KUMPULAN ABSTRAK | CONTOH JUDUL PENELITIAN PERKAPALAN | PERIKANAN | PENANGKAPAN | PELABUHAN | NAUTIKA | KELAUTAN

STUDI SISTEM PERENCANAAN DAN PENJADWALAN PERAWATAN PERALATAN PRODUKSI DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

STUDY OF PLANNING AND SCHEDULING FOR MAINTENANCE OF PRODUCTION FACILITY AT PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

Created by :
Ardipriyonggo, Johanes Dominicus Darmawan ( )

Subject: Shipyards
Alt. Subject : Shipyards
Keyword: peralatan produksi sebuah galangan
observasi
software Microsoft Office Project 2003

[ Description ]

Tujuan tugas akhir ini adalah melakukan studi tentang perencanaan dan penjadwalan perawatan peralatan produksi sebuah galangan. Pertama, dilakukan observasi terhadap pendekatan yang ada di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Setelah dilakukan observasi ternyata sistem perawatan peralatan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya masih bersifat kuratif. Sehingga menyebabkan banyak biaya yang dikeluarkan. Kedua, dipelajari kemungkinan untuk mengaplikasikan pembuatan jadwal yang berbasis proses produksi dengan simulasi menggunakan software Microsoft Office Project 2003 . Sehingga dihasilkan jadwal perawatan peralatan yang tidak menggangu jadwal produksi dan dengan beberapa asumsi penghematan biaya produksi sampai dengan 20%.

Alt. Description

The purpose of this final project is to study on maintenance planning and scheduling for production facility of a shipyard. First, observation of existing condition at PT. Dok dan Perkapalan Surabaya was conducted. The result is that the maintenance system for production facility at PT. Dok dan Perkapalan Surabaya is still using curative approach. This caused high cost. The second, is to study the possibility of using maintenance system based on production process with simulation using Microsoft Office Project 2003. This approach is more effective and with some assumptions can save production cost about 20%.

Contributor :

1. Ir. Triwilaswandio WP, M.Sc

=========================================================

SISTEM KENDALI CERDAS DALAM RANGKA MEMBANGUN WAHANA LAUT TANPA AWAK

Created by :
Masroeri, A.A. ( )

Subject: Elektronika dalam navigasi
Keyword: Sistem kendali cerdas

[ Description ]

Indonesia adalah Negara kepulauan dimana Iebih dari 17000 pulau yang membentang pada jarak 5100 km dan mempunyai lebih dari 2100 pelabuhan, sehingga sektor kelautan memegang peranan yang sangat penting daIam sistem transportasi lokal. Pembangunan transportasi pada dasarnya diarahkan agar dapat berperan lebih besar dalam pembangunan ekonomi, sosial, budaya, politik dan pertahanan keamanan. Kemajuan dibidang perkapalan khususnya sistem permesinan dan operasional perkapalan mengalarni kemajuan yang sangat pesat, sistem permesinan dan operasional perkapalan semakin rumit dan komplek ditunjang dengan kemajuan komputer·dan teknologi informasi yang demikian canggih. Sistem pengendalian jarak jauh dan tingkat otomatisasi yang semakin tinggi serta sistem operasi terpadu telah banyak dipergunakan didalam sistem permesinan maupun operasional perkapalan, disisi lain perusahaan pelayaran selalu meningkatkan usahanya untuk lebih mengurangi anak buah kapal dalam rangka mengurangi beaya operasional. Sehingga sistem permesinan dan operasional kapal ditangani oleh anak buah kapal yang mempunyai tugas ganda yang kemungkinan tidak memiliki pengetahuan memadai untuk menguasai tugas-tugasnya.

=========================================================

OPTIMASI WAKTU UNTUK LAYOUT GALANGAN KAPAL PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME AMBON

Created by :
Assel, Hadi Yamin ( )

Subject: Shipyards
Alt. Subject : Shipyards
Keyword: Layout
Critical Path Method (CPM)
SWOT

[ Description ]

Indonesia merupakan negara bahari yang sebagian besar wilayahnya adalah laut. Kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar merupakan laut sangatlah potensial untuk dimanfaatkan pada industri perkapalan. Salah satu industri perkapalan yang ada di Indonesia adalah PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon, yang terletak di Propinsi Maluku. PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon adalah perusahaan galangan kapal yang menitikberatkan jasa usahanya pada reparasi kapal. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah rusaknya sebagian besar fasilitas yang ada akibat kerusuhan yang melanda daerah Maluku. Oleh karena itu, diperlukan rancangan layout yang baru untuk dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi galangan kapal. Metode Critical Path Method (CPM) dan metode SWOT adalah metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta dapat menganalisis strategi yang dapat diambil perusahaan dimasa yang akan datang. Pada hasil penelitian yang dilakukan dengan metode CPM, maka untuk layout baru diperoleh peningkatan produktivitas sebesar 4,74 kali dari layout lama. Sedangkan untuk efisiensi terjadi peningkatan efisiensi waktu sebesar 15,05 % dari efisiensi layout sebelumnya. Dengan menggunakan metode SWOT, maka dalam diagram analisis SWOT terjadi perpindahan posisi perusahaan dari sebelumnya berada pada kuadran III (-0,50;+1,10) menjadi berada pada kuadran I (+0,70;+1,10).

