunaan alum/tawas pada penelitian ini berfungsi untuk membentuk flok menjadi lebih berat/besar sehingga mudah untuk diendapkan. Hasil dari pengolahan air baku ini adalah air siap minum yang aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Alt. Description

In mountain range and villages area, drinking water is taken from water resources on soil water. The water is usually directly used for daily consumtion without any purifiying process. This is not happened with Siga Koker water resource, the only water resource around Leraboleng mountain, in subdistrict Titehena, east Flores regency, which is consumed by people of 5 (five) villages nearby, they are Leraboleng, Tuakepa, Dun tana, Lewoingu, and Tenawahang. Siga koker water resource located at the altitude of ± 643 m and about ± 15 km away from people settlement has a debt of 2 l/s. The characteristic of the water is turbid and colored. In orde to get drinking water with good quality, alum is used. Its function is to reduce tubidity and color substance of the water. The use of alum in this research is for making the flock bigger so that it is easily settled at. The result of this purifying water procces is drinking water with good quality ready to be consumed by the people.

Contributor :

1. Ir. Agus Slamet M.Sc

***************************************************************************

PERANCANGAN ALAT BANTU PEMINDAH AIR MINUM DALAM GALON KE DISPENSER DENGAN METODE ETNOGRAFI DAN QFD

DESIGN OF WATER TRAVELLER DEVICE USING ETNOGRAPHY METHOD AND QFD

Created by :
Dananjaya, Risan ( )

Subject: Engineering design
Ethnology
Quality Function deployment
Keyword: Air Minum Kemasan Galon
Etnografi
QFD

[ Description ]

Salah satu industri barang konsumsi yang mengalami perkembangan pesat adalah industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Salah satu bentuk kemasan air minum yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah air minum kemasan galon. Dalam mengkonsumsi air minum kemasan galon dibutuhkan sebuah dispenser untuk menempatkan galon. Pengumpulan data dilakukan dengan metode Etnografi. Dari pengumpulan data, diketahui permasalahan konsumen pada saat mengkonsumsi yaitu anggota keluarga kesulitan menuang air galon, kesulitan membuka tutup galon, galon jatuh dan bagian atas dispenser rusak. Sebelum membuat produk, perlu adanya pengumpulan data kriteria keinginan konsumen. Pengumpulan data kriteria keinginan konsumen dilakukan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil pengembangan, didapatkan konsep A yang terpilih dan membutuhkan biaya pembuatan sebesar Rp. 277.500.

Alt. Description

The development of consumer goods industry is currently getting faster. One of those industry types is mineral gallon water industry. The type of mineral water which has the biggest number of consumer demand is mineral gallon water type. Dispenser is needed to place mineral gallon water, so it can be used properly. Data collecting is done by using ethnography method. Further step is doing data analysis and interpretation from the collecting data above then pre (earlier) conclusion can be summarized. This activity (lifting a gallon into dispenser) may cause injury in some part of human body. Both general descriptions are proved by calculating lifting limitation and complaining level which is felt by household member who regularly lift the gallon. For those reason, we need automated tool to help that activity. The designing process of water traveler is based on consumer criteria’s needs that has to be collected earlier using Quality Function Deployment (QFD) method. Based on development result, found that concept A is chosen for best and the amount of production cost is Rp. 277.500.

Contributor :

1. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, MT
Aditya Sudiarno, ST, MT

****************************************************************************

ANALISA RISIKO KESEHATAN KUALITAS AIR MINUM PDAM KOTA SURABAYA

HEALTH RISK ANALYSIS OF PDAM KOTA SURABAYA DRINKING WATER QUALITY

Created by :
BRAMANTI, GEODITA WORO ( )

Subject: Manajemen risiko
Air minum–aspek kesehatan–Surabaya
Keyword: Analisa risiko Benchmarking
Fault tree analysis
Kualitas air minum PDAM

[ Description ]

Analisa risiko kesehatan pada sektor pengolahan air menjadi suatu hal yang sangat penting, mengingat air merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup. Kebutuhan air minum bagi konsumen dipasok oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dengan berjalannya waktu, peralatan di instalasi penjernihan air minum dan pipa air jaringan distribusi PDAM sudah banyak yang rusak karena dimakan usia, demikian juga air baku untuk air olahan PDAM semakin memburuk karena semakin banyaknya pencemar dari limbah industri yang dibuang ke tempat bahan baku air olahan, sehingga air produksi tidak memenuhi standar dimana hal ini akan menyebabkan timbulnya masalah kesehatan pada konsumen. Berkaitan dengan hal di atas dilakukan suatu pengamatan risiko yang terkait dengan manajemen kualitas air di PDAM. Pengamatan risiko ini dilakukan di Instalasi Penjernihan Air Minum Ngagel III dan jaringan distribusinya yaitu zone 2. dengan menggunakan metode benchmarking dan dianalisa menggunakan Fault Tree analysis. Dari proses identifikasi dan analisa risiko didapatkan 3 jenis risiko yaitu risiko penurunan kualitas air produksi yang masuk dalam kategori high risk, risiko terkontaminasi dengan partikelpartikel asing yang masuk kategori extreme risk serta risiko penurunan kualitas risiko diikuti terkontaminasi partikelpartikel asing dalam kategori high risk

Alt. Description

Health Risk Analysis in water treatment plant is important factor in water supplier system, because clean water is essential need for human being. In order to comply this demand, the customer in Surabaya municipality is supplied by Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).Due to of long usage of the installation and equipment, the distribution network is a lot of damage. In addition, caused to water resources intake to the system is polluted, the clean water produced is not appropriate that makes healthiness problem for the customer. Concerning to this problem, this research represents to risk analysis in order to improve the water quality management in PDAM. To do so, use carried out risk assessment in PDAM ngagel III and the distribution network of zone 2. The benchmarking and FTA method are proposed to utilize for the assessment. Based on the identification for risk analysis provides 3 types of risk that are (i) decreasing water production quality risk classified as high risk category,(ii)contamination with another particle risk classified as extreme risk and decreasing water production quality followed contamination with another particle classified as high risk

Contributor :

1. Dr.Ir. UDISUBAKTI C., M.Eng.Sc.

***************************************************************************

EVALUASI PEMANFAATAN AIR HUJAN UNTUK AIR MINUM PENDUDUK SECARA INDIVIDU DI KAWASAN TRANSMIGRASI DESA YAMMUA ARSO VI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI IRIAN JAYA

Created by :
SUBAGYO ( )

Keyword: Kebutuhan Air
Air Minum
Air Hujan

[ Description ]

Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Pemilihan air hujan sebagai suraber air minum merupakan alternatif terakhir apabila sumber air minum lainnya sulit didapatkannya. Mengupayakan sumber air minum dari air hujan yang mencukupi kebutuhan air minum secara individu sepanjang tahun dan menganalisa kualitas air hujan yang ditampung oleh warga masyarakat Desa Yammua Arso VI Kabupaten Jayapura Provinsi Irian Jaya, yang ditampung pada drum besi. Merencanakan unit penampungan air hujan secara sederhana yang optimum dan mengupayakan kualitas air minum yang berasal dari air hujan sesua dengan persyaratan peraturan kesehatan. Penelitian dilakukan di Desa Yammua Arso VI Kabupaten Jayapura Provins Man Jaya, air hujan yang diambil dari bak penampungan warga Desa Yammua Arso VI sebanyak tiga titik . Uji kualitas air hujan di Laboratorium PU Provinsi Irian Jaya dua titik, Laboratorium Teknik Lingkungan ITS Surabaya satu titik .Data curah hujan sepuluh tahun terakhir ( 1991-2000 ), menunjukkan bahwa tiap bulan terjadi hujan, curah hujan terkecil pada bulan Juni, kebutuhan air hujan keluarga 50 Liter/ hari, data ini perlu untuk merencanakan unit penampungan sederhana yang mencukupi kebutuhan air hujan untuk air minum keluarga sepanjang tahun. Curah hujan yang ada dapat mencukupi kebutuhan sumber air minum secara umum kualitas air hujan di Desa Yammua Arso VI Kabupaten Jayapura Provinsi Irian Jaya, layak untuk sumber air minum. Untuk mencukupi kebutuhan at minum, sebaiknya dipilih alternatif yang ke dua. Sebelum dikonsumsi perlu ditambahkan garam dapur 36,3 mg/L dan kapur sirih 25 mg/L, kemudian direbus sebelum dimanfaatkan. Untuk mengurangi kadar besi (Fe), drum dicat sebelun digunakan. Sebagai bak penampung air hujan sebaiknya digunakan drum plastik Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi warga masyarakat sebagai informasi cara memanfaatkan air hujan sebagai sumber air minum dan memberikan masukkan kepada Pemda Tingkat I Irian Jaya untuk pengembangan sarana penyediaan air minum bagi masyarakat yang menggunakan air hujan sebagai sumber air minum.

Alt. Description

Water is the most important/basic need for life. Choosing rainwater as a source of drinking water is the last alternative when other sources of drinking water are difficult to get. Trying to provide drinking water from rainwater that can meet the requirement of it individually all year round and analyze the quality of rainwater collected by the people of village Yammua Arso VI kept in iron-drums. To plan a simple unit of rainwater vessel optimally and to maintain the quality as required by health regulation. The study is done in village Yammua Arso VI, Jayapura regent, Irian Jaya Province, the rainwater taken from the vessel is as much as 3 dots. Two dots are tested in laboratory at PU Irian Jaya Province and one dot in ITS Lab of Environmental Technique to know the quality of the rainwater kept in the vessel by the village people of Yammua Argo VL The data of rainfall in the last decade (1991-2000) show that it rains every month and the least rainfall is in the month of June, the need of rainwater for a family is about 50L/day, this data is significant to plan a simple unit to fulfill the need of rainwater for drinking the whole year long. The present waterfall has already been sufficient for the need of drinking water supply. In general, the quality of the rainwater is eligible to drink. To fulfill the need of drinking water, it is better to choose the second alternative, that is by adding 36.3 mg of salt per liter and 25 mg of soft limestone per liter before the water is cooked or boiled. To reduce the rate/content of iron (Fe), the drum should be painted before use to avoid the danger of coli bacteria. The rainwater must be cooked before being consumed. This study hopefully is useful for the people as information how to make use of rainwater as a source of drinking water and give input to level I Regional Government of Irian Jaya in developing the facility of drinking water supply for the people who uses rainwater as a source of drinking water.

Contributor :

1. Ir. Hari Wiko I., M.Eng

***************************************************************************

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM IBUKOTA KECAMATAN (IKK) PUPUAN

PLANNING OF THE DEVELOPMENT DRINKING WATER DISTRIBUTION SYSTEM IN CAPITAL DISTRICT OF PUPUAN

Created by :
Rahayu, Isti Puji ( )

Subject: Distribusi air
Keyword: Pengembangan
distribusi
tekanan
Epanet versi 2.0

[ Description ]

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk serta peningkatan kualitas hidup, maka kebutuhan air minum akan semakin meningkat pula. PDAM Kabupaten Tabanan merupakan satu-satunya perusahaan daerah yang bertanggungjawab dalam penyediaan dan pelayanan air minum penduduk di Ibukota Kecamatan Pupuan. Namun hingga saat ini pelayanan yang diberikan oleh PDAM masih rendah yaitu hanya mencapai 29,38%. Berdasarkan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJM) disebutkan bahwa akses perpipaan secara nasional tahun 2009 adalah 40%, yang terdiri dari 66% perpipaan perkotaan dan 30% pedesaan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem distribusi air minum. Untuk melakukan pengembangan diperlukan suatu evaluasi yang dapat memberikan penilaian terhadap beberapa aspek yang berhubungan dengan kondisi eksisting sistem distribusi air minum. Evaluasi dan pengembangan ini memberikan usulan alternatif penanganan serta merencanakan pengembangan sistem distribusi air minum Ibukota Kecamatan Pupuan dengan program Epanet versi 2.0. Pengembangan jaringan distribusi dalam 10 tahun mendatang dibagi dalam 2 tahap. Pengembangan yang dilakukan yaitu peningkatan persentase pelayanan di Desa Pupuan, Pajahan dan Bantiran. Tekanan yang terlalu tinggi dapat diatasi dengan menggunakan bak pelepas tekan. Pipa yang digunakan adalah PVC dengan diameter 100-200 mm. Biaya yang diperlukan untuk pengembangan sistem distribusi ini sebesar Rp 5.283.378.061

Alt. Description

Along with increase the residence population and the quality of life, hence the quality of drinking water required will progressively increase too. PDAM County of Tabanan County represents the single company of area which is responsible in supply and service of drinking water in District Capital of Pupuan. But until this time the service of PDAM is still low, that only reaches 29,38%. Governmental National Middle Plan(RPJM) mentioned that piping acces nationally in year 2009 is 40%, which consists of 66% urban pipe and 30% is rural. Therefore need to be conducted development of drinking water distribution system. For development, an evaluation is needed to give assessment for some aspects related to existing condition of drinking water distribution system. Evaluation and this development give handling alternative suggestion and also plan of the system development of drinking water distribution in District Capital of Pupuan with Epanet program version 2.0. Development of distribution network in 10 years ahead is divided into 2 phases. Conducted development that is make-up percentage of service in Countryside of Pupuan, Pajahan and Bantiran. Too high Pressure can be overcome by using basin of pressure release. Pipe the used is PVC with diameter 100-200 mm. Expense of needed to system development of this distribution equal to Rp 5.283.378.061 .

Contributor :

1. Ir. BOWO DJOKO MARSONO, M.Eng

****************************************************************************

DESAIN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI OLAP UNTUK MANAJEMEN OPERASIONAL PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SURABAYA

DESIGN AND IMPLEMTATION OLAP APPLICATION FOR OPERATIONAL MANAGEMENT PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SURABAYA

Created by :
NURAINI, IRA ( )

Subject: Pengolahan data elektronis
Keyword: Informasi
ilmu
Komputer
Sistem penyimpanan dan temu kembali informasi
Pangkalan data
Manajemen informasi

[ Description ]

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya merupakan salah satu perusahaan yang memiliki pertumbuhan data yang cukup besar. Dengan jumlah pelanggan dari PDAM Kota Surabaya yang saat ini hampir mencapai 400.000 pelanggan, maka bukanlah hal yang mudah untuk melakukan analisa multidimensi terhadap data-data yang ada. Untuk melakukan analisa, selama ini pihak manajemen harus sering mengadakan kajian terhadap data-data tersebut secara manual. Dalam tugas akhir ini dibuat sebuah aplikasi OLAP menggunakan Oracle dengan BI Beans untuk manajemen operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya. BI Beans menyediakan komponen aplikasi yang reusable yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi business intelligence secara cepat. Untuk penyajian data dan analisa dalam bentuk aplikasi OLAP, digunakan komponen Java BI Beans. Aplikasi yang telah selesai dibangun nantinya akan diuji, apakah aplikasi telah sesuai dengan tujuan pada awal pembuatan. Dari hasil uji coba ini natinya akan dilakukan analisa apakah aplikasi telah mencapai hasil yang maksimal, jika masih ada kesalahan atau masalah nantinya akan dilakukan perbaikan kembali. Dengan aplikasi ini diharapkan pihak manajemen lebih mudah dalam melakukan analisa data, baik data pelanggan, pengaduan, pemakaian dan tagihan.