Alt. Description

Indonesia called maritime country, with most of the region is sea. The geographic condition of Indonesia was very potential to be used in naval industry. One of the naval industries in Indonesia is PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon, located in Maluku Province. PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon is a shipyard company that gives their priority service to ship repair. But now, the problem is most of the facility was damaged, cause of the riot in Maluku Province. Therefore, new layout is needed, to increase productivity and efficiency of shipyard. Critical Path Method (CPM) and SWOT method can be used to increase productivity and efficiency and also can analyze strategy of the company in the future. According to CPM analyze, in the new layout, the result showed that productivity increase 4,74 times from the old layout. And the efficiency was also increase 15,05% from the old layout. With SWOT method analyze, on the SWOT analyze diagram, the company position move from the third quadrant (-0,50;+1,10) to the first quadrant (+0,70;+1,10).

Contributor :

1. Dr. Basuki Widodo, MSc
Dra. Laksmi Prita W., MSi

=========================================================

OPTIMASI WAKTU UNTUK LAYOUT GALANGAN KAPAL PT. DOK DAN PERKAPALAN WAIAME AMBON

Created by :
Assel, Hadi Yamin ( )

Subject: Shipyards
Alt. Subject : Shipyards
Keyword: Layout
Critical Path Method (CPM)
SWOT

[ Description ]

Indonesia merupakan negara bahari yang sebagian besar wilayahnya adalah laut. Kondisi geografis Indonesia yang sebagian besar merupakan laut sangatlah potensial untuk dimanfaatkan pada industri perkapalan. Salah satu industri perkapalan yang ada di Indonesia adalah PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon, yang terletak di Propinsi Maluku. PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon adalah perusahaan galangan kapal yang menitikberatkan jasa usahanya pada reparasi kapal. Namun, kendala yang dihadapi saat ini adalah rusaknya sebagian besar fasilitas yang ada akibat kerusuhan yang melanda daerah Maluku. Oleh karena itu, diperlukan rancangan layout yang baru untuk dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi galangan kapal. Metode Critical Path Method (CPM) dan metode SWOT adalah metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi serta dapat menganalisis strategi yang dapat diambil perusahaan dimasa yang akan datang. Pada hasil penelitian yang dilakukan dengan metode CPM, maka untuk layout baru diperoleh peningkatan produktivitas sebesar 4,74 kali dari layout lama. Sedangkan untuk efisiensi terjadi peningkatan efisiensi waktu sebesar 15,05 % dari efisiensi layout sebelumnya. Dengan menggunakan metode SWOT, maka dalam diagram analisis SWOT terjadi perpindahan posisi perusahaan dari sebelumnya berada pada kuadran III (-0,50;+1,10) menjadi berada pada kuadran I (+0,70;+1,10).

Alt. Description

Indonesia called maritime country, with most of the region is sea. The geographic condition of Indonesia was very potential to be used in naval industry. One of the naval industries in Indonesia is PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon, located in Maluku Province. PT. Dok dan Perkapalan Waiame Ambon is a shipyard company that gives their priority service to ship repair. But now, the problem is most of the facility was damaged, cause of the riot in Maluku Province. Therefore, new layout is needed, to increase productivity and efficiency of shipyard. Critical Path Method (CPM) and SWOT method can be used to increase productivity and efficiency and also can analyze strategy of the company in the future. According to CPM analyze, in the new layout, the result showed that productivity increase 4,74 times from the old layout. And the efficiency was also increase 15,05% from the old layout. With SWOT method analyze, on the SWOT analyze diagram, the company position move from the third quadrant (-0,50;+1,10) to the first quadrant (+0,70;+1,10).

Contributor :

1. Dr. Basuki Widodo, MSc
Dra. Laksmi Prita W., MSi

=========================================================

STUDI KELAYAKAN PENGGANTIAN PROSES PENGELASAN SMAW DENGAN FCAW DI PT.DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS

FEASIBILIY STUDY OF REPLACEMENT SMAW WITH FCAW WELDING PROCESS IN PT.DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA E5ALUATED FROM ECONOMIC AND TECHNICAL

Created by :
Gunawan, Iwan ( )

Subject: las
Keyword: Transformasi pengelasan
SMAW
FCAW

[ Description ]

Teknologi pengelasan merupakan Proses utama dalam pembangunan kapal saat ini.Pengelasan yang dilakukan secara manual saat ini di PT.Dok Dan Perkapalan Surabaya yaitu pengelasan SMAW merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh pihak perusahaan dalam meningkatkan efisiensi kerja tukang las.Perkembangan teknologi yang saat ini menjadikan pengelasan SMAW tertinggal dari pengelasan yang bersifat otomatis atau semi otomatis .Dengan peningkatan pembangunan kapal baru di PT.Dok Dan Perkapalan surabaya,menjadikan keterbatasan dalam penyelesaian kapal pada tepat waktunya.Dari hal tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan pada tepat waktunya sebaiknya pihak perusahaan mentransformasikan teknologi pengelasan dari manual ke otomatis atau semi otomatis. Dengan adanya teknologi pengelasan yang bersifat otomatis atau semi otomatis yaitu pengelasan FCAW telah terbukti dapat mengurangi Jam Orang pada tukang las sehingga berdampak pada pekerjaan yang akan selesai pada tepat waktunya.Hasil las yang didapat pun kualitasnya bagus dan terdapat sedikit cacat las seperti spatter. Prosentase Jam Orang Pada Pengelasan FCAW lebih sedikit 35 % dari pengelasan SMAW.

Alt. Description

Technology of welding represent especial Process in development of moment ship. Welding done/conducted manually in this time in PT.DOK dan Perkapalan of Surabaya that is welding of SMAW represent one of the constraint faced by company party/ side in improving joiney efficiency of weld. Development of technological which in this time make welding of SMAW drop behind from welding having the character of automatically or semi automatically . With make-up of development of new ship in PT.DOK dan Perkapalan of limitation surabaya,can be in solving of ship at precisely the mentioned this time. From to finish work at on schedule company party/ side him better technological transformation of welding manual to automatically or semi automatically. With existence of technology of welding having the character of automatically or semi automatically that is welding of FCAW have proven can lessen Hour/Clock. People at welder so that affect at work to finish at precisely got weld time.Result even also its quality nicely and there are a few/little handicap of weld like spatter. Percentage Of Hour/Clock People At slimmer. Welding FCAW 35 % from welding of SMAW.

Contributor :

1. Ir. Triwilaswandio WP,M.Sc

=========================================================

STUDI KELAYAKAN PENGGANTIAN PROSES PENGELASAN SMAW DENGAN FCAW DI PT.DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS

FEASIBILIY STUDY OF REPLACEMENT SMAW WITH FCAW WELDING PROCESS IN PT.DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA E5ALUATED FROM ECONOMIC AND TECHNICAL

Created by :
Gunawan, Iwan ( )

Subject: las
Keyword: Transformasi pengelasan
SMAW
FCAW

[ Description ]

Teknologi pengelasan merupakan Proses utama dalam pembangunan kapal saat ini.Pengelasan yang dilakukan secara manual saat ini di PT.Dok Dan Perkapalan Surabaya yaitu pengelasan SMAW merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh pihak perusahaan dalam meningkatkan efisiensi kerja tukang las.Perkembangan teknologi yang saat ini menjadikan pengelasan SMAW tertinggal dari pengelasan yang bersifat otomatis atau semi otomatis .Dengan peningkatan pembangunan kapal baru di PT.Dok Dan Perkapalan surabaya,menjadikan keterbatasan dalam penyelesaian kapal pada tepat waktunya.Dari hal tersebut untuk menyelesaikan pekerjaan pada tepat waktunya sebaiknya pihak perusahaan mentransformasikan teknologi pengelasan dari manual ke otomatis atau semi otomatis. Dengan adanya teknologi pengelasan yang bersifat otomatis atau semi otomatis yaitu pengelasan FCAW telah terbukti dapat mengurangi Jam Orang pada tukang las sehingga berdampak pada pekerjaan yang akan selesai pada tepat waktunya.Hasil las yang didapat pun kualitasnya bagus dan terdapat sedikit cacat las seperti spatter. Prosentase Jam Orang Pada Pengelasan FCAW lebih sedikit 35 % dari pengelasan SMAW.

Alt. Description

Technology of welding represent especial Process in development of moment ship. Welding done/conducted manually in this time in PT.DOK dan Perkapalan of Surabaya that is welding of SMAW represent one of the constraint faced by company party/ side in improving joiney efficiency of weld. Development of technological which in this time make welding of SMAW drop behind from welding having the character of automatically or semi automatically . With make-up of development of new ship in PT.DOK dan Perkapalan of limitation surabaya,can be in solving of ship at precisely the mentioned this time. From to finish work at on schedule company party/ side him better technological transformation of welding manual to automatically or semi automatically. With existence of technology of welding having the character of automatically or semi automatically that is welding of FCAW have proven can lessen Hour/Clock. People at welder so that affect at work to finish at precisely got weld time.Result even also its quality nicely and there are a few/little handicap of weld like spatter. Percentage Of Hour/Clock People At slimmer. Welding FCAW 35 % from welding of SMAW.

Contributor :

1. Ir. Triwilaswandio WP,M.Sc

=========================================================

STUDI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI PERKAPALAN INDONESIA DI PASARAN INTERNASIONAL

Created by :
Triwilaswandio, R. Sjarief Widjaja, Andi Sudewo, Arif Rahman Hakim, Dhanang Dwi ( )

Subject: Kapal
galangan
Keyword: Industri perkapalan

[ Description ]