Alt. Description

PDAM is one of the company that has pretty big data growing. Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Surabaya has reached out 400000 customers, so it’s not an easy thing to analyze multidimensional data to existing data. The management often has to review data manually to do analysis. In this final project, application OLAP is made by using Oracle BI Beans for operational management of PDAM Kota Surabaya. BI Beans provides reusable application component that can be used for development of business intelligence application quickly. Java BI Beans component is used to make data report and analysis in form of OLAP application. The has-been-built application will be tested whether this application is applicable according to the beginning of process. From this testing result, we will analyze whether this application has reached maximal result. If there is still error or problem later, the repairmen will be done again. With this application we hope the management will be able to do analysis data easier for customer data, complaint, water using and bilingl.

Contributor :

1. Dr. Ir. JOKO LIANTO B, M Sc
DARLIS HERU MURTI, S. Kom

***************************************************************************

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENYEDIAAN PRASARANA AIR MINUM DL KECAMATAN CIPONDOH KOTA TANGERANG

INVESTMENT FEASIBILITY ANALYSIS WATER SUPPLY INFRASTRUCTURE IN CIPONDOH, TANGERANG CITY

Created by :
Subantari,Riny ( )

Keyword: Need Analysis
Investment feasibility
Tangerang WATER SUPPLY

[ Description ]

Pelayanan air minum di Kota Tangerang saat ini dapat dikatakan masih sangat rendah yaitu sebesar 4,5%, sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi penduduk Kota Tangerang. Pembangunan sistem penyediaan air minum diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi penduduk Kota Tangerang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut PDAM Kota Tangerang membangun Instalasi Pengolahan Air beserta jaringannya yang dilakukan setiap lima tahun, dimana pembiayaannya dilakukan melalui pinjaman. Analisis yang dilakukan adalah analisis investasi, sedangkan penilaian investasi diukur dengan Net Present Value, Internal Rate of Return dan Payback Period. Investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 67.981.209.552. untuk melayani 73.710 jiwa dari 193.351 jiwa penduduk Kecamatan Cipondoh pada tahun 2013 atau 38,12% dengan tarif rata-rata pada tahun 2003 sebesar Rp. 1.839 m/3 dan naik sebesar 30% setiap 3 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan suku bunga 12% diperoleh Net Present Value sebesar Rp. (27.847.162.301). Net Present Value bernilai positif apabila tarif dasar (2003) dinaikkan sebesar 37,70315%, adapun susunan tarifnya adalah sebagai berikut: Tahun 2003 tarifhya Rp.2.533/m3, Tahun 2010 tarifhya Rp. 4.280/m3, dan Tahun 2018 tarifhya menjadi Rp. 9.404/m3.

Alt. Description

Nowadays water supply service of Tangerang City could be still lower about 4,5% so not yet fulfill water supply needs population of Tangerang City. The system of water supply providing reconstruction hoped may improve a service for Tangerang citizen. To overcome these problems PDAM of Tangerang City builds Water Treatment Plant and also their network performed every five years, where it cost through loan. The analysis made is investment analysis, where as invest assessment measured with Net Present Value, Internal Rate of Return and Payback Period. Investment needs around Rp. 67.981.209.552,- to serve 73.710 from 193.350 population of Cipondoh in 2013 or 38,12% with average tariff in 2003 Rp. 1.839 m/3 and up 30% every three years. The result of this research indicates that interest 12% gained from Net Present Value about Rp. (27.847.162.301). Net Present Value positive if base tariff (2003) up 37,70315%, consists of : tariff 2003 Rp. 2.533/m3, and 2018 become Rp. 9.404/m3.

Contributor :

1. Ir. Rianto B. Adihardjo, M.Sc, Ph.D.

***************************************************************************

PENGOLAHAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN GERABAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS AIR PDAM

WATER TREATMENT BY USING ‘GERABAH’ TO IMPROVE WATER QUALITY OF PDAM

Created by :
Burhanuddin ( )

Subject: Water–purification
Keyword: pH
E. Coli
Nitrat
sisa Klor
kekeruhan
DO
dan Gerabah.

[ Description ]

Air merupakan salah satu komponen kehidupan yang paling penting bagi manusia. Manusia menggunakan air untuk berbagai macam kegiatannya, antara lain untuk mencuci, memasak, mandi dan minum. Kebutuhan air untuk masyarakat kota Surabaya saat ini telah dipenuhi oleh Perusahaan Daerah Air Minum Surabaya (PDAM). Akan tetapi secara kualitas air yang sampai pada pelanggan (sambungan rumah) tersebut belum dapat memenuhi standar air minum yang telah ditetapkan dalam KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tanggal 29 Juli 2002. Untuk meningkatkan kualitas dari air PDAM tersebut maka diperlukan suatu bentuk pengolahan skala kecil yang nantinya tidak hanya dapat meningkatkan kualitas air PDAM untuk beberapa parameter saja. Melainkan dapat memenuhi semua parameter air minum yang telah ditetapkan. Pada penelitian ini hanya mengambil 6 parameter untuk bahan penelitian, yaitu pH, E. Coli, Nitrat, sisa Klor, kekeruhan dan DO. Pada penelitian ini, pengolahan yang digunakan adalah filter single media, dengan gerabah sebagai media filtrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari media filter gerabah untuk memenuhi 6 parameter standar air minum yang telah diambil. Variasi yang diambil dalam penelitian ini adalah variasi ketebalan media dan perbandingan bahan pembuat gerabah. Dari data hasil filtrasi yang telah diperoleh dari semua jenis gerabah tersebut telah memenuhi semua parameter penelitian dan KEPMENKES RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002. Jenis filter gerabah dengan campuran 0,5 dan ketebalan 2 cm lebih efektif. Hal ini dikarenakan kecepatan filtrasi dan hasil filtrasi yang dihasilkan lebih baik dibandingkan dengan jenis gerabah yang lain.

Alt. Description

Water is one of the most important parts of human’s life component. Human are using it in every activities, such as washing, cooking, showering and drinking. The needs of water are fulfilled by Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) of Surabaya. How ever the water quality for society is not suitable from the standard of KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002 date 29th July 2002. Changing the manufacture in little scale will bring up the hope to improve the quality of the water it selves in several parameters. This research is using the sample of six parameter, such as pH, E. coli, Nitrate, break point chlorination, turbidity and Dissolved Oxygen Treatment of research that used in process is single media filtration with ‘gerabah’ as media filtration. Objective of this study are knowing the ability from ‘gerabah’ media filtration to fulfill six standard parameters. The variety objects of this research are media thickness and proportion ingredients from ‘gerabah’. The result of filtration analyze is every ‘gerabah’ are fulfilled every parameters and the standard of KEPMENKES RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002. Although one sort of ‘gerabah’ filtration with 0.5 mixture and 2 cm thickness are more effective. It caused by rate and result of filtration are better than others variety of ‘gerabah’.

Contributor :

1. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, Dipl. SE. MSc.

****************************************************************************

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KONDISI SANITASI, AIR BERSIH DAN PENDERITA DIARE DI JAWA TIMUR

CORRESPONDENCE ANALYSIS BETWEEN SANITATION CONDITION, CLEAN WATER, AND DIARRHEA PATIENTS IN EAST JAVA

Created by :
Purwaningsih, Hidayani ( )

Subject: Analisa Koresponden
Alt. Subject : Correspondence analysis
Keyword: Regresi Logistik Biner
Diare
Sanitasi
Air Bersih

[ Description ]

Rendahnya prioritas pembangunan sektor sanitasi, dari kebijakan dan peraturan hingga cakupan layanan fasilitas menjadi kendala utama bagi peningkatan akses sanitasi bagi masyarakat. Masih buruknya kondisi umum dari sistem air minum dan sanitasi di Indonesia berdampak pada masalah tingkat kesehatan masyarakat. Rendahnya kualitas sumber-sumber air minum dan sanitasi pada umumnya akan berakibat kepada munculnya penyakit seperti diare, muntaber, dan berbagai macam penyakit kulit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sanitasi dan air bersih di wilayah Jawa Timur dan menganalisis pola hubungan antara penderita diare, kondisi sanitasi dan air bersih. Hasil deskriptif menunjukkan penderita diare di Jawa Timur hanya 4,72 persen. Sebagian besar wilayah Jawa Timur masyarakatnya menggunakan sumber air minum dari sumur terlindung, jarak mata air ke tempat penampungan tinja terdekat lebih besar dari 10 meter, menggunakan fasilitas air minum secara sendiri, cara memperolehnya tidak membeli, menggunakan jamban sendiri, jenis kloset yang digunakan adalah leher angsa dan tempat pembuangan akhir tinjanya adalah tangki. Analisis regresi logistik dikotomus untuk wilayah perkotaan memberikan hasil bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penderita diare adalah sumber air minum terlindung, penggunaan jamban sendiri, tempat pembuangan akhir tinja dengan tangki dan jumlah anggota rumah tangga. Sedangkan untuk wilayah perdesaan, faktor yang mempengaruhi seseorang menderita diare adalah sumber air minum terlindung, penggunaan jamban sendiri dan jumlah anggota rumah tangga.

Alt. Description

The low of sanitation sector development priority, from the policy, regulation, until facility service, become the main issue in public sanitation access improvement. Common condition badness of drinking water and sanitation systems in Indonesia influences public health level. The low of drinking water source and sanitation quality will affect to the disease appearance, such as diarrhea and many kinds of skin diseases. The aims of this research are to identify sanitation and clean water condition in East Java and to analyze the relation between diarrhea patients, sanitation and clean water condition. The descriptive shows that diarrhea patients in East Java are only 4.72%. Most people in East Java use drinking water from protected well, which the distance between the source and the septic tank is more than 10 m, use the drinking water facility individually without buying, use own closet which the type is swan-neck type, and the excrement disposal is septic tank. Binary logistic regression analysis for cities yields the contributing factors to diarrhea patients, i.e. protected drinking water, the usage of own closet, septic tank as the last excrement disposal, and the number of house members. While for villages, they are protected drinking water, the usage of own closet, and the number of house members.

Contributor :

1. Dr. Sutikno, S.Si., M.Si

***************************************************************************

AUDIT DAN KONSERVASI ENERGI DI IPAM NGAGEL 2 PDAM KOTA SURABAYA UNTUK MENEKAN BIAYA PRODUKSI

ENERGY CONSERVATION AND AUDIT AT IPAM NGAGEL 2 PDAM SURABAYA CITY TO REDUCE COST PRODUCTION

Created by :
Priyambodo, Adam ( )

Subject: Biaya produksi
Perhitungan
Keyword: listrik
Instalasi Pengolahan Air Minum
Audit dan Konservasi Energi

[ Description ]

Telah dilakukan Audit dan Konservasi Energi di PAM Ngagel 2 PDAM Kota Surabaya yang memproduksi air minum mengenai konsumsi dan aliran energinya. Audit diperoleh berdasarkan data historical maupun data operasi yang didapat dari wawancara pihak perusahaan. Terlihat bahwa dalam pemakaian energi masih cukup besar. Untuk memproduksi 1 m3 air pada tahun 2006 dibutuhkan energi listrik sebesar 0,28 kWh/m3 air sedangkan pada tahun 2007 dibutuhkan energi listrik sebesar 0,30 kWh/m3 air. Fluktuasi produksi yang cukup besar menyebabkan Instalasi Pengolahan Air Minum kurang efisien, rata-rata motor hanya beroperasi pada 67,86% dari beban nominalnya. Usaha-usaha konservasi dapat dilakukan dengan penjadwalan pencucian bak filter pada beban WBP sebesar 4.040,38 kWh dipindah ke beban LWBP dan memperbaiki pengoperasian motor-motor listriknya tanpa mempengaruhi kapasitas produksi

Alt. Description

Energy Audit and Conservation has been done at IPAM Ngagel 2 PDAM Surabaya City which produces drinking water concerning on consumption and its energy stream. Audit has been collected based on historical data and operation data got from interviewing the company. It has been proved that the use of energy is still higher. To produce 1 m3 irrigate in 2006 required electrics energy equal to 0,28 kWh/m3 irrigate while in the year 2007 required electrics energy equal to 0,30 kWh/m3 irrigate. The great production fluctuation affects the Installation of Processing of Drinking Water less efficient, motor mean only operates on 67,86% from its nominal burden. Conservation effort can be conducted with the scheduling of wash of basin filter at burden WBP equal to 4.040,38 kWh moved to burden LWBP and improve its electromotors operation without influencing capacities of production.

Contributor :

1. Ir. Syariffuddin Mahmudsyah, M.Eng
Ir. Soedibyo, MMT

***************************************************************************

PENERAPAN KONSEP GREEN AND LEAN PRODUCTIVITY DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS (STUDI KASUS : INSTALASI PENJERNIHAN AIR MINUM II NGAGEL PDAM SURABAYA)

THE IMPLEMENTATION OF GREEN AND LEAN PRODUCTIVITY IN EFFORT TO INCREASE PRODUCTIVITY (Case Study : Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) II PDAM Surabaya)

Created by :
Meinitha, Venny Aditya ( )

Subject: Kualitas
Pengawasan
Keyword: Green and lean productivity
waste
non value added activity

[ Description ]

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah salah satu perusahaan daerah dengan kegiatan pokok melayani dan menyediakan air bersih kepada masyarakat melalui sistim perpipaan. PDAM Surabaya memiliki beberapa instalasi penernihan air minum salah satunya adalah Instalasi Penjernihan Air Minum (IPAM) II Ngagel Surabaya yang menjadi obyek penelitian. Agar masyarakat dapat menikmati air bersih yang terjamin kualitas dan mencukupi kuantitasnya serta mendukung pembangunan berkelanjutan maka PDAM harus meningkatkan produktivitasnya dengan melakukan efisiensi yaitu mengurangi aktivitas non value added yang merupakan pemborosan (waste) dan meningkatkan kinerja lingkungan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah Green and Lean Productivity. Green Productivity dipopulerkan oleh Asian Productivity Organization (APO) yaitu melakukan penghematan dengan mencegah produk gagal sambil melestarikan lingkungan. Lean merupakan filosofi Toyota production untuk mengeliminir segala bentuk pemborosan yang terjadi dalam aliran nilai. Melalui penambahan mesin filter RO yang mampu meningkatkan kualitas dan jumlah tangkapan air baku maka diperoleh peningkatan produktivitas sebesar 32%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Green and Lean Productivity merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan perlindungan terhadap lingkungan.