Industri Perkapalan Indonesia dihadapkan pada permasalahan menurunnya permintaan pembuatan kapal dalam negeri sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Sedangkan, permintaan pasar produk kapal dunia masih cukup prospektif dalam 10 tahun yang akan datang, meskipun munculnya kompetitor juga tidak dapat dihindari, khususnya dari negara ‘low labor cost’ seperti RRC dan Vietnam. Hampir semua prediksi menunjukan peningkatan permintaan akan produk kapal, khususnya jenis tanker dan bulk carrier. Kesempatan ini seharusnya dimanfaatkan oleh galangan kapal nasional untuk memperbaiki infrastruktur industrinya dalam usaha meningkatkan daya saingnya di pasaran internasional. Pengalaman bersaing dalam tender internasional menunjukan bahwa galangan kapal nasional sering kurang kompetitip dari aspek harga dan waktu pembuatan yang masih relatip lama. Beberapa faktor yang menjadi kontribusi terhadap terjadinya perbedaan harga yang cukup signifikan adalah : teknologi, ketersediaan industri penunjang pembuatan komponen kapal dan industri penunjang jasa suplier dan sub kontraktor, infrastruktur perbankan dan lembaga pembiayaan, fluktuasi nilai tukar dollar rupiah, biaya tenaga kerja yang cenderung meningkat. Strategi yang diperlukan untuk meningkatkan daya saing adalah (1) peningkatan peralatan produksi, (2) implementasi teknologi dan manajemen produksi pembangunan kapal modern generasi ke empat, (3) pengembangan sumber daya manusia (SDM) khususnya aspek “aptitude”, (4) pengembangan desain produk kapal unggulan dan (5) perbaikan infrastruktur industri penunjang dan lembaga pembiayaan. Kesemuanya memerlukan komitmen dan dukungan penuh dari Pemerintah yang berupa pendanaan, program dan regulasi. Disarankan agar skenario dana hibah bersaing (competitive grant) dapat diterapkan pada industri perkapalan.

=========================================================

MINIMASI HUMAN ERROR PADA SISTEM OUTSOURCING PADA INDUSTRI GALANGAN YANG MENYEBABKAN CACAT PRODUK DENGAN PENDEKATAN HUMAN RELIABILITY ASSESMENT (STUDI KASUS PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA)

HUMAN ERROR MINIMIZATION ON OUTSOURCING SYSTEM IN SHIPYARD INDUSTRY CAUSING PRODUCT DEFECT USING HUMAN RELIABILITY ASSESMENT APPROACH (CASE STUDY AT PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA)

Created by :
SAELENDRA, M. FAJAR ( )

Subject: Shipyards
Galangan kapal
Keyword: Human Reliability Assesment (HRA)
Human Error
Sub Kontraktor (Out Sourcing).

[ Description ]

PT. DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero) sebagai salah satu industri dok dan galangan kapal berskala besar di Indonesia memiliki kendala dalam hal sumber daya manusia untuk memenuhi target kapasitas produksi yang harus dicapai. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan tenaga kerja dari luar yang disebut sub kontraktor.Dalam tugask akhir ini dilakukan penelitian tentang meminimasi terjadinya cacat produk akibat kesalahan manusia dalam hal ini tenaga kerja subkontraktor. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan analisa untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang menyebabkan terjadinya cacat produksi, sehingga dapat diambil langkah-langkah untuk mereduksi cacat tersebut. Melalui Human Reliability Assesment (HRA) dapat dilakukan analisa prosedur kerja yang dilakukan oleh tenaga kerja sub kontraktor (operator) untuk menemukan kesalahan manusia yang menyebabkan terjadinya cacat produk. Langkah-langkah yang dilakukan dalam Human Reliability Assesment adalah Identifikasi Masalah, Analisa Task, Identifikasi dan Klasifikasi Error, Kuantifikasi Human Error, Representasi, dan Reduksi Error. Dari hasil analisa dapat diketahui faktor yang dominan yang menyebabkan terjadinya kesalahan operator yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Alt. Description

PT. DOK dan PERKAPALAN Surabaya which is one of the large dock manufacturing and shipyard in Indonesia has a problem in human resources to complete the target of production capacity. To optimize the production capacity, PT. DOK dan PERKAPALAN Surabaya involve outside resources that is called as sub contractor. In this final project, we learn about how to minimize deformed product caused by human error in this case human resources as sub contractor. To solve that problem we need to analyze which factor that is the dominant factor causing the deformed product, then we can choose the best step to minimize the deformed product. By Human Reliability Analysis (HRA) we can analyze the sub contractor (especially operator) work procedure to find the human error that can cause a product failure. The step in Human Reliability Analysis are problem identification, task analysis, error identification and classification, human error quantification, representation, and error reduction. From that analysis we know the dominant factor that can cause an operator failure are internal factors and external factors.

Contributor :

1. Ir. Sujitno

=========================================================

STUDI PENERAPAN METODE OLS (ORDINARY LEAST SQUARE) UNTUK PERKIRAAN KEBUTUHAN JAM ORANG PADA PEKERJAAN PEMBUATAN BLOK BADAN KAPAL “STUDI KASUS PEMBANGUNAN SPB CONTAINER DI PT. DOK & PERKAPALAN SURABAYA�

STUDY OF APPLICATION OLS (Ordinary Least Square) METHODS FOR DETERMINING THE NEED OF MAN HOURS IN THE BUILDING OF HULL SHIP BLOCK “Case Study : Assembly Process SPB Container at PT. DOK & PERKAPALAN Surabaya�

Created by :
Sumardiono ( )

Subject: Galangan kapal
Keyword: Jam orang
Produktivitas
Metode OLS

[ Description ]

Dalam perencanaan kebutuhan jam orang, selama ini PT. DOK & PERKAPALAN Surabaya selalu mendasarkan pada standar kerja galangan (kg/j.o.). Cara ini ternyata masih banyak kelemahan dari segi produktivitas, terlihat dari kurang tepatnya waktu penyelesaian pembangunan kapal. Dalam Tugas Akhir ini menganalisa kemungkinan penerapan Metode OLS (Ordinary Least Square) sebagai metode alternatif dalam menghitung kebutuhan jam orang. Blok – blok yang ada dikelompokkan ke dalam 4 tipe blok (Grand Block) berdasarkan posisi dan tingkat kesulitan pengerjaan. Apa yang dihasilkan adalah persamaan regresi yang dapat memperkirakan kebutuhan jam orang pembangunan blok badan kapal, dimana variabel jam orang dijelaskan oleh y dan x adalah variabel berat blok badan kapal. Pada Tahap Fabrikasi tipe blok After Part, persamaan yang diperoleh adalah y = 0.0126x + 39.4, untuk tipe blok Hold Part yaitu y = 0.0104x + 55.7, Fore Part yaitu y = 0.0161x + 0.00575 dan Accomodation yaitu y = 0.0152x + 9.31. Sedangkan pada tahap Assembly secara berturut – turut persamaan yang diperoleh adalah y = 0.0245x + 106, y = 0.0206x + 136, y = 0.0169x + 173, dan y = 0.0277x + 70.1.

Alt. Description

In the planning of man hours, during the time DOK & PERKAPALAN, PT Surabaya always based on shipyard work standardization ( kg / man hours). In fact, this methods still has many disadvantages especially in term of productivity. It can be seen from less precisely time of finishing the ship building process. In this Final Project analyze possibility to apply of OLS Methods (Ordinary Least Square) as alternative method to determine the needs of man hours. Existing panel and blocks grouped into 4 (four) Block Type (Grand Block) based on position and difficulty level of workmanship. What produced is equation of regression able to estimate the need of man hours in building process of hull ship block, where man hours] variable explained by y and x is variable weight of hull block. At Fabrication phase, for block type is After Part, equation the obtained is y = 0.0126x + 39.4, for the block type Hold Part that is y = 0.0104x + 55.7, Fore Part that is y = 0.0161x + 0.00575 and Accommodation that is y = 0.0152x + 9.31. Meanwhile,the successive equation in Assembly phase is y = 0.0245x + 106, y = 0.0206x + 136, y = 0.0169x + 173, and y = 0.0277x + 70.1.

Contributor :

1. Ir. Soejitno

=========================================================

PENGUKURAN TINGKAT IMPLEMENTASI SERTA ANALISA RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

IMPLEMENTATION LEVEL MEASUREMENT AND RISK ANALYSIS OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH ON PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

Created by :
HANUM, LATHIFAH ( )

Subject: Keselamatan industri
Alt. Subject : Industrial safety
Keyword: K3
PT.Dok
Kapal
Kecelakaan kerja
Risk assessment

[ Description ]

Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya, karena terjadi secara tiba-tiba. Penyebab kecelakaan bisa bermacam-macam, bisa karena ulah manusia dan bisa juga karena kesalahan teknis berupa kesalahan sistem. Oleh karena itu menghindari kecelakaan merupakan suatu tindakan yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan. Karena hal tersebut bisa menyangkut keselamatan nyawa seseorang serta keselamatan lingkungan. Kecelakaan kerja bisa berakibat pada kematian, dan secara luas bisa menyebabkan kerugian di perusahaan baik karena kehilangan tenaga kerja ataupun karena produktivitas ikut menurun akibat kecelakaan tersebut. Oleh karenanya program Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus menjadi perhatian utama dalam semua sektor industri. PT.Dok & Perkapalan Surabaya adalah sebuah perusahaan pembuat kapal. Proses pembuatan kapal ini memiliki resiko besar apabila dilakukan tidak sesuai dengan standar (SOP). Pada penelitian ini akan diukur seberapa tinggi tingkat penerapan K3 di PT.Dok serta menganalisa bahaya kerja yang mungkin terjadi (hazard identification) kemudian dilakukan perangkingan hazard dengan menggunakan risk assessment untuk selanjutnya ditentukan bagaimana tindakan prefentif dan korektifnya terhadap hazards utama untuk mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja.

Alt. Description

Work accident and the disaster represent an occurrence which unpredictable when it will occur, because the happening of sudden. Cause of accident and disaster can be all kinds of, is capable because the act of human being and can also because technical mistake. Therefore avoid accident and disaster represent a very important action and cannot be disregarded. Because the mentioned of concerning safety of somebody life and also the environmental safety Work accident can cause at death, and widely can cause loss in company either due labour loss and or because productivity follow downhill as effect of the accident. For the reason Health and Safety program have to become especial attention in all industrial sector. PT.Dok & Perkapalan Surabaya is a shipbuilding company. Process of this ship own big risk if conducted without the standard (SOP). This research will be measuring safety and health implementation level in PT.Dok and also analyse risk of work which possible happened (hazard identification, then conducted hazard levelling by using risk assessment, henceforth thought how preventive and corrective action to minimize risk of work accident.