Alt. Description

Drinking Water District Company (PDAM) is one of district company with fundamental activity serve and provide clean water to society through pipe systems. PDAM Surabaya had some Depurating installation of drinking water,one of them is Drinking Water Depurating Installation ( PAM) II Ngagel Surabaya which becoming research object. In order to make society can enjoy well guaranted clean water of quality and answer the demand its amount and also support sustainability development hence PDAM have to improve its productivity by conducting efficiency that is lessen non value added activity representing extravagance (waste) and improve environmental performance. The Approach used at this research were Green and Lean Productivity. Green Productivity popularized by Asian Productivity Organization (APO) that is conduct thrift preventedly product fail at the same time preserve environment. Lean represent the philosophy of Toyota production to eliminate all the form of waste that happened in stream assess. Through machine filter RO addition capable to improve quality and sum up permanent water capture is hence obtained by a productivity improvement of equal to 32%. Pursuant to inferential the result that Green and Lean Productivity represent correct strategy to increase the productivity of organization and environment protection.

Contributor :

1. Dr. Ir. MOSES L. SINGGIH, MSc, M.Reg.Sc
Dyah Santhi Dewi, ST, M.Eng.Sc

****************************************************************************

PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR BABAT PDAM KABUPATEN LAMONGAN

Created by :
SANDY, ARIF PALUPI ( )

Subject: …
Alt. Subject : Water – Supply
Keyword: Air Bersih
Bangunan Pengolahan Air Minum
Peningkatan Kapasitas Produksi
Instalasi Babat

[ Description ]

Pentingya pemenuhan kebutuhan air bersih menjadikan agenda Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pelayanan dari separuh prosen penduduk yang belum terlayani akses air minum saat ini sebagai sasaran pada tahun 2015 (target MDG). Begitu juga Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Babat yang memproduksi air bersih dari salah satu sumber air baku milik PDAM Kabupaten Lamongan, yaitu sungai Bengawan Solo. Dengan dua instalasi yang ada, IPA Babat telah melayani 13,78% penduduk wilayah pelayanannya. Sasaran akan tercapai dengan peningkatan prosen pelayanan hingga 56,89%. Peningkatan prosen pelayanan diupayakan dengan peningkatan kapasitas produksi sebesar 450 Lt/dt. Kapasitas produksi ditingkatkan dengan pengoperasian kedua instalasi yang ada pada kapasitas perencanaan sebesar 120 Lt/dt setiap instalasi danperencanaan bang unan pengolahan air minum untuk instalasi baru berkapasitas 210 Lt/dt. Instalasi baru direncanakan dalam 2 tahap yang membutuhkan 4 pra sedimentasi, 1 pengaduk cepat, 1 pengaduk lambat, 4 sedimentasi, 4 filter dan 1 reservoir untuk tiap tahap sebagai unit utama. Perencanaan instalasi baru juga dilengkapi intake, pembubuh bahan kimia dan sludge drying bed. Perencanaan instalasi baru membutuhkan biaya program sebesar Rp. 4.570.014.120,00 untuk setiap tahap.

Alt. Description

The importance of clean water requirements fullfillment make Indonesia Government agenda’s to increase services from a half of Indonesia society percentage that has not serviced clean water access as an objective in 2015 (MDG target). Even so Babat water treatment plant that produce clean water from one of PDAM Lamongan regency water source properties, that is Bengawan Solo river. With two existing installation, this water treatment have serviced 13,78% society on its service area. The objective will reach out with raising percentage of service until 56,89%. The increasing of services percentage effort with production capacities upgrading as big as 450 Lt/s. Production capacities upgrade with operating both existing installation on planning capacities at 120 Lt/s each installation and planning water treatment plant for new installation with 210 Lt/s capacities. New installation planned in two stages which need 4 Plain sedimentations, 1 flash mixing, 1 slow mixing, 4 sedimentations, 4 filters as main unit operation on each stages. New installation planning is completed too with intake facilities, dosing reagen and sludge drying bed. Cost predicted for New installation planning require 4.570.014.120,00 rupiahs programme budget on each stages.

Contributor :

1. Ir. HARI WIKO INDARYANTO, M.Eng

***************************************************************************

RERATING KAPASITAS PRODUKSI IPA BATU AMPAR PDAM BALIKPAPAN

RERATING PRODUCTION CAPACITY BATU AMPAR WATER TREATMENT PLANT (WTP) BALIKPAPAN

Created by :
DEVI, SINTHA ELFIRA ( )

Subject: Air minum–Balikpapan
Teknik penyediaan air
Keyword: Evaluasi IPA
Analisa hidrolika
Analisa jar test
Rerating
Tube settler

[ Description ]

Suatu sistem pengolahan air minum dapat dioptimalkan dengan mengembangkan setiap proses sehingga mendekati kinerja potensial kondisi eksistingnya. Ini bertolak pada kenyataan bahwa kemampuan olah setiap unit proses selalu berada pada suatu kisaran nilai bukan pada besaran harga yang pasti. Rerating suatu instalasi pengolahan air minum dilakukan baik dalam rangka penambahan kapasitas produksi ataupun untuk perbaikan kinerja suatu instalasi pengolahan air minum hingga kinerja proses desainnya tercapai. Tugas akhir ini merupakan evaluasi kondisi eksisting IPA Batu Ampar PDAM Kota Balikpapan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi. Saat ini kapasitas produksi IPA Batu Ampar sekitar 328 lt/det sedangkan kapasitas terpasang sebesar 500 lt/det. Tahap pertama yang dilakukan dalam tugas akhir ini adalah mengevaluasi kondisi eksisting instalasi. Dari evaluasi ini didapatkan data-data antara lain : kualitas air baku, kualitas efluen, kondisi hidrolis dan proses pada operasi eksisting, serta kriteria desain ataupun kapasitas unit eksisting. Dilakukan pula analisa jar test untuk menentukan dosis optimum. Kemudian dilakukan perhitungan untuk kapasitas 500 lt/det . Dari hasil evaluasi, rerating dapat dilaksanakan dengan mengganti tube settler pada clearator 3 dan 4 dengan tube settler yang 2 kali lebih panjang. Dan tidak diperlukan perencanaan bangunan baru.

Alt. Description

Water treatment system can work optimal by expanding every process up to its potential existing ability condition. This accuse by the fact that the ability of every process unit always compared with its range value, not in a fix range. Rerating WTP can be done in the framework of production capacity increment or to improve the water treatment unit s ability so that the design process performance accomplish. This final project forms an evaluation of the existing condition of WTP Batu Ampar Balikpapan to optimize production capacity. Right now, the production capacity of Batu Ampar WTP is around 328 L/s, with an installed capacity of 500 L/s. First stage is evaluating the existing condition of the installation. From the evaluation of standard water quality, effluent quality, hydraulic condition and process on existing operation, design criteria and the existing unit capacity can be summarized. Jar test analysis has also been done to find the optimum dose. After that, calculation for 500 L/s capacity was carried out. From the evaluation, rerating can be achieved by changing tube settler on clearator 3 and 4. For clearator 3 and 4, the tube settler is twice longer. And there is no need to build any new installation.

Contributor :

1. Prof. Ir. WAHYONO HADI, MSc., Ph.D.

***************************************************************************

ANALISIS STATISTIK TENTANG PENGENDALIAN KUALITAS AIR MINUM DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN MADIUN

Created by :
Maharani Dewi A. ( )

Subject: Quality Control
Alt. Subject : Quality Control
Keyword: Kualitas
Kemampuan proses
Air minum.

[ Description ]

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat baik di kota besar maupun di kota kecil. PDAM berfungsi sebagai perusahaan yang melayani masyarakat untuk mendapatkan air minum yang bersih dan sehat. Sumber air yang digunakan oleh PDAM Kabupaten Madiun berasal dari air sumur bawah tanah, sehingga tidak dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu untuk dijadikan sebagai air baku yang dikonsumsi masyarakat. Penelitian secara statistik belum pernah dilakukan oleh PDAM Kabupaten Madiun sebelumnya, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang terbentuk dari parameter kualitas air minum, selain itu untuk mengetahui pengendalian kualitas air minum dan kemampuan proses kualitas air minum PDAM Kabupaten Madiun. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder pada tanggal 17 nopember 2005-15 februari 2006, dimana terdapat sepuluh variabel kualitas air minum yang diteliti antara lain Total padatan terlarut (TDS), kekeruhan, warna, fluorida, kesadahan, klorida, nitrat, pH, sulfat dan natrium. Metode analisis faktor digunakan untuk mereduksi kesepuluh variabel kualitas air minum menjadi sejumlah kecil faktor, sehingga terbentuk 3 faktor dari sepuluh variabel kualitas air minum. Faktor 1 terdiri dari Total padatan terlarut (TDS), kesadahan dan klorida, faktor 2 terdiri dari fluorida, nitrat (NO3), pH dan natrium sedangkan faktor 3 terdiri dari kekeruhan, warna dan sulfat. Analisis peta kendali digunakan untuk mengetahui apakah suatu proses tersebut terkendali atau tidak, terkendalinya suatu proses produksi tidak saja dilihat dari rataan variabel yang dihasilkan, yang biasa digambarkan dengan peta kendali mean tetapi juga dilihat dari variansinya. Proses pengendalian kualitas air minum PDAM Kabupaten Madiun untuk masing-masing faktor tidak terkendali secara statistik, karena masih terdapat beberapa titik pengamatan yang berada diluar batas kendali sehingga indeks kemampuan proses untuk masing-masing faktor tidak dapat ditentukan.

Contributor :

1. Dra. SRI MUMPUNI RETNANINGSIH, MT

****************************************************************************

ANALISA PENENTUAN TARIF AIR MINUM PDAM KOTA PALANGKA RAYA

ANALYSIS OF DETERMINING DRINKING WATER TARIFF AT PDAM PALANGKA RAYA CITY

Created by :
Juheri ( )

Subject: Air minum
Keyword: ATP-WTP
PDAM
Tarif
Palangka Raya

[ Description ]

Perolehan pendapatan PDAM Kota Palangka Raya, berasal dari penjualan air dan sangat tergantung dari tarif yang diberlakukan. PDAM tidak dapat menentukan tarif secara sepihak menurut biaya operasionalnya, melainkan harus memperhatikan kemampuan dan kemauan membayar dari konsumennya. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan berapa besarnya tarif PDAM dari sisi produsen dan mengetahui kemampuan dan kemauan dari konsumen rumah tangga serta menyusun saran kebijakan tarif berdasarkan kondisi produsen (PDAM) dan konsumen rumah tangga. Tarif air minum dari sisi produsen diperoleh berdasarkan seluruh biaya operasional dengan pedekatan pemulihan biaya operasional (Cost Recovery) PDAM, tidak termasuk investasi. Kemampuan membayar (Ability To Pay – ATP) diperoleh berdasarkan alokasi pendapatan konsumen rumah tangga untuk pem-bayaran air PDAM. Kemauan membayar (Willingnees To Pay – WTP) diperoleh dari tanggapan konsumen terhadap tarif air yang ditawarkan. Kebijakan tarif yang diusulkan disusun berdasarkan kondisi produsen (PDAM) dan kondisi ATP-WTP konsumen rumah tangga. Data sekunder diperoleh melalui survai instansional. Data primer diperoleh melalui survai ke konsumen dengan penyebaran koesioner kepada 100 responden pelanggan rumah tangga PDAM di Kota Palangka Raya. Besarnya tarif tahun 2008 dari sisi produsen untuk pelanggan rumah tangga A sebesar Rp. 4.570,-/m³ dan untuk pelanggan rumah tangga B sebesar Rp. 5.118,-/m³. Berdasarkan analisis kemampuan membayar (ATP), konsumen rumah tangga yang mampu membayar tarif air minum dari kategori Low Income sebesar Rp. 2.375,-/ m³ adalah 84,2 % dan Rp. 2.750,-/m³ adalah 10,5%; Medium Income untuk tarif sebesar Rp. 2.500,-/ m³ adalah 66,1 % dan Rp. 2.875,-/m³ adalah 10,2 %; High Income sebesar Rp. 2.625,-/m³ adalah 36,4 % dan Rp. 3.000,-/m³ adalah 22,7 %. Kemauan membayar (WTP) konsumen rumah tangga dari kategori Low Income sebesar Rp. 2.250,-/m³ adalah 89,5 % dan Rp. 2.625,-/m³ adalah 15,8 %; Medium Income untuk tarif sebesar Rp. 2.375,-/ m³ adalah 83,3 % dan Rp. 2.750,-/m³ adalah 13,6 %; High Income sebesar Rp. 2.500,-/m³ adalah 77,3 % dan Rp. 2.750,-/m³ adalah 18,2%. Kebijakan tarif air minum yang diusulkan adalah perlu menambah kategori tarif SR C (high income). Besaran tarif air minum tahun 2008 yang diusulkan untuk pelanggan rumah tangga adalah tarif berdasarkan kondisi ATP, dengan kenaikan rata-rata tarif sebesar 31,3 % dan rata-rata subsidi tarif sebesar 45,8 %.

Alt. Description

The income of PDAM in the city of Palangkaraya comes from the sale of water and largely depends on the currently applicable water rate. PDAM could not determine the rate merely on the operational cost basis, but it has also to consider its customers’ ability and willingness to pay. The aims of the search was to determine the rate should PDAM from the producer’s standpoint, and to know the ability and willingness to pay of the household consumers, as well as to arrangge suggestions on water rate policy based on the producer’s condition (PDAM) and the household consumers. The drinking-water rate from the producer’s standpoint is determined and based on the total operational cost under the PDAM Cost Recovery approach, not included investation. The ability to Pay (ATP) is based on the income allocation of the household consumers for the payment of the PDAM water. The Willingness to Pay (WTP) is obtained from the consumers’ response towards the water rate. The policy on the determination of the proposed water rate is made on the basis of the producer’s condition (PDAM) and the ATP-WTP condition of the household consumers. The secondary data got from instantional survey. The primary data got from consumers are given questionaires to 100 respondents PDAM household consumers in Palangka Raya city. The drinking-water rate in 2008 from the producer’s standpoint is Rp. 4,570.,/m3 for the A classified household consumers and is Rp. 5,118.-/m3 for the B classified household consumers. In terms of the ability to pay (ATP), the household consumers of the Low Income category who are able to pay the drinking-water rate of Rp. 2,375,-/m3 comprise 84.2% and of 2,750-/m3 comprise 10.5%. The Medium Income customers for the water rate of Rp. 2,500/m3 make up 66.1% and of Rp. 2,875.-/m3 comprise 10.2%. The High income customers for the water rate of 2,625.-/m3 comprise 36.4% and of Rp. 3,000.-/m3 make up 22.7%. The consumers’ Willingness to Pay (WTP) from the Low Income category of Rp. 2,250/m3 make up 89.5% and of Rp. 2,625/m3 comprise 15.8%. The Medium Income customers for the water rate of Rp. 2,375.-/m3 constitute 83.3% and of Rp. 2,750.-/m3 form 13.6%; The High Income customers of Rp. 2,500.-/m3 constitute 77,3% and of Rp. 2750.-/m3 comprise 18,2%. The proposed action within the policy on drinking-water rate is to add the category of SR C rate (high income). The drinking-water rate in 2008 proposed for household consumers are the ones based on the ATP condition,with the increasing water rate average 31.3% and subsidy rate everage 45.8 %.