Contributor :

1. Ir. Sritomo Wignjosoebroto, M.Sc.
Dyah Santhi Dewi, ST., M.Eng.Sc

=========================================================

STUDI PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN RISIKO USAHA BANGUNAN BARU PADA INDUSTRI GALANGAN KAPAL

A STUDY ON DEVELOPING RISK MANAGEMENT MODEL FOR NEW BUILDING BUSINESS OF SHIPYARD INDUSTRIES

Created by :
BASUKI, MINTO ( )

Subject: Manajemen resiko
Alt. Subject : Shipyards
Risk management
Keyword: Risiko
Model
Industri Galangan Kapal
Bangunan Baru

[ Description ]

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun dan mengembangkan model manajemen risiko usaha bangunan baru pada industri galangan kapal dengan langkah mengidentifikasi, mengevaluasi, menganalisis pengaruh tingkat risiko usaha terhadap cost yang harus ditanggung oleh industri galangan kapal untuk bangunan baru. Pada industri galangan kapal, belum ada pembahasan dan analisa mengenai manajemen risiko, meskipun risiko yang dihadapi tidak kalah besarnya dengan bidang yang lain. Industri galangan kapal adalah industri yang padat modal dan tingkat pengembaliannya yang cukup lama (slow yielding), sehingga dalam operasionalnya harus menggunakan prinsip kehati-hatian. Sample penelitian diambil di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya pada kegiatan pembangunan kapal baru, data risiko yang berhubungan operasional/usaha diambil lima tahun sebelumnya dengan responden setingkat manajer keatas. Analisis data dilakukan menggunakan Value at Risk dengan bantuan metode statistik. Dari analisis dengan metode ini akan disusun model manajemen risiko, pengembangan serta aplikasinya pada industri galangan kapal baru. Dari hasil analisis dengan database manajemen sistem dapat diidentifikasi 21 macam risiko potensial yang dihadapi PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Ke 21 macam risiko potensial tersebut kemudian dirangking berdasarkan indeks risiko, ralat pekerjaan merupakan kategori risiko yang tertinggi dan software kadang eror adalah kategori risiko yang sangat rendah.

Alt. Description

The aim of this research is to construct and develop risk management model for new building business of shipyard industries. This research was conducted through some steps: identification, evaluation, analysis of risk ratio influence for liability cost of new building business shipyard industries. The discussion and analysis of risk management in shipyard business are not done yet eventhough its risk is evenhigher that other business. Shipyard business industry is an industry of big capital and slow yielding industry; therefore, it is operated with attentiveness principles. The research sample was obtained from PT. Dok dan Perkapalan Surabaya of new ship building, risk data related to its operation were obtained five years ago with respondents of managers above. The data were analyzed with Value at Risk of the aid of statistical method. By applying this model of this analysis, risk management model and the application of new shipyard were found out. From the research result of database management system, 21 potential risks of PT. Dok dan Perkapalan Surabaya could be identification. Then, those potential risks were ranked according to risk index, revised work was the highest category and software error was the lowest risk category.

Contributor :

1. Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D

=========================================================

STUDI PENINGKATAN PENDAYAGUNAAN SARANA PENGEDOKAN KAPAL DI PT DOK & PERKAPALAN SURABAYA

STUDY on the ENHANCEMENT for SHIP DOCKING FACILITIES EFFICIENCY at PT DOK & PERKAPALAN SURABAYA

Created by :
SATRIAWAN, ANDHIKA ( )

Subject: Galangan kapal
Keyword: Perencanaan dan Optimasi.

[ Description ]

Dalam Tugas Akhir ini dilakukan penelitian tentang perencanaan dan pendayagunaan sarana pengedokan kapal yang ada supaya digunakan secara optimal. Analisis ini mengunakan perhitungan optimasi yang berdasarkan pada jumlah rata-rata kapal yang direparasi pada tahun sebelumnya, dengan jumlah kapal yang sudah dikelompokan berdasarkan BRT sebagai fariabel dan rata-rata docking days. Target yang dicapai galangan dalam mereparasi kapal sebesar 300 hari. Optimasi ini digunakan sebagai parameter bagi galangan untuk mendapatkan (maksimal) jumlah penerimaan kapal yang akan direparasi pada tahun mendatang dengan sarana pengedokan yang ada. Hasil dari Tugas Akhir ini menunjukan bahwa rata-rata jumlah kapal yang direparasi pada tahun sebelumnya sebesar 78 kapal menjadi 82 kapal, dengan begitu galangan mengalami peningkatan pada sarana pengedokan sebesar 5.12 % dan total sewa docking sebesar Rp. 1.367.975.089,-

Alt. Description

This Final Project has been made a research about Design and Docking Ship Means Efficiency in order to be used optimally. This analysis apply an optimum calculation according to average of ship number which is repaired at the last years, with number of ships have been classified according to BRT as a variable and average of docking days. The target which is attained by dockyard to repair 300 ships in a day. This optimation is used as a parameter for dockyard to obtain (maximum) amount of acceptance of ships that will be repaired in the next years with the actually docking ships means. The outcome from this Final Project indicate that the average of number of ships which is repaired in the preceding year is 78 ships to become 82 ships, so that the dockyard go through enhancement in dock means as 5.12 % and the sum of docking lease is Rp. 1.367.975.089,-

Contributor :