Contributor :

1. Ir. Retno Indryani, MS

***************************************************************************

EVALUASI PENYEDIAAN AIR BERSIH PERDESAAN KECAMATAN BERMANI ULU RAYA KABUPATEN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU

EVALUATION OF RURAL CLEAN WATER SUPPLY IN KECAMATAN BERMANI ULU RAYA KABUPATEN REJANG LEBONG PROPINSI BENGKULU

Created by :
ALJIHAT ( 3307202717 )

Subject: Penyediaan air
Alt. Subject : Water Supply
Keyword: air bersih
evaluasi
pengelolaan
perdesaan
perpipaan.

[ Description ]

Penyediaan air bersih perdesaan dengan sistem perpipaan di Kecamatan Bermani Ulu Raya oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Kampung Melayu telah melayani 5,65 % penduduk kecamatan dan Program Penyediaan Sarana Air Bersih (PSAB) perpipaan telah melayani 25,85 % penduduk kecamatan. Target Millenium Development Goals (MDG) Nasional tahun 2015 air minum perpipaan mencapai 57,4 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknis sistem penyediaan air minum perdesaan dan merumuskan sistem pengelolaan agar PSAB perpipaan yang terbangun dapat berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey evaluasi formatif. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Data primer diperoleh melalui pengamatan, uji sampel air dan penyebaran kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 110 responden di 8 desa yang telah dilayani PDAM dan PSAB, dengan rincian 25 pelanggan PDAM, 40 pelanggan PSAB dan 45 non pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan air bersih perdesaan oleh pemerintah desa tidak efektif dan tidak berkelanjutan, sedangkan pengelolaan oleh Organisasi Masyarakat Setempat – Air Minum (OMS-AM) dapat menjaga keberlanjutan sistem penyediaan air minum (SPAM) perdesaan. Pemanfaatan produksi air pada tahun 2008 baru mencapai 35,99 %. Tekanan pada jaringan pipa distribusi PSAB Babakan Baru, PSAB Bangun Jaya dan PSAB Pal VII lebih kecil 10 m, sedangkan pada PSAB Air Bening, PSAB Sumberejo Transad, dan PDAM Unit Kampung Melayu lebih besar 10 m. Target MDG dapat dicapai jika dilakukan perbaikan sistem eksisting dan pembangunan PSAB untuk Desa Pal 100 dan Desa Bandung Marga. Peningkatan pelayanan PDAM dapat mencapai 16,73 %. Pengembangan tanggung jawab pelayanan PDAM untuk pemenuhan air minum Desa Tebat Tenong Luar dan Desa Pal VIII. Pengembangan pelayanan air minum perdesaan terbesar dilakukan melalui PSAB mencapai 58,74 %. Untuk mencapai hal tersebut perlu penguatan kapasitas kelembagaan pengelola PSAB di tingkat desa. Kapasitas jaringan PDAM dan PSAB masih dapat diandalkan hingga tahun 2020, upaya mempertahankan dan meningkatkan pelayanan SPAM perdesaan adalah optimalisasi kapasitas terpasang dan kapasitas produksi.

Alt. Description

Rural water supply piping system at Kecamatan Bermani Ulu Raya by The Water Supply Enterprise (PDAM) of Kampung Melayu has served 5,65 % of district resident and Clean Water Supply Infrastructure Program (Program Penyediaan Sarana Air Bersih; PSAB) has served 25,85 % of another district resident. The National Millenium Development Goals (MDG) target in 2015 is to reach 57,4 % coverage. The purpose of this research is to get a technical evaluation of rural clean water supply system and formulates the management system in order to make PSAB piping program can be increases and sustainable. The method applied in this research is formative evaluation survey method. Secondary data is collected through bibliography study and documentation. Primary data are obtained through observation, water sampling test and questionaire propagation. Questionaire was propagated to 110 responders in 8 villages served by PDAM and PSAB, with detail of : 25 PDAM customers, 40 PSAB customers and 45 is neither PDAM nor PSAB customers. Results of the research indicate that rural clean water management by rural government is not effective and not sustainable, while management by Local Community Organization for Clean Water (Organisasi Masyarakat Setempat–Air Minum; OMS-AM) can keep the sustainability of the system (Sistem Penyediaan Air Minum, SPAM). The use of water production in 2008 has just reached 35,99 %. Pressure in distribution network by PSAB Babakan Baru, PSAB Bangun Jaya and PSAB Pal VII is less than 10 m, while in PSAB Air Bening, PSAB Sumberejo Transad, and PDAM Kampung Melayu is more than 10 m. MDG target could be reached if the existing system could be improved and the development of PSAB for Desa Pal 100 and Desa Bandung Marga can be implemented. Improvement PDAM system may increase coverage to 16,73 %. Improvement of service of PDAM responsibility is in Desa Tebat Tenong Luar and Desa Pal VIII. Clean water supply coverage by PSAB even may increase up to 58,74 %. It needs institution capacities strengthening for PSAB management at rural level. Piped network capacity of PDAM and PSAB can still be used up to 2020. The efforts to maintain and improve rural SPAM service are by optimizing installed and production capacities.

Contributor :

1. Ir. Eddy Setiadi Soedjono, Dipl.SE., M.Sc., Ph.D.

***************************************************************************

PENENTUAN TARIF AIR MINUM PDAM KOTA KUALA KAPUAS KABUPATEN KAPUAS, KALIMANTAN TENGAH

DETERMINATION OF PDAM WATER RATES IN KUALA KAPUAS CITY

Created by :
IMANNUAH ( )

Keyword: Tarif air minum
ATP

[ Description ]

Perolehan pendapatan PDAM berasal dari hasil penjualan air dan sangat tergantung dari tarif air yang diberlakukan. PDAM tidak dapat menentukan tarif secara sepihak menurut biaya operasionalnya, melainkan harus memperhatikan kemampuan dan kemauan membayar dari konsumen. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan berapa besamya tarif PDAM dari sisi produsen dan melihat kemampuan dan kemauan membayar dari konsumen, serta menyusun saran kebijakan tarif berdasarkan kondisi PDAM dan konsumen. Tarif air minum dari sisi produsen dihitung berdasarkan seluruh biaya operasional PDAM. Kemampuan membayar (Ability To Pay – ATP) diperoleh berdasarkan tarif air minum per m3 yang dibayarkan ke PDAM. Kemauan membayar (Willingness To Pay – WTP) diperoleh berdasarkan persepsi konsumen terhadap tarif air. Kebijakan tarif yang diusulkan disusun berdasarkan kondisi PDAM, konsumen dan kebijakan Pemerintah Kota Kuala Kapuas. Besar tarif air minum PDAM Kuala Kapuas, berdasarkan biaya operasional PDAM, tahun 2006 sebesar Rp. 2.598,00/m3 untuk sambungan rumah tangga dan Rp. 1.928,00 /m3 untuk kran umum. Tarif tahun 2007 sebesar Rp. 4.428,00 /m3 untuk sambungan rumah tangga dan Rp. 3.109,00/m3 untuk kran umum. Tarif tahun 2008 sebesar Rp. 4.424,00 /m3 untuk sambungan rumah tangga dan Rp. 3.109,00 / m3 untuk kran umum. Kemampuan membayar (ATP) konsumen rumah tangga Kategori Low Income terhadap tarif sebesar Rp. 2.619,00/m3 adalah 60,42 % dan Rp.3.738,00/m3 adalah 22,92 %. Kategori Medium Income kemampuan konsumen terhadap tarif sebesar Rp.3.178,50/m3 adalah 46,25 % dan Rp.4.857,00 / m3 adalah 8,75 %. Kemauan membayar (WTP) konsumen rumah tangga, Kategori Low Income untuk membayar tarif sebesar Rp.2.619,00/ m3 adalah 20,80 %, Kategori Medium Income kemauan konsumen untuk membayar tarif sebesar Rp.2.619,00/m3 adalah 61,20 %. Berdasarkan kebijakan tarif pemerintah dan berdasarkan WTP konsumen terhadap kenaikan tarif 10%, maka usulan penetapan tarif untuk sambungan rumah tangga pada Kategori Low Income untuk 0 – 10 m adalah 2.619,00/m3, untuk 11 – 20 m3 adalah Rp. 3.178,50/m3, untuk diatas 20 m3 adalah 3.739,00/m3. Kategori Medium Income untuk 0 – 10 m3 adalah Rp. 3.178,50/m3, untuk 11 – 20 m3 adalah Rp. 3.739,00/m3, untuk diatas 20 m3 adalah Rp.4.857,00/m3 . Tarif tahun 2007 dan tahun 2008 diasumsikan terjadi kenaikan 10 %/tahun.

Alt. Description

PDAM’s revenues derived from the drinking water sale and this highly depended on the prevailing water rates. PDAM (Kuala Kapuas Municipal Waterworks) could not determine the rate unilaterally according to its operating costs. Rather, it should carefully consider the consumers’ ability to pay (ATP) and willingness to pay (WTP). The purpose of the recent research was to determine what the rate should PDAM charge from producer’s aspect and to know the consumers’ ATP and WTP, as well as to arrange recommendations regarding the water rates on the basis of PDAM and consumer’s conditions. The water rates from the producer’s aspect could be calculated by taking into consideration of all operating costs. The ability to pay (ATP) was measured in accordance with the water rates per m3 paid to the PDAM. Similarly, the willingness to pay (WTP) might be measured in associated with the consumers’ perception toward the water rates. The rate policy was proposed based on PDAM, consumers’ circumstances and policy of Kuala Kapuas local government. The water rates in of PDAM Kuala Kapuas with respect to the operating costs in 2006 was fixed at Rp. 2,598,00/m3 for household water connections and Rp. ,928.00/m3 for the public water taps. In 2007the rates accounted for Rp. 4,428.00/m3 for the household water connections and Rp. 3,109.00/ m3 for the public water taps, while in 2008 those figures will be at Rp. 4,424.00/m3 and Rp. 3,109.00/m3, respectively. The household consumers’ ATP in the low income bracket for paying Rp. 2,619.00/m3 was recorded at 60.42% and Rp. 3,738.00/m3 was recorded at 22.92%. Furthermore, the consumers’ ATP in the medium income bracket to pay Rp. 3,178.50/m3 represented 46.25% and Rp. 4,857.00/m3 accounted for 8.75%. In addition, the consumers’ WTP in the low income bracket for payment of Rp. 2,619.00/m3 indicated 20.80%, while the those in the medium income bracket for payment of Rp. 2,619.00/m were 61.20%. As for the government rate policy and consumers’ WTP in line with an increase in rate at 10%, then the proposed rates for the household consumers in the low income bracket for 0 – 10 m3 were Rp. ,619.00/ m3, for 11-20 m3 Rp. 3,178.50/m3 and for above 20 m3 Rp. 3,739.00/m3. Similarly, the proposed rates for the household consumers in the medium income bracket for 0 – 10 m3 were Rp. 3,178.50/m3, for 11 – 20 m3 Rp. 3,739.50/m3 and for above 20 m3 Rp. 4,857.00/m3. It is estimated that the water rates in 2007 and 2008 will experience an increase by 10% annually.

Contributor :

1. Ir. Retno Indryani, MT

****************************************************************************

PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM IKK MENDOYO, BALI

THE PLAN OF THE WATER DISTRIBUTION SYSTEM IN IKK MENDOYO, BALI

Created by :
Maulidia, Cut Ika ( )

Subject: Distribusi air
Keyword: Kebutuhan air
distribusi
pelayanan

[ Description ]

Ikk Mendoyo (Desa Yeh Embang Kauh) merupakan kawasan rencana pengembangan sistem distribusi PDAM Jembrana. Peningkatan jumlah penduduk di IKK Mendoyo mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan air bersih. Latar belakang perencanaan pengembangan ini adalah kurangnya tingkat pelayanan air bersih pada IKK Mendoyo yang baru mencapai 42,1% dari jumlah penduduk IKK tersebut. Hal ini disebabkan karena debit pada sumber yang kecil yaitu sebesar 3 liter/detik, sehingga perencanaan ini menggunakan sumber air baru yang berasal dari air permukaan, yaitu Sungai Yeh Embang. Perencanaan ini memberikan alternatif penanganan dalam merencanakan sistem distribusi air minum dengan program Epanet Versi 2.0.Perencanaan sistem distribusi air minum ini dilakukan untuk 10 tahun mendatang, dimana pada tahun 2018, target pelayanan kebutuhan air meningkat dari 42,1 % menjadi 90,35%. Hal ini telah mengacu pada konsep MDGs (Millennium Development Goals), di mana target pelayanan kebutuhan air hingga 10 tahun ke depan dapat mencapai 80%. Kebocoran hingga akhir perencanaan diharapkan hanya 20%. Pipa yang digunakan dalam perencanaan ini adalah pipa PVC dengan diameter antara 50 –150 mm. Biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp.582.702.730.

Alt. Description

Mendoyo Subdistrict (Yeh Embang Kauh Village) is a region in the plan of the clean water distribution system of PDAM Jembrana. The increase of the population will cause the increase of water demand. The purpose of this plan is the lack of clean water in Mendoyo Subdistrict, which only reach 42,1% of the population. It caused by the water capacity, which is only 3 L/second, so that the new water resource is needed, from surface water, Yeh Embang River. This plan provides alternative suggestions in handling and planning the clean water distribution system using Epanet Version 2.0 programme. This clean water distribution system plan executed for the next 10 years, which the target of water demand increased from 42,1% became 90,35%. It is following the MDGs (Millennium Development Goals) concept, in which the target service of water demand for the next 10 years can reach the number of 80%. The leakage is expected only 20% until the end of this plan. The type of pipe for this clean water distribution system plan is PVC, using diameter between 50 –150 mm. The total cost for this clean water distribution system plan is 582.702.730 rupiah.