1. Ir. Soejitno Ir. Setijoprajudo, MSE

=========================================================

PERBANDINGAN KEBUTUHAN MATERIAL PENGELASAN DAN PEMOTONGAN DALAM PROSES REPARASI BAJA KAPAL TERHADAP TOTAL BIAYA REPARASI BERDASARKAN BRT KAPAL

COMPARISON OF REQUIREMENT WELDING AND CUTTING MATERIAL IN COURSE OF SHIP STEEL REPAIR TO TOTAL COST OF REPAIR DUE TO SHIP TONNAGE

Created by :
Brata, Dian Kusuma Aji ( )

Subject: Kapal — Mesin
Las
Keyword: BRT
Umur kapal
Jenis reparasi

[ Description ]

Industri galangan kapal merupakan industri yang banyak menggunakan material pengelasan dan pemotongan dalam proses reparasinya. Konsumsi material pengelasan dan pemotongan di industri galangan kapal dipengaruhi oleh BRT kapal,umur kapal,dan jenis reparasi.Hal ini disebabkan menurunnya kualitas baja kapal karena korosi. Dalam tugas akhir ini dilakukan permodelan hubungan antara besarnya kebutuhan material pengelasan dan pemotongan dengan BRT dan permodelan hubungan antara besarnya kebutuhan material pengelasan dan pemotongan dengan umur kapal.Setelah itu dilakukan perbandingan antara biaya kebutuhan material pengelasan dan pemotongan dengan biaya reparasi kapal. Data perhitungan mengacu pada kebutuhan material pengelasan dan pemotongan serta biaya reparasi di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Hasil analisa menunjukkan adanya hubungan antara kebutuhan material pengelasan dan pemotongan terhadap BRT kapal,umur kapal dan jenis reparasi pada annual survey,intermediate survey dan special survey.

Alt. Description

Industry of Dockyard represent industry which a lot of using welding and cutting material in course of its repair.Consume of welding and cutting material in shipbuilding industry influenced by ship tonnage,ship age,and repair type.its caused decrease of steel quality by corrosion. In this final project,I make connection between requirement of welding and cutting material with BRT and connection between requirement of welding and cutting material with ship age.After that,I make comparison cost of requirement of welding and cutting material with cost ship repair.Calculation data is held to requirement of welding and cutting material and also the cost of ship repair in PT. Dok And Perkapalan Surabaya. Result of analysis show connection between requirement of welding and cutting material with BRT,ship age and repair type at annual survey,intermediate survey and special survey.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo,M.Sc.

=========================================================

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PEKERJAAN PADA PROYEK-PROYEK REPARASI KAPAL DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO)

INFORMATION SYSTEM ANALYSIS AND DESIGN OF TASK PLANNING AND CONTROLLING IN SHIP REPAIR PROJECT AT PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO)

Created by :
Chrismawanto, Aditya ( )

Subject: Manajemen Sistem Informasi
Keyword: Perencanaan
Pengendalian
Reparasi Kapal

[ Description ]

Dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir nilai omzet proyek-proyek reparasi kapal PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) meningkat hingga lebih dari 67%, tetapi tidak sejalan dengan prosentase perolehan laba kotornya yang terus menurun. Keadaan ini disebabkan antara lain oleh kerap terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek dari jadwal kontrak yang telah disepakati, sehingga berakibat adanya denda dari pemilik kapal dan pembengkakan biaya produksi. Selain itu, keadaan tersebut disebabkan karena adanya peningkatan pesanan pekerjaan pembuatan kapal yang menyita sumberdaya dan perhatian manajemen produksi pada level koordinator proyek-proyek/ PMO (Project Management Officer). Oleh karena proyek reparasi kapal merupakan bisnis utama perusahaan, maka diperlukan upaya-upaya pembenahan strategis. Pembenahan dapat difokuskan pada masalah krusial yang terkait dengan aspek perencanaan dan pengendalian pekerjaan proyek. Pembenahan yang terkait dengan aspek perencanaan dan pengendalian pekerjaan proyek, antara lain dapat dilakukan dengan memberi dukungan informasi yang dibutuhkan dalam merencanakan pekerjaan, dan memudahkan proses pengambilan keputusan untuk mengendalikan pekerjaan melalui ketersediaan informasi kemajuan pekerjaan proyek reparasi kapal dengan cepat dan akurat. Dalam penelitian ini upaya pembenahan tersebut dilakukan dengan menyediakan sistem informasi perencanaan dan pengendalian pekerjaan pada proyek-proyek reparasi kapal di PT. DPS. Analisis dan desain terstruktur digunakan untuk menghasilkan sistem informasi sesuai dengan yang diinginkan. Manfaat yang dapat diperoleh dari implementasi sistem diharapkan akan dapat mengurangi biaya operasional, meningkatkan akses informasi, mengurangi waktu proses dan meningkatkan produktifitas PMO dalam merencanakan pekerjaan dan mengambil keputusan yang terkait dengan aspek perencanaan dan pengendalian pekerjaan proyek.