Contributor :

1. Ir. BOWO DJOKO MARSONO, M.Eng

***************************************************************************

UPAYA PEMANFAATAN AIR PAYAU UNTUK AIR MINUM SUATU STUDY KUALITAS AIR PADA PERUMAHAN OMA INDAH MENGANTI – GRESIK

EFFORT BRACKISH WATER EXPLOITING FOR THE DRINKING WATER A STUDY OF WATER QUALITY AT HOUSING OMA INDAH MENGANTI-GRESIK

Created by :
Valentinus Tan ( )

Subject: Air minum
Keyword: Membrane mineral

[ Description ]

Penggunaan snmber air tanah dangkal sering mengalami kendala karena air sumurnya terasa payau. Hal ini dialami oleh warga perumahan Oma indah Menganti -Gersik, walaupun lokasi perumahannya jauh dari garis pantai. Perumahan ini, terletak di desa Bringkang, kecamatan Menganti, kabupaten Gresik – Jatim. Letak desa ini, 13,5 km dari garis pantai selat Madura. Sumur yang ada diperumahan ini, berbeda-beda rasa asinnya sesuai letak sumur. Bagaimana memantaatan air payau dari sumur warga yang telah di bor/gali? Untuk mengatasi kebutuhan air yang meningkat dari tahun ke tahun diperlukan upaya pemanfaatan air payau untuk pemenuhan kebutuhan air minum. Salah satu usaha pemanfaatan air payau untuk air minum adalah pengolahan dengan metode membran mineral. Sebelum pengolahan dengan metode membran, dilakukan pengukuran di lapangan dan pengujian di laboratorium sampel air sumur. Dari data yang diperoleh sebelum pengolahan dapat dianalisa unsur yang terkandung dalam air sumur, hubungan antara jarak sumur ke sungai dengan tingkat keasinan air ( Cl dan DHL). Setelah pengolahan dengan beberapa modifikasi membran mineral dapat diketahui modifikasi membran mineral yang paling unggul dan maksimum kadar Cl air sumur, yang mampu diolah. Dari hasil analisa regresi SPSS, diketahui semakin dekat sungai, semakin payau airnya. Pengolahan dengan menggunakan modifikasi memhran mineral dengan reaksi kimia dapat menurunkan kadar garam (NaCl) sebesar 90 %. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dalam pemanfaatan air payau untuk air minum, modifikasi membran dengan reaksi kimia yang paling unggul. Membran ini dapat mengolah air payau yang kandungan Cl nya maksimum 2299 mg/l Cl menjadi 240 mg/lCl.

Alt. Description

Usage of source of ground water, often experience of constraint because hs well water felt is brackish. This matter was experienced by citizen housing of Oma Endah Menganti – Gersik, although its housing location far fiom coasdine. This housing, located in Bringkang countryside, Menganti dlstrict Gresik sub-province – Jatim. This situation Countryside, 13,5 km from Madura strait coastline. Existing Well in this housing, different each other feel brinyly of according to situation of well. How effort use brackish water from citizen well which have drilling / dig ? To overcome amount of water required which mounting fiom year to year needed efifort brackish water exploiting for the accomplishment of amount of water required drink. One of effort brackish water explorting for the drinking water is by mineral membrane method Before processing with membrane method, done measurement in field and examination sample of well water in laboratory. From information before processing can be analysed element which implied in well water, relation among well distance to river with level saltiness of water ( Ci and DHL ). After processing with a few modify mineral membrane can know most pre-eminent modification of mineral membrane, and maximum Cl rate of well water, which can to be processed. From result of SPSS regresi analysis, known closer river, brackish progressively its water. Processing by using mineral membrane modification with reaction of chemistry can degrade salt rate ( Nacl) equal to 90 %. Therefore can be concluded that in brackish water exploiting for the drinking of water, membrane modification with reaction of chemistry is most pre-eminent This membrane can process Its maximum obstetrical brackish water 2299 mg/l Cl become 240 mg/1 C1.

Contributor :

1. Ir. Soetoyo, M.Sc.
Prof. Ir. Wahyono Hadi, M.Sc Phd

***************************************************************************

STUDI KUALITAS AIR PADA JARINGAN DISTRIBUSI KOTA JAYAPURA

Created by :
CONORAS, SIRAJUDIN ISMAIL ( )

Keyword: Kualitas Air
Siap Minum
Jarak
TDS

[ Description ]

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi umum kualitas air pada penyediaan air bersih Kota Jayapura, menganaiisa korelasi jarak antara lokasi konsumen dan sumber air/ instalasi terhadap kualitas air yang diterima oleh konsumen/pelanggan, dalam upaya mengetahui apakah jaringan disbibusi sudah berfungsi sesuai fungsinya yaitu menyalurkan air tanpa merubah kualitas air. Wilayah Studi adalah Daerah Abepura, mengingat daerah Abepura mempunyai jaringan distribusi yang baik dengan ketersediaan data yang cukup lengkap dan hanya khusus daeran yang mendapat suplai air dari Reservoir Waena. Parameter Observasi untuk indikasi kualitas air yaitu : Total Zat PadatTerlarut (TDS), Kekeruhan , Sisa Klor dan Coliform. Hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu air minum yang berlaku di Indonesia untuk mengevaluasi kondisi kualitas air. Metode Least Square digunakan untuk menganalisa hubungan atau korelasi antar variable dalam penelitian ini. Meskipun ditinjau dari parameter TDS dan Kekeruhan, air telah memenuhi persyaratan baku mutu air minum. Sedangkan ditinjau dari parameter coliform, air tidak memenuhi baku mutu air minum, Korelasi yang rendah untuk hubungan antara jarak dan TDS (r = 0.031), begitu juga untuk jarak dan kekerunan (r = -0.462), artinya selama air mengalir di jaringan distribusi tidak terjadi perubahan TDS dan kekeruhan. Korelasi tinggi antara jarak dan coliform (r = 0.713), begitu juga antara jarak dan Sisa Klor (r = -0.735), artinya selama air mengalir di jaringan distribusi terjadi perubahan coliform dan Sisa Klor. Korelasi tinggi antara coliform dan sisa klor (r = -0.752), artinya jumlah coliform tergantung konsentrasi sisa klor.

Alt. Description

The purpose of this research are evaluation of general condition of water quality at supplying clean water in Jayapura, evaluation correlation of distance between consumer and water/ installation sources to water quality that accepted with consumer/ customer, to know that did distribution network as some as the function that supplying water without change of water quality. Study area was in Abepura, remembered Abepura had good distribution network in complete data preparation and special district where get water supply from reservoir Waena. Parameter of observation to indicate water quality such as Total of Solid Dissolved (TDS), Turbidity, Chloric and Coliform ResL Measuring result was compared with drinking – water quality in Indonesia to evaluate condition of water quality Least Squares method was used to analyze the connection or correlation of variables in this research. Although observe from TDS parameters and Turbidity, the water had completed base condition of drinking water quality. While, observe from Coliform parameter, the connection between distance and TDS (r = 0,031), also between distance and Turbidity (r = -0,462), those mean as long as water flow in the distributjon network so nothing happen changes of TDS and turbidity. High correlation between distance and coliform (r = 0,713), also between distance and chloric rest (r = -0,735), those mean as long as water flow in distribution network changes of Coliform and chloric rest High correlation between coliform and chloric rest (r = -0,752). Mean amount of coliform depend on concentrations of chloric rest.

Contributor :

1. Prof. Ir. Wahyono Hadi, M.Sc., Ph.D

****************************************************************************

PENGARUH VARIASI MEDIA DAN TINGGI MEDIA PADA FILTER DUAL MEDIA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AIR KRAN

THE INFLUENCE OF HIGH AND TYPE OF MEDIA IN A FILTER DUAL MEDIA TO IMPROVE TAP WATER QUALITY

Created by :
Fairuza, Eka Zuhrotul ( )

Subject: Air
penyulingan
Keyword: Rapid sand filter
dual media
turbidity

[ Description ]

PDAM Surabaya merupakan instansi yang memproduksi air bersih untuk masyarakat. Air produksi PDAM Surabaya belum memenuhi standar baku mutu air minum. Menurut penelitian awal, air PDAM Surabaya masih mengandung kekeruhan dan coliform yang cukup tinggi, sehingga air PDAM Surabaya tidak layak untuk diminum. Oleh karena itu, sebagian masyarakat menggunakan air kemasan untuk minum. Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat telah mengenal suatu alat filter yang mampu mengurangi tingkat kekeruhan dan coliform air PDAM Surabaya. Hal ini terbukti dengan banyaknya alat filter yang dijual dipasaran, tetapi alat tersebut mahal harganya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu alat filter untuk menghasilkan air PDAM Surabaya yang langsung dapat diminum dengan menggunakan filter dual media. Filter yang dibuat adalah rapid sand filter aliran downflow, menggunakan dual media yaitu pasir kuarsa dan GAC (kayu jati dan tempurung kelapa) dengan tinggi 6 cm dan 12 cm, serta rate filtrasi 3 l/menit dan 5 l/menit. Berdasarkan hasil penelitian, filter yang terbaik adalah filter yang menggunakan media pasir kuarsa 6 cm dan GAC kayu jati 12 cm dengan rate filtrasi 5 l/menit. Kinerja yang dihasilkan alat tersebut memenuhi standar baku mutu air minum KEPMENKES RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002. Akan tetapi alat filter ini baru bisa menurunkan kandungan coliform di air PDAM Surabaya sebesar 98,56%.

Alt. Description

PDAM Surabaya is an institution that produce clean water for public. The produced water of PDAM Surabaya is qualified for drinking water. Based on the initial research, the produced water of PDAM Surabaya is still containing high turbidity and coliform. Some people buy bottled water for drinking. In the market, there is some equipment that is used to purify tap water; however, the equipment is mostly expensive. Therefore, this research aims to make an equipment that can be used to purify tap water so that the water becoming potable water. The equipment is using the principle of rapid sand filter with down-flow stream that uses dual media; i.e. quartz sand and GAC (made from teak wood and coconut shell). The height of the media will be 6 cm and 12 cm, alternately. The rate of filtration will be 3 l/minute and 5 l/minute. From the results, it can be concluded that the best filter is the filter that using quartz sand media of 6 cm and teak-GAC of 12 cm height, with the rate of filtration of 5 l/minute. The resulting water is in the standard quality of drinking water of KEPMENKES RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002. However, this equipment can only reduce 98,56% of the coliform content in produced water of PDAM Surabaya. A further research is needed to make the equipment better.

Contributor :

1. Dr. Ir. Nieke Karnaningroem, MSc.

***************************************************************************

PENERAPAN ANALISIS MULTIVARIAT DALAM PENGENDALIAN KUALITAS AIR PRODUKSI DI PDAM SURABAYA

Created by :
DEVIANTI, VIVID ( )

Subject: analitis air
Keyword: Pengendalian Kualitas Statistik Multivariat
Analisa Faktor
Peta Kendali Multivariat Hotelling T2
Analisa Komponen Utama
Analisa Skor
Indeks Kemampuan Proses Multivariat
Multivariate Statistical Process Control
Factor Analysis
Multivariate Control

[ Description ]

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan kantong-kantong industri dan usaha di Surabaya semakin memacu meningkatnya kebutuhan air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya bertanggung jawab dalam penanganan dan pengaturan serta peningkatan pelayanan umum pengadaan air bersih. Dalam memenuhi kebutuhan air minum masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya, PDAM kota Surabaya melakukan pengolahan air baku dari beberapa sumber mata air di 6 (enam) agar memenuhi persyaratan air minum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 416/MENKES/PER/IX/1990. Untuk memantau kinerja dari proses pengolahan air dari waktu ke waktu dan untuk mendeteksi kejadian-kejadian penyebab proses tidak terkendali dilakukan Pengendalian Kualitas Statistik Multivariat {Multivariate Statistical Process Control). Dari 22 variabel karakteristik kualitas air produksi terkelompok menjadi 8 faktor yang dihasilkan dari Analisa Faktor (Factor Analysis). Skala prioritas analisa difokuskan pada Faktor 1 yang terdiri dari variabel TDS, Natrium, Khlorida, Suhu, DHL dan CO2 bebas. Selanjutnya dari Peta Kendali Multivariat Hotelling T2 (Multivariate Control Chart with Hotelling T2) didapatkan observasi yang diluar batas kendali yaitu observasi 62, 63, 64, 77, 83 dan 96. Berikutnya Analisa Skor (Score Analysis) dilakukan pada observasi diluar kendali tersebut dengan cara mencari nilai skor dengan Analisa Komponen Utama (Principle Component Analysis), membuat normalisasi skor, menghitung nilai kontribusi dan plot kontribusi total. Hasil investigasi menunjukkan variabel TDS memberikan kontribusi terbesar terhadap kondisi tidak terkendali. Hasil penghitungan Indeks Kemampuan Proses Multivariat (Cp) dengan menggunakan program Macro Minitab menghasilkan nilai sebesar 11,80064. Hal ini menunjukkan tingkat akurasi dan presisi proses pengolahan air minum yang cukup bagus dan secara keseluruhan proses dalam kondisi terkendali.

Alt. Description

The increasing number of population and the development of industrial era and business in Surabaya boost the need of clean water, especially drinking water. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya have the responsibility in handling, managing and improving public service for drinking water supply. PDAM Surabaya process water from many sources in 6 (six) drinking water processing installation, so that drinking water meet the specification required by Indonesian Government cq. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 416/MENKES/PER/IX/1990. Multivariate Statistical Process Control (SPC) is developed to continuously control of the process and detect causes for uncontrollable condition. From 22 variables of quality characteristic of clean water is grouped to 8 factor generated from Factor Analysis. Analysis is prioritized to Factor 1, which variables are TDS, Natrium, Khlorida, Suhu, DHL and CO2 bebas. Multivariate Control Chart with Hotelling T3 generates off limit observations, which are observation number 62, 63, 64, 77, 83 and 96. Then Score Analysis focused on those off limit observations by finding score value with Principle Component Analysis, normalizing the score, counting contribution and plotting total contribution. Result of investigation shows that TDS variable give the biggest contribution for uncontrolled condition. Result of Index Capability Process Multivariate analysis using Macro Minitab shows Cp = 11,80064. This points that accuracy and precision of process is good and that process is in controlled condition.

Contributor :

1. Drs.Haryono, MSIE
Dr.Ir.I Nyoman Pudjawan,M.Eng

***************************************************************************

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PERUSAHAAN AIR MINUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (STUDI KASUS: PERUSANAAN DAERAH AIR MINUM DELTA TIRTA SIDOARJO)

INCREASE OF DRINK WATER COMPANY SERVICE BY USE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT METHOD

Created by :
TJAHJONO, AGOES BOEDl ( )

Subject: Pelayanan pelanggan
Keyword: Otonomi daerah
PDAM
pelayanan prima
Quality Function Deployment (QFD)

[ Description ]

Pembangunan industri, perdagangan dan perumahan di Kabupaten Sidoarjo memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kebutuhan air minum bagi masyarakat Namun kebutuhan air minum ini masih tercukupi sebesar ± 17,17% bagi jumlah penduduk Sidoarjo sebesar ± 1.548.472 jiwa pada tahun 2000, disamping itu sejalan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah di Sidoarjo, misi PDAM Delta Tirta Sidoarjo antara lain diarahkan dalam rangka memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat Didasarkan pada hasil identifikasi tingkat kepuasan pelanggan yang diterima dan tingkat kepuasan yang diharapkan, masih diperoleh gap negatif pada beberapa atribut pelayanan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untk mengatasi gap tersebut melalui metode Quality Function Deployment (QFD), metode ini pada prinsipnya bertujuan untuk memenuhi harapan-harapan pelanggan. Sedangkan atribut-atribut pelayanan yang diharapkan pelanggan PDAM Delta Tirta Sidoarjo, antara lain : kualitas air yang didistribusikan bersih dan baik, distribusi air ke pelanggan lancar, kecepatan dalam menangani kebocoran, kecepatan dalam merespon pengaduan pelanggan, kemudahan penyambungan pelanggan baru lama, dll. Dari atribut-atribut pelanggan tersebut diatas, maka respon teknis yang ditetapkan antara lain : mencuci pipa distribusi secara rutin, memelihara pompa distribusi secara rutin, mengadakan piket jaga bagian hubungan pelanggan, mengadakan piket jaga petugas teknik, menambah jumlah tenaga teknik, melatih petugas teknik, membentuk forum pelanggan, dll.

Alt. Description

The development of industries, trades and housing in Sidoarjo Regency give any effect that significant toward drink water necessity for the society. But the necessity of it only completed for 17,17% of Sidoarjo resident amount that is ± 1.548.472 in year 2000, beside that, along with the implementation of Region Autonomy in Sidoarjo, one of PDAM Delta Tirta Sidoarjo mission directed to give the best services for the society. Based on the identification result of consumer’s satisfaction level which accepted and satisfaction level purposed, still obtained negatif gap on some service attribute. Therefore it is needed some efforts to overcome this gap through Quality Function Deployment (QFD) method, this method basically purpose to meet the customers satisfaction. While the service attributes that expected by the customer of PDAM Delta Tirta Sidoarjo, such as : water quality that distributed are good and clean, the distribution to the customers is smooth, the quickness to handle any leaks, the quickness to respon any customer’s complain, the easiness to connect customer new/ old, etc. For the attributes above, so the technique response which determined are : washing distribution pipe routinely, maintain the distribution pipe routinely, held any posted guard for customer service, held any posted guard of the technicians, add the amount of the technicians, training for the technicians, formed the customers forum, etc.

Contributor :

1. Ir. HARISUPRIYANTO, MSIE

****************************************************************************

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PRASARANA PENYEDIAAN AIR MINUM DI PDAM KOTA PONTIANAK

ANALYSIS OF FEASIBILITY INVESTMENT FOR INFRASTRUCTURE WATER SUPPLY AT PDAM OF PONTIANAK

Created by :
WIDODO, IGNATIUS GUNAWAN ( )

Subject: Air minum
Keyword: Kebutuhan air (demand)y investasi prasarana
kelayakan
demand
investment
feasible

[ Description ]

Misi PDAM kota Pontianak mengandung arti bertolak belakang yaitu (1) meningkatkan kesejahteraan masyarakat mencakup aspek sosial, kesehatan dan pelayanan umum melalui penyediaan air minum (2) memupuk pendapatan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD). Dalam kenyataannya sebagai perusahaan daerah PDAM mengalami kerugian, sementara investasi yang ditanam sangat besar. Maka studi atau penelitian tentang analisa kelayakan investasi penyediaan air minum sangat penting untuk menentukan layak atau tidak layak. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tahapan-tahapan studi literatur, pengumpulan data, pengolahan data dan analisa serta kesimpulan dan saran. Kondisi eksisting PDAM kota Pontianak pada tahun 2002 telah dapat melayani 67% dari penduduk yang berjumlah 520.360 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 2,23 %. Pada tahun 2002 jumlah pelanggan 57.788 sambungan, dengan rata-rata pemakaian air sebesar 25,1 m3/bulan, kapasitas instalasi 910 liter/dtk dan kehilangan air 36,5%. Hasil penelitian menunjukan proyeksi jumlah penduduk tahun 2012 sebesar 635.482 jiwa, dengan pertumbuhan rata-rata 1,8%, kebutuhan air rata-rata(Qr) tahun 2012 sebesar 2.384.640 m3/bulan. Untuk dapat melayani penduduk sampai 80% (th.2012) diperlukan pengembangan dengan penambahan kapasitas Instalasi Pengolahan Air (EPA) 400 liter/detik dan penambahan kapasitas air baku di Penepat sebesar 550 liter/detik, pengendaliaan kebocoran, peningkatan kapasitas distribusi dan jaringan. Total investasi pengembangan sebesar Rp. 174.197.210.000,-,dimana 70% investasi dari pinjaman dengan bunga pinjaman 11,75%, dengan tenggang waktu 5 tahun dan jangka waktu pengembalian 10 tahun. Hasil analisa kelayakan investasi diperoleh NPV positif sebesar Rp.7.156.758.800,-, BCR =1.06 lebih besar dari 1,1RR = 15,03% lebih besar dari suku bunga pinjaman 11,75%, ARR = 47,9%, pay back periode 9 tahun 5 bulan lebih pendek dari masa pengembalian 10 tahun., sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi ini layak untuk dilaksanakan.

Alt. Description

The PDAM mission of Pontianak has contrast meanings, they are (I) increasing societies welfare including social aspect, healthy and servicing public for water supply (2) to improve benefit for the local government. In fact, PDAM as an industrial of local government has lost although was built with high investment. There-fore, the research about analysis of feasibility investment for infrastructure water supply is very important to know the feasibility and unfeasibility. The method of feasibility study consists of literature study, gathering the data, to make fun data, data analysis and conclusion. The condition of PDAM of Pontianak in 2002 was servicing 67% of 520.360 peoples, with average grown 2,23%. In 2002 (he customers were 57.788, with average consumption 23,1 m/month, installation capacity 910 l/s and losses 36,5%. The result of this research shows that the population in 2002 is 635.482 people, with average grown 1,8%, average consumption (Qr) in 2002 is 2.384.640 m /month. PDAM Pontianak have go to servicing 80% population, make necessary to increase the installation of water supply capacity 400 l/s and increase intake capacity at Penepat 500 Is, to manage increase, and increase the distribution capacity. The total investment is Rp. 174.197.210.000,- which is 70% loan terms of 11,75%, to amortize the loan fully over then 10 years and five years loan maturity (do date) necessitating a balloon payment at that time. The result of investment feasibility analysis is that NPV positive Rp.7.156.758.800,- BCR = 1,06 above 1 IRR = 15,03% above than the loan terms 11,75%, ARR = 47,9% and Payback Period 9 years and 5 months less then 10 years replay, and the feasibility is feasible to be implemented.

Contributor :

1. Ir. R1ANT0 B. AD1HARDJ0, MSc, PhD.

***************************************************************************

EVALUASI DAN RENCANA PENINGKATAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM DI KOTA MUARA TEWEH (STUDI KASUS: PDAM PUSAT MUARA TEWEH)

EVALUATION AND PLAN FOR IMPROVING OF THE DRINKING WATER DISTRIBUTION SYSTEM OF THE CITY OF MUARA TEWEH ( A Case Study on the Central PDAM in Muara Teweh )

Created by :
BAYHAQIE, AKHMAD ( )

Subject: Distribusi air
Keyword: IRR
NPV
real demand survey.

[ Description ]

Sarana air minum mempunyai peran sangat strategis untuk meningkatkan taraf hidup dan derajat kesehatan masyarakat, juga sebagai faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi. Namun dalatn penyediaannya baik segi kualitas, kuantitas dan kontinuitas, belum berjalan berkesinambungan. Sisi lain, tuntutan kebutuhan air minum yang memenuhi standart kesehatan terus mengalami peningkatan tanpa diimbangi dengan perbaikan kualitas pelayanan. Demikian pula pemenuhan air minum yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Pusat Muara Teweh di Kota Muara Teweh. Cakupan pelayanan 73,70 %, dengan 3.362 sambungan rumah, tetapi hanya mampu melayani penduduk ± 20.172 jiwa. Di beberapa tempat wilayah pelayanan, banyak yang mengalami kesulitan air dan tidak mendapatkan pengaliran air. Kapasitas terpasang atau desain adalah 60 lt/dt, tetapi dalam operasional unit instalasi pengolahan air minum (IPAM) hanya dapat difungsikan 45 lt/dt. Analisis didasarkan data primer dan sekunder PDAM Pusat Muara Teweh, dengan pendekatan studi kasus yang meliputi aspek teknis sistem transmisi dan distribusi, aspek keuangan menyangkut kondisi keuangan, aspek kelembagaan, serta data primer berupa hasil real demand survey terhadap pelanggan dan non pelanggan PDAM, dimana dengan menggunakan metode deskriptif dapat diketahui tingkat kepuasan, besar konsumsi air, kemampuan berlangganan masyarakat juga perkiraan rencana peningkatan 10 tahun kedepan. Berdasarkan hasil analisis, penyebab dari permasalahan adalah kurang optimalnya kapasitas pengambilan sumber air permukaan; kapasitas produksi; terbatasnya kapasitas reservoir distribusi yang mampu memenuhi kapasitas distribusi, juga saat perluasan jaringan tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas sistem secara terpadu. Mengantisipasi peningkatan permintaan air minum sekarang dan masa mendatang, perlu dilakukan peningkatan pelayanan. Guna pencapaian target pelayanan 83 % tahun 2014, prioritas sasaran adalah optimalisasi internal dan ekspansi jaringan, dengan rencana kegiatan : penggantian pipa transmisi dan distribusi; perluasan jaringan distribusi; penambahan kapasitas terpasang dan reservoir distribusi baru. Total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 6.815.087.300,-dengan tambahan dana subsidi pemerintah daerah sebesar Rp. 3.066.789.285,-Hasil penilaian kelayakan investasi menunjukkan IRR= 16,31%(>15%), NPV=Rp.422.716.074,59(NPV+) dan PI=1,06(>1). Hasil investasi ini adalah layak dan menguntungkan PDAM maupun pemerintah daerah.

Alt. Description

The drinking water supply played a very strategic role in increasing the living standard and health levels of people. It also served as the motivating factor for the economic growth. However, the quantity, quality, and continuity of the drinking water supply have not prevailed in sustainable manner. In addition, the people demand for drinking water, which satisfied health standard, is increasing consistenly. On the other hand, the quality of the distribution service was stagnant. This condition happens in the Central PDAM (Regional Drinking Water Company) of the City of Muara Teweh. The service has covered 73.70 % of the population with 3,362 households’ water connections that served only about 20,172 people. Some places in the service area underwent problem in drinking water supply. Water could not flow to the houses in those areas. The design capacity of the water treatment plant (IP AM) had been 60 1/s; however, the productivity of the IP AM was only 45 1/s (75 %). The analysis was perfomed based on primary and secondary data obtained from the Central PDAM in the City of Muara Teweh. The secondary data obtained were transmission and distribution systems, financial, and institutional conditions of the company. The primary data were collected by using a real demand survey over customers and non-customers. Based on these data, by using descriptive statistical analysis, the satisfaction level, water consumption level, the capability of people to pay the connection fees, and the estimation of the capacity of the system in the next ten years are known. Overall results show that the causes of the above mentioned problems were (1) the capacity in taking water sources was unoptimal; (2) the production capacity was low, and (3) the capacity of the distribution reservoir was limited. Another problem was that the network extension was not proportionally accompanied by the system improvement in integrated way. For the future demand, the service should be increased accordingly. To achieve service target of 83 % of the population in 2014, the strategies are (1) optimizing the internal forces; (2) expanding the network with several planned activities such as replacing transmission and distribution pipes; (3) expanding distribution network; (4) increasing the capacity of the existing reservoirs; and (4) building new reservoirs. The total bugdet needed is Rp. 6,815,087,300.00 in which the subsidy from the local government is Rp. 3,066,789,285. Feasibility study of investment indicated that IRR=16.31% (> 15 %), NPV=Rp.422,716,074.59 (NPV +) and PI=1.06 (> 1), suggesting that the investment was feasible and profitable both for PDAM and local government.

Contributor :

1. Prof. Dr. Ir Wahyono Hadi, MSc.
Ir. Rachmat Boedisantoso, MT

***************************************************************************

PENERAPAN DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING UNTUK PERENCANAAN PENGIRIMAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (STUDI KASUS PERUSAHAAN X)

APPLYING THE DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING FOR PLANNING DELIVERY OF DRINKING WATER IN TIDINESS ( CASE STUDY X COMPANY )

Created by :
Anggraini, Dina Wahyu ( )

Subject: Manajemen Pemasaran
Alt. Subject : MARKETING–MANAGEMENT
Keyword: Distribution requirement planning
safety stock
order quantity
forecast demand

[ Description ]

Perusahaan X adalah perusahaan yang menghasilkan Air Minum Dalam Kemasan, dimana setiap hari selalu memproduksi dengan jumlah yang sangat banyak dengan jumlah permintaan yang tidak pasti. Permasalahan yang terjadi adalah menumpuknya produk yang belum didistribusikan, sehingga menyebabkan banyaknya biaya simpan yang harus dikeluarkan oleh pihak Perusahaan X. Selama ini Perusahaan X melakukan perencanaan distribusi dengan cara manual, dalam penelitian ini dilakukan perencanaan distribusi menggunakan Distribution Requirement Planning, dimana sebelum dilakukan pengolahan ada beberapa hal yang harus diketahui diantaranya yaitu safety stock, forecast demand, dan order quantity. Setelah itu diolah, lalu dilakukan perbandingan total biaya inventory yang dikeluarkan dan service levelnya antara hasil perencanaan yang menggunakan DRP dengan perencanaan manual yang dilakukan oleh Perusahaan X. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa DRP dengan menggunakan forecast yang telah dimodifikasi dan penentuan safety stock terlebih dahulu, dapat diterapkan di Perusahaan X, karena selain dapat mengurangi biaya inventori ternyata terdapat peningkatan service level.

Alt. Description

X Company is a manufacturer which always produces Drinking Water In Tidiness with many amount to fulfill the uncertainty demand. It cause the products which have not been distributed will heap, so that cause X company has to spent a lot of money for inventory cost. During the time X Company planning of distribution manually, but in this research will be applied the Distribution Requirement Planning method which needs the calculation of safety stock, forecast demand and order of quantity. And then DRP method will be compared to company method in the case of service level and total cost of inventory. The result shows that DRP method can be applied in X Company because it can increase service level and decrease total inventory costs of X Company.

Contributor :

1. Ir.I Nyoman Pujawan,M.Eng.Ph.D

****************************************************************************

STUDI LITERATUR SISTEM PENGENDALIAN KOROSI DENGAN PROTEKSI KATODIK PADA PIPA DALAM TANAH

LITERATURE STUDY OF CORROSION CONTROL SYSTEM WITH CATHODIC PROTECTION FOR UNDERGROUND PIPELINE

Created by :
Tri Mariyati Supiin ( )

Subject: Karat dan anti-karat
Keyword: Korosi
Proteksi Katodik
Anoda Korban
Arus Terpasang
Pipa dalam Tanah.

[ Description ]

Penggunaan logam pada pipa distribusi air minum yang berdiameter lebih dari 650 mm pada jaringan perpipaan dalam tanah, menimbulkan masalah baru terhadap pemakaian logam itu sendiri, yaitu masalah korosi. Metode utama untuk mengendalikan korosi pada pipa dalam tanah adalah dengan penggunaan lapis lindung dan sistem proteksi katodik, baik dengan sistem anoda korban maupun arus terpasang. Studi literatur dilakukan melalui eksplorasi berbagai literatur, seperti: buku teks, artikel, laporan, modul, internet, maupun jurnal penelitian. Studi kasus diambil dari kondisi riil penerapan sistem proteksi katodik yang ada di lapangan, dilakukan evaluasi dan analisa terhadap teknik pengendalian korosi yang ada, berdasarkan data penunjang yang didapat dan studi literatur yang telah dilakukan. Kasus yang diangkat adalah permasalahan penerapan desain proteksi yang kurang tepat pada Instalasi Penjernihan Air Minum Karang Pilang- Reservoir Pulat Gede dengan sistem anoda korban dan sistem arus terpasang pada pipa induk distribusi air bersih di Jalan Rajawali- Kapasan. Dari data dan hasil perhitungan, pada Instalasi Penjernihan Air Minum Karang Pilang-Reservoir Pulat Gede membutuhkan anoda Mg yang baru sebanyak 216 buah dengan biaya Rp. 262.066.350,00 dan pipa induk distribusi air bersih di Jalan Rajawali-Kapasan membutuhkan anoda besi silikon kromium sebayak 1 buah dengan biaya Rp. 17.949.750,00.

Alt. Description

Metal usage for water distribution pipe which has diameter more than 650 mm in the underground pipeline, gives new problem for the usage of metal itself, is corrosion problem. Primary method to control the corrosion for pipeline underground is using the coating and cathodic protection system, sacrificial anode as well as impressed current. Literature study has done by explorating many kind of literature, like text book, article, report, module, internet, and research journal. Case study is taken from the real condition of cathodic protection system application in the field, evaluation and analysis instead of corrosion control, based on support data and literature study. The case is about the problem of unappropriate protection design application in Karang Pilang Water Purity Installation-Reservoir Pulat Gede with using sacrificial anode and in main water distribution pipeline of Jalan Rajawali- Kapasan which using impressed current system. Based on the data and result calculation, the need of new Mg anode are about 216 pcs with amount about Rp. 262.066.350,00 in Karang Pilang Water Purity Installation- Reservoir Pulat Gede and one pc of high silicon cast iron with amount about Rp. 17.949.750,00 in main water distribution pipeline of Jalan Rajawali-Kapasan.

Contributor :

1. Ir. Hari Wiko Indaryanto, MEng.

***************************************************************************

PENGARUH DIMENSI ZONE SETTLING BAK PRASEDIMENTASI RECTANGULAR TERHADAP KINERJA BAK PRASEDIMENTASI

THE INFLUENCE OF THE DIMENSION OF ZONE SETTLING OF A RECTANGULAR PRE-SEDIMENTATION BASIN TO PERFORMANCE OF A PRE-SEDIMENTATION BASIN

Created by :
Iriantini, Lusiyah Dwi ( )

Subject: Sistem Pengolahan Air Minum
Alt. Subject : FLUID MECHANICS
Keyword: TSS
Dimensi Zona Settling
Kinerja Bak Prasedimentasi

[ Description ]

Air baku yang digunakan pada Sistem Pengolahan Air Minum, pada umumnya menggunakan air permukaan khususnya air sungai. Salah satu karakteristik air sungai ádalah kandungan TSS yang cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan bangunan prasedimentasi yang berfungsi untuk menurunkan kadar TSS. Dimensi bangunan prasedimentasi harus didesain sesuai dengan karakteristik air baku. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan dimensi bangunan prasedimentasi yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Penelitian ini diawali dengan column settling test yang bertujuan untuk mencari volume reaktor yang akan digunakan pada percobaan kontinu, setelah diketahui volumenya kemudian di variasikan dimensi zona settling reaktor dengan variasi perbandingan panjang dan lebar. Variasi yang dipakai adalah perbandingan panjang dan lebar 1:2, 1:5 dan 1:8. Variasi TSS yang digunakan pada percobaan kontinu, yaitu 150 mg/L, 300 mg/L dan 500 mg/L. Sehingga akan didapatkan % removal pada masing-masing dimensi zona settling sesuai dengan variasi TSS yang diendapkan selama waktu detensi, yang didapat dari perhitungan pada column settling yaitu 36,26 menit. Hasil dari percobaan kontinu, didapatkan kinerja bak prasedimentasi yang ideal terjadi pada dimensi zona settling dengan adalah perbandingan panjang dan lebar 1:5.

Alt. Description

Raw water which is used in a water treatment system, generally taken from river water. One of characteristic river water is high contents of TSS (Total Suspended Solid). Therefore a pre-sedimentation need to be a designed appropriately by considering the character of the raw water. For this purpose a research is needed for determiningthe dimension of pre-sedimentation basin which can give its optimal performance. The research begins with a column settling test to find out the reactor volumeof zone settling to be used research for a continue flow system is the dimension of the zone settling is varied. The ratio width- length used are 1 : 2, 1 : 5, and 1 : 8. The TSS contents are 150 mg /L, 300 mg /L and 500 mg /L Detention time from a column settling test is 30,26 minute. The result of the research give an optimal ratio of the dimension of zone settling taken to be 1 : 5 (length : width).

Contributor :

1. Ir. ATIEK MOESRIATI, MKes

***************************************************************************

MODEL BI-CRITERIA UNTUK MENENTUKAN JUMLAH DAN LOKASI DEPO AIR MINUM DALAM KEMASAN DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS: PT. X)

A BI-CRITERIA MODEL TO DETERMINE NUMBER AND LOCATION OF WAREHOUSE OF PACKAGED DRINKING WATER IN SURABAYA (Case Study: PT. X)

Created by :
Sari, Mita Permana ( )

Subject: Produksi
pengawasan
bisnis logistik
Keyword: Risk pooling
Supply chain design
Inventory aggregation

[ Description ]

Menentukan level agregasi yang paling baik (jumlah gudang atau distribution centers optimal untuk memenuhi permintaan sesuai dengan service level yang diinginkan) didalam supply chain adalah salah satu masalah yang paling sulit dikarenakan adanya tujuan yang saling bertentangan dan ketidakpastian permintaan. Karena ini menyangkut tidak hanya praktek untuk meminimumkan ongkos total di dalam supply chain namun juga menjaga dan mempertahankan respons yang bagus kepada customer. PT. X adalah salah satu perusahaan air minum dalam kemasan yang mempunyai wilayah pemasaran yang tersebar diberbagai daerah ditanah air. Luasnya cakupan area yang harus dilayani dan ketidakpastian permintaan menyebabkan perusahaan harus memiliki pertimbangan yang cukup matang untuk memutuskan dimana seharusnya lokasi dari depo mereka dan berapa banyak depo yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Pada penelitian ini digunakan model bi-criteria untuk menentukan konfigurasi jaringan distribusi terbaik dalam memenuhi permintaan customer. Terdapat dua tahap dalam pengolahan data yang akan dilakukan. Tahap pertama untuk menentukan lokasi depo yang optimal dikota Surabaya dengan menggunakan model Gaur dan Ravindran. Dan tahap kedua untuk menentukan kebijakan inventory yaitu order quantity (Q) dan reorder point (R), kemudian dilakukan perhitungan total biaya dan juga respon ke customer. Dari hasil pengolahan, didapatkan 3 depo yang optimal dibuka untuk memenuhi kebutuhan air minum di Surabaya, yang menghasilkan penurunan total biaya perbulan sebesar 3% dari yang tadinya pada level Rp 179.180.036 turun hingga mencapai level Rp 174.341.917. Dan penurunan product miles sebesar 5% dari 570.610 menjad 544.818.

Alt. Description

Determining the best level of aggregation (optimal number of warehouses/distribution centers to satisfy demand given the service level criteria) in a centralized supply chain is one of the most difficult problems because of the conflicting objectives and demand uncertainty. It involves, not only the most common practice of minimizing total costs in the supply chain but also maintaining good respons times to customers. PT. X is one of the leading drinking water company with various range market in Indonesia. It’s width service area and demand uncertainty causes the company have a good decision to decide where the warehouse should be located and how much the optimal number of warehouse to satisfy the demand. This research uses bi-criteria model to determine the best distribution network to meet customer demands. There are two step in data processing that will be done. The first step is to decide the optimal location of warehouse in Surabaya using Gaur and Ravindran model. And the second step is to determine inventory policy : order quantity (Q) and reorder point (R), and then calculate the total annual cost and also responsiveness. After the solver output, there are 3 optimal warehouse to fulfill requirement drinking water in Surabaya, which is yield in decreasing total cost per month 3% from level Rp 179.180.036 to Rp 174.341.917. And also decreasing product miles 5% from 570.610 to 544.818.

Contributor :

1. Dr. Ir. I Nyoman Pujawan,M. Eng

****************************************************************************

ANALISIS KELAYAKAN USAHA AIR MINUM DALAM KEM ASAN MEL ALUI PROSES SEDIMENTASI MICROFILTERASI DENGAN TEKNOLOGI OZONISASI DAN ULTRAVIOLET DI PT. TLRTA GEMILANG MAGELANG

FEASIBILITY ANALYSIS OF PACKED-DRINKING WATER ENTERPRISE THROUGH MICROFILTERATION SEDIMENTATION PROCESS BY OZONISATION AND ULTRA VIOLET TECHNOLOGY IN PT. TIRTA GEMILANG MAGELANG

Created by :
Aman, Moehamad ( )

Subject: Analisis Data
Keyword: Ozonisasi
air minum

[ Description ]

Dalam pengembangan usahanya, PT. Kertas Blabak Magelang berniat memanfaatkan sumber daya yang ada dan cukup melimpah berupa sumber mata air yang memenuhi syarat air minum menjadi usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan menunjuk PT. Tirta Gemilang Magelang sebagai salah satu anak perusahaan untuk mengelolanya. Hal ini disebabkan kebutuhan akan konsumsi air kemasan dari tahun ke tahun terus meningkat, yaitu dari 4,18 miliar liter pada tahun 1999 merambat terus hingga 5 miliar liter pada tahun 2000 untuk skala nasional, sedangkan jumlah produksi pada tahun 1999 hanya sebesar 4 miliar. Dari rencana pendirian usaha AMDK tersebut maka perlu dilakukan analisis kelayakan dari berbagai aspek. Untuk memecahkan permasalahan kelayakan usaha ini dilakukan kajian terhadap aspek pasar, aspek teknis, dan aspek lingkungan serta analisis sensitifitas kelayakan terhadap beberapa parameter ekonomi yang mungkin berubah. Berdasarkan hasil penelitian dari aspek pasar dinyatakan bahwa perkembangan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial dan peluang pasar masih tersedia untuk skala nasional sebesar 20 %, sementara kapasitas produksi yang direncanakan hanya 3%. Dari aspek teknis dinyatakan bahwa lokasi pabrik sangat menguntungkan dari pertimbangan bahan baku, bahan pembantu, utilitas, tanaga kerja, dan transportasi serta kebutuhan mesin, peralatan dan bangunan dapat direalisasikan. Dari aspek ekonomis diperoleh Break-Event Point tercapai pada 27,27%, Pay Back Period selama 1,58 tahun atau 19 bulan, Internal Rate of Return sebesar 56,59%, dan Profitability Index sebesar 3. Kemudian untuk aspek lingkungan semua bentuk limbah dan cemaran, baik limbah padat, cair, gas, debu, dan kebisingan dikelola dan dipantau dengan UKL dan UPL untuk pelestarian lingkungan. Berdasarkan pertimbangan keempat aspek, maka pendirian usaha AMDK tersebut dapat memberikan kelayakan.

Alt. Description

In developing its enterprises, PT. Kertas Blabak Magelang intended to utilize its existing and abundant sources, i.e. Water Source that meets a drinking water condition, to be a Packed-Drinking Water enterprise. As the managing child-company has been pointed PT. Tirta Gemilang Magelang. This was caused by the needs of packed-drinking water consumption that goes on increase by years: from 4.18 billion liters in 1999 until 5 billion liters in 2000 for national scale, while it was only 4 billion in 1999 for the number of production. From such business plan, it should be carried out some feasibility analyses from many aspects. To solve this feasibility enterprise problem, the study of market, technical, and environment aspect as well as feasibility sensitivity analysis should be carried out with respect to economic parameters, which might be varied. According to the research result particularly from market aspect showed that a great population growing is a potential market and the opportunity of its market is still available for national scale, that is 20 %, whereas the production capacities planned is only 3 %. From technical aspect showed that the factory location is very beneficial mainly from raw material, auxiliary material, utility, work forces, and transportation consideration. Beside that the needs of machine, equipment, and building could be realized. From economical aspect obtained that Break Even Point achieve 27,27 %, Pay Back Period for 1,58 years or 19 months, Internal Rate of Return was 56,59 % and Profitability Index was 3. At last for environmental aspect showed that all kind of waste and soiled either solid, liquid, gas, ash, or noise were managed and monitored with UKL and UPL for environment conservation. Based on consideration of all four aspects, thus such packed-drinking water enterprise (AMDK) has given a proper enterprise.

Contributor :

1. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng. PhD
Iwan Vanany, ST., MT.

***************************************************************************

STRATEGI PENGELOLAAN SUNGAI POCONG SESUAI FUNGSI DAN PERUNTUKANNYA SEBAGAI SUMBER PENYEDIAAN AIR MINUM MASYARAKAT BANGKALAN MELALUI PENDEKATAN KUALITAS EKOLOGINYA

Created by :
SUHARYANTO ( )

Keyword: Sungai Pocong
Kualitas Struktur
Kualitas Air

[ Description ]

Di dalam pengelolaan air minum tidak terlepas dari tiga aspek, yaitu : kualitas (memenuhi standar), kuantitas (mencukupi kebutuhan), dan kontinyuitas (tersedia setiap saat ). Hal ini sangat tergantung kepada kualitas, kuantitas dan kontinyuitas bahan bakunya, yaitu sungai Oleh karena itu kondisi kuailitas sungai harus diperhatikan agar fungsinya sebagai bahan baku air minum dapat dipertahankan. Dengan menggunakan empat lokasi titik pengamatan yang tertetak di lokasi penelitian, dikembangkan suatu metode penilaian kualitas ekologik sungai Dalam metode ini ditentukan kualitas struktur sungai dengan modifikasi metode Mitchel. Kualitas struktur sungai diukur dengan menentukan mutu dari 6 variabeL, yaitu : vegetasi, alur, bantaran, tebing, tanggul, dan sempadan, Masing-masing variabel diberi nilai kualitas dari 1 ( sangat buruk ) hingga 5 ( sangat baik ), dan nilai bobot yang berkisar dari 1 ( sangat tidak penting ) hingga 5 ( sangat penting ). Data kualitas air diperoleh dari Instansi DPU Pengairan Propinsi Jawa Timur April 2001 – Maret 2001 Penilaian kualitas air dilakukan melalui baku mutu golongan B, SK Gurbernur Jawa Tunur Nomor 4131987. Berdasarkan penilaian dari kualitas struktur Sungai Pocong terhadap 6 variabel memberikan hasil sebagai berikut: di bagian hulu di Desa Pocong ( titik 1 ) memiliki kondisi kualitas struktur baik sehingga perlu tindakan preservasi, titik 2 dan titik 3 yang melewati Desa Pocong dan Desa Pamorah memiki kondisi kualitas struktur baik sehingga perlu tindakan mitigasi, serta titik 4 ( sekkar Intake Tangkel PDAM Desa Burneh ) mempunyai kondisi kualitas strukturnya buruk sehingga perlu tindakan restorasi Sedangkan tindakan limitasi diperlukan untuk kualitas airnya.

Alt. Description

The drinking water management depend of three aspects, namely : quality, quantity, and continuity. It very depends of quality, quantity and continuity as raw water, river. So its function as the resources of drinking water can be defended By using four observation points which are located on research area, developed a method of river ecologic quality monitoring. The method determine quality of river structure to modify of Mitchell Method The quality of river structure is measured to determine quality of six variables, namely : vegetation, gulty, bank, flood plain, river border, and dike. The each of variables is given score of quality from one ( very bad} to five (very good) and weight value from one (not very important) to five (very important. The water quality Datas are colected from Buerau Of Public Works Of lrigation Of East Java province April 2001 – March 2002. The evaluation of water quality is carried out by quality standart of B clasification in East Java ( Decree of East Java Governor number 413/1987). The evaluation of Pocong River structure quatity give result as follows : on the upstream in Pocong Village (point 1) has good ecologic structure condition, it needs preservation action, point 2 and point 3 which are located in Pocong Village and Pamorah Village have good structure quality, they need mitigation action, and on point 4 ( PDAM Tangkel Intake in Burneh village ) has bad structure quality, it needs restoration action, the limitation action is needed us water.

Contributor :

1. Ir. Hari Wiko I., M.Eng
Ali Masduqi, ST, MT

***************************************************************************

PERENCANAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN KOMUNIKASI DATA DAN SISTEM INFORMASI DI PDAM KOTA SURABAYA

THE PLANNING OF INFRASTUCTURE OF DATA COMMUNICATIONS NETWORK AND INFORMATION SYSTEMS AT PDAM SURABAYA

Created by :
Diana, Nivio Artha ( )

Subject: Data transmission systems
Keyword: wireless
LOS

[ Description ]

Kebutuhan akan jaringan komunikasi yang lebih modern dan dapat diterapkan pada jaringan eksisting yang telah ada sangat dibutuhkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Surabaya. Sedangkan teknologi wireless memiliki kelebihan dalam mobilitas dan ekonomis, karena teknologi ini hanya membutuhkan biaya yang relatif kecil dibandingkan dengan membangun suatu infrastruktur jaringan kabel. Maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil perencanaan infrastuktur jaringan komunikasi data dan sistem informasi yang ideal di PDAM kota Surabaya Penelitian ini merencanakan desain link yang berbasis teknologi informasi dan menggunakan jaringan wireless. Metodologi yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan cara survey baik survey lokasi dan data pada masing-masing titik. Data yang sudah dikumpulkan diolah untuk mendapatkan ketinggian antena wireless yang diperlukan pada saat mendirikan Tower agar didapat kondisi LOS, untuk merencanakan link dan besarnya bandwith yang dibutuhkan. Untuk menentukan tinggi antena masing-masing titik, tergantung dari tinggi obstacle antara site 1 dan site 2. Agar didapat kondisi yang LOS dan bebas dari efek difraksi maka daerah first fresnel zone harus bebas dari obstacle. Kinerja yang optimal juga didukung oleh frekuensi dan peralatan yang digunakan.

Alt. Description

The requirement of Communications network which have a modern technology and can be applied at Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. While wireless technology have a more advantages at a good mobility and more economics because this system only need a few expense more other technologies that have to build a infrastructure of cable network. This research to get result an ideal planning of infrastructure of data communications network and information system at PDAM Surabaya The Planning of this research is used to desain link being based on information technology and use network wireless. The methodologies are collecting data at location survey. This data is used to get height of antenna; the antenna must be LOS between the transmitter and receiver To determine high of antenna depended from obstacle between site 1 and site 2. To get a LOS condition and free from district effect so first fresnel zone must be free from obstacle. The Optimal works also be supported by frequency and use a good equipments.

Contributor :

1. Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA
Istas Pratomo, ST. MT

****************************************************************************

KAJIAN PUSTAKA PENERAPAN SISTEM ANALISIS BAHAYA DAN TITIK KENDALI KRITIS (HACCP) TERHADAP PENYEDIAAN AIR BERSIH STUDI KASUS IPAM NGAGEL III PDAM KOTA SURABAYA

LITERATURE STUDY of APPLICATION of HACCP (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT) in WATER SUPPLY Case Study of Ngagel III Surabaya Water Treatment Plant

Created by :
Oktaviani, Nur ( )

Subject: air
persediaan
Keyword: “Sistem analisis hazard dan titik kendali kritis (HACCP)
Keamanan penyediaan air minum
dan Tujuh prinsip HACCP.”

[ Description ]

Sistem analisis hazard dan titik kendali kritis (HACCP) penyediaan air bersih merupakan suatu konsep dari Rencana- Rencana Keamanan Air (Water Safety Plans) yang merupakan perangkat/alat yang sangat kuat pada sistem penyediaan air minum dalam mengelola keamanan penyediaan air, mengidentifikasi bahaya dan titik kontrol kritis untuk semua tahap dan aktivitas yang terjadi mulai dari kualitas sumber air baku hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi. Penerapan sistem HACCP terdiri dari tujuh prinsip antara lain identifikasi bahaya, menentukan titik pengawasan kritis, menetapkan batas kritis yang harus dicapai untuk setiap titik pengawasan, menetapkan prosedur untuk memonitor setiap titik pengawasan kritis, menetapkan tindakan korektif yang harus dilakukan apabila ditemui penyimpangan, menentukan catatan yang efektif, dan menetapkan prosedur untuk verifikasi bahwa sistem HACCP berjalan dengan benar. Studi literatur yang dilakukan maka didapat kesimpulan bahwa diperlukan adanya suatu konsep manajemen risiko terhadap penyediaan air bersih di Indonesia yang aman dari catchment hingga pelanggan, mengingat kualitas air baku yang semakin mengalami penurunan.

Alt. Description

HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) water supply is a concept from Water Safety Plans (WSPs)are a powerful tool for the drinking-water supplier to manage the supply safely, that identify hazard and critical control point for all steps and activity that could happen from source quality to consumer of drinking-water. The 7 HACCP principles are hazard analysis and control measures determination, determine Critical Control points (CCP), establish critical limits for each CCP, establish a monitoring system for each CCP, establish corrective actions, establish verification procedures, and establish documentation and record keeping. The conclusion from this literature study that in Indonesia needs a concept risk management in water supply from catchment to consumer, intended the quality source was getting decrease.

Contributor :

1. Ir.Eddy Setiadi S,Dipl. SE.,MSc., PhD

***************************************************************************

ANALISA KUALITAS PELAYANAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA BLITAR

Service Quality Analysis for Blitar’s Water Supply Enterprise

Created by :
HANDOJO, WAHJOE TRI ( )

Subject: Pelayanan pelanggan
Keyword: Customer
service quality
water supply

[ Description ]

Pelanggan bagi perusahaan dimanapun merupakan asset yang sangat berharga, karena pelanggan inilah yang menentukan perkembangan dari suatu perusahaan. Pelanggan merupakan sumber profit yang tidak habis dan menentukan kelangsungau bisnis yang dilakukan, untuk itu pelanggan harus mendapatkan perhatian dari pihak manajemen serta perlu dikelola secara profesional dengan cara memberikan kepuasan yang maksimal baik dari kualitas produk yang dihasilkan maupun kualitas jasa pelayanan yang diminta. Riset pasar merupakan strategi yang dilakukan oleh banyak perusahaan, demikian juga PDAM Kota Blitar dalam upayanya untuk meningkatkan kinerja pelayanan jasa air bersih/air minum kepada pelanggan. Penelitian kepuasai pelanggan adalah satu bagian metode riset pasar yang berguna untuk mengetahui kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggan, sekaligus sebagai masukkan untuk meramuskan kebijakan peningkatan kualitas pelayanan jasa air minum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan jasa air minum PDAM Kota Blitar dengan mengkaji dimensi-dimensi: tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty dengan menggunakan 29 variabel pelayanan sebagai alat ukurnya yang dari sisi pandang pelanggan mempunyai nilai penting sesuai dengan tingkat harapannya, selanjutnya dikaji dengan menggunakan sampel sebanyak 197 responden yang ditarik dari 3 wilayah pelayanan PDAM Kota Blitar yang memiliki 6251 unit pelanggan aktif sebagai populasi yang dikategorikan sebagai pelanggan aktif rumah tangga non niaga. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metoda uji Perbandingan berpasangan serta analisa kuadran (terutama kuadran IV) maka hasil akliir sebagai kesimpulan adalah nilai rata-rata harapan pelanggan lebih tinggi dari nilai rata-rata persepsi pelanggan disamping terdapat rata-rata nilai kesenjangan negatif untuk seluruh variabel pelayanan diatas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan air bersih PDAM kota Blitar belum dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Dari kajian ini diharapkan bagi pihak PDAM Kota Blitar agar melakukan perbaikan secara terus menerus dari seluruh variabel pelayanan, terutama dimensi assurance terkait dengan variabel tingkat kejemilian air, kadar bau dan rasa air yang disalurkan maupun pemenuhan kualitas standar kesehatan yang mempunyai nilai kesenjangan negatiflebih besar dibandingkan variabel pelayanan yang lain.

Alt. Description

Customers, for any company everywhere, are valuable assets since the customer satisfaction is determinant factor for the life of the company. Customers are the principal profit resources which determine the company future. Thus, management must have an extra awareness to customer. The customers needs have to be professionally managed by giving them maximal satisfaction whether from the product quantity or from service quality. Marketing research is a common strategy utilized by many company, as well as Blitar’s Water Suppiy Enterprise in order to develop their service performance to the customer. The research on customer satisfaction is one of the marketing research’s useful method to discover the customer’s needs, will, and expectations as well as an input to formuiate poiicy on improving the quality service of Blitar’s Water Supply Enterprise The research’s objective is to discover the quality of Blitar’s Water Supply Enterprise service by examining : tangihle, reliability, responsiveness, assuranee and empathy dimensions, twenty nine service variables were used as measurement. From population size of 6251 categorized as active customer household in 3 kecamatan, 197 respondents were picked as sampies. The research shows that, based on pair test method and quadrant analysis the average rate of customer expectation is higher than the average rate of customer perception Negative imbalance between expectation and perception value have been founded average rate for all servise variables. Therefore, it can concluded that the servise quality of Blitar’s Water Supply Enterprise are not yet satisfy the customers. Thus, Blitar’s Water Supply Enterprise have to improve its service quality especialiy on assurance dimension. water purety, scent level and the water taste, improving the health standard quality has to be put as the wear focus , since this has the biggest negative imbalance average rate comparing to other variable service.

Contributor :

1. Ir. Retno Indryani, MS
Suhartono, SSi., MSc

***************************************************************************

EVALUASI SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KOTA KANDANGAN KALIMANTAN SELATAN

EVALUATION OF WATER SUPPLY SYSTEM OF KANDANGAN CITY, EAST KALIMANTAN

Created by :
Wajidi, Farid ( )

Keyword: Jaringan Distribusi
Air Minum
PDAM Kandangan

[ Description ]

Permintaan air minum Kota Kandangan teais meningkat sebaliknya kualitas pelayanan PDAM semakin menurun. Aliran air kecil, sering mati, tidak merata dan kualitasnya menurun. Tingkat pelayanan pun masih rendah, 42% untuk Kota Kandangan dan 21,3% untuk kabupaten. PDAM sampai saat ini masih rugi dan SDM juga masih kurang baik dalam jumlah maupun kualitas. Evaluasi, yaitu membandingkan kondisi riil di lapangan dengan standar atau pembanding tertentu, perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab permasalahan dan cara mengatasinya. Selain aspek teknis, aspek keuangan dan kelembagaan juga dievaluasi. Produksi IPA Muara Banta saat ini sudah mencapai 90,88% dari kapasitas produksi 65 l/det. Untuk meningkatkan cakupan pelayanan sesuai MDG yaitu 72% di Kota Kandangan dan 40% di kecamatan pada tahun 2015, direncanakan penambahan kapasitas IPA sebesar 75 l/det sejalan dengan pembenahan dan dan perluasan jaringan distribusi. Dari RDS diketahui bahwa kondisi air PDAM belum memuaskan masyarakat baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas. Kualitas air terutama sisa chlor dan total coliform tidak memenuhi syarat. Pendosisan tawas dan kaporit yang tidak diukur berdasarkan percobaan laboratorium, masuknya zat pencemar ke dalam jaringan, dan penurunan kualitas air baku adalah kemungkinan penyebab rendahnya kualitas ini. Dari analisa epanet diketahui bahwa dalam jaringan terdapat tekanan negatif dan kontinuitas aliran tidak terjaga. Hal ini dapat diatasi dengan memperbesar diameter pipa, merubah sistem menjadi sistem loop dan mengoptimalkan penggunaan pompa. Pemberlakukan kenaikan tarif secara rutin dan penambahan jumlah pelanggan diharapkan dapat mengatasi permasalahan keuangan PDAM. Jumlah tenaga teknis perlu ditambah dengan mekanisme yang tepat. Tingkat keberhasilan PDAM yang dinilai menggunakan Kepmendagri No 47/ 1999 tergolong baik dengan nilai 63,66 namun masih bisa ditingkatkan.

Alt. Description

Drinking water demand of Kandangan city continue rising but PDAM service quality is decreasing. Water flows slowly, goes off constantly, doesn’t spread well and its quality goes decrease. Service coverage is still low, 42% for Kandangan city and 21,3% for regency. PDAM has financial loss till now and has lack of human resources both in quantity and quality. Evaluation wich is compare the real condition and standards and such criterias must be done to discover the cause of theseproblems and the way to fix them. Evaluation also will be rolled on financial and institutional aspect. Water production in IPA Muara has reached 90,88% of 65 l/sec total capacity. To increase service coverage according to MDG, 72% for Kandangan Ciity and 40 % for sub district in 2015, water processing unit capacity should be increased and water distribution network should be expanded. RDS shows that PDAM’s water for quantity, quality or continuity hasn’t satisfied community. Water quality especially on chlor consentration and total coliform is below standard. Allum and chlorine dossaging which doesn’t based on laboratory experiment, pollutant enterring to the water network and river water quality decreasing are probably the cause of PDAM’s water quality decreasing. Epanet shows that there’s some negatif pressure in the network and water flows unconstantly. Justifying water pipe diameter to the bigger ones, changing distribution system to the loop, and optimizing distribution pump operation can fix those problems. The prevailing of water fare increment and increasing of costumer number can solve PDAM’s financial problems. Number of technical employee must be increased with appropriate mechanism. Succes level of PDAM determined by Kepmendagri No. 47/1999 is good enough with score 63,66 but its still can be inproved.

Contributor :

1. Ir. Agus Slamet, MSc
Ir. Endah Angreni, MT

Source :
Theses Environmental Engineering RTL 628.1 Waj e, 2005

Coverage :
ITS Community

About these ads

About ahmadi muslim

I NEED YOUR TALLENT AND YOUR ACTIVE
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s