Alt. Description

During the last four years, the turnover of the ship repair project at PT. Dok and Perkapalan Surabaya (DPS) increased more than 67%. On the contrary, the percentage of gross profit continously decreased. This situation is caused by a delay of finishing the ship repair project from contractual schedule that had been dealed by owners. Consequently, production cost will expand and PT. DPS must sometimes pay the fine due to the uncommitted customer order. Moreover, the increased in the project order of new ship construction that attracts the production management resources became the other factor of the decreasing of gross profit at PT. DPS. Since the ship repair project is becoming company’s core business, some strategic recovery efforts must be taken. The recovery could be focused on the crucial problem releated to the aspects of planning and controlling project task. It includes the provision of adequate information for planning the task and facilitating the process of decision making to control the task through the availability of quick and accurate information of the ship repair project’s progress. In this research, the recovery effort is conducted by providing the information system of task planning and controlling in ship repair project at PT. DPS. Structured analysis and design approach is used to produce the required information system. The advantages that could be obtained from the implementation of the design cover the decrease of operational cost, increase of information access, reduce operational time, and raise the PMO’s productivity in planning the task and making decision related to several aspects of project task’s planning and controlling.

Contributor :

1. Prof. Dr. Ir. Arif Djunaidy, M.Sc

=========================================================

ESTIMASI KEBUTUHAN MATERIAL UTAMA UNTUK MENUNJANG INDUSTRI PERKAPALAN DI INDONESIA ( STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS / KEK PERKAPALAN )

ESTIMATION OF MAIN MATERIAL REQUIREMENT TO SUPPORT SHIPBUILDING INDUSTRIES IN INDONEISA (Study on Development of Shipbuilding Economic Special Zone)

Created by :
MUNAWAR ( )

Subject: Perkapalan
Keyword: Peramalan
Regresi Linier
Berat baja kapal
Kapasitas Galangan.

[ Description ]

Estimasi kebutuhan plat, profil, dan elektrode las yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di indonesia sebagai material utama dan bahan baku penunjang industri perkapalan, sangatlah penting untuk diketahui secara pasti. Kita mengetahui bahwa jumlah yang tidak tepat berarti kelebihan atau kekurangan dan dalam keadaan yang sangat langka cenderung pada kekurangan (critical ) dan berdampak pada terganggunya sebuah proses produksi menjadi lebih lama, waktu delivery yang tidak tepat waktu dan berakibat pada biaya pembangunan kapal dan pada akhirnya harga kapal menjadi lebih mahal. Oleh karena itu perlu diketahui jumlah kebutuhan logistik / material utama yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di Indonesia. Metode pendekatan untuk mengestimasi berapa kebutuhan material utama yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di indonesia yaitu dengan cara mengetahui terlebih dahulu jumlah kebutuhan kapal baru yang diperoleh dari hasil peramalan dengan metode Moving Average dan Exponential Smoothing. Selanjutnya jumlah kebutuhan kapal baru dikomparasikan dengan jumlah kapasitas terpasang galangan kapal yang melakukan aktivitas bangunan baru sehingga dihasilkan jumlah kapal yang bisa dibangun di galangan. Oleh karena jumlah kapal yang dibangun terdiri atas berbagai tipe kapal maka dilakukan regresi GT kapal dan berat baja ( Wst ) yang menggunakan metode Watson. Hasil peramalan jumlah kapal baru secara berturut-turut adalah 295 unit kapal pada tahun 2007,tahun 2008 sejumlah 332 unit dan pada tahun 2009 sebanyak 324 unit. Dengan 41 Unit galangan kapal yang bisa membangun mulai dari GT 10.000. Pada tahun 2007 jumlah GT kapal yang bisa dibangun sebesar 265,059.22 GT atau setara dengan 397,588.83 DWT . Jumlah material yang dibutuhkan diperkirakan sebanyak 99,544.70 Ton dengan jumlah plat 84,613.00 ton dan profil 14,931.71 ton dan elektrode sebesar 3,981.79 ton. Tahun 2008 sebesar 212,033.17 GT atau setara dengan 318,049.76 DWT, jumlah material baja yang dibutuhkan 81,652.64 Ton dengan jumlah plat adalah 69,404.75 ton, profil 12,247.90 ton dan elektrode 3,266.11 ton. Terakhir untuk tahun 2009 adalah 216,393.07 GT jumlah material baja yang dibutuhkan adalah sebanyak 83,064.86 Ton dengan jumlah plat adalah 70,605.13 ton, profil 12,459.73 ton dan elektrode sebesar 3,322.59 ton.

Alt. Description

Estimation on plate, profile and welding electrode requirement which is used on building a new ship in Indonesia as a main material and basic material which supporting shipbuilding industries, would be very important to be surely known. We know that inaccurate amount would be mean a surplus or a shortage and in a rare condition would have a tendency to be a shortage (critical) and would effect on disturbing a production process to have a longer time, inaccurate time of delivery and would affect the ships production cost and ultimately its price would be more expensive. And for that reason, the amounts of main logistics/material requirement used on building a new ship in Indonesia need to be known. An approaching method to estimate how many main material requirement used on building a new ship in Indonesia would be by knowing first the needs of new ship which is acquired from forecasting result using Moving Average method and Exponential Smoothing. Then, the quantity of new ship requirement would be compared by shipyards annual capacity which doing a new building activities that would resulted on quantities of ship that could produce on the shipyards. Because of the quantities of the ship produced would be separated into a number type of ship, regression on ship’s GT and the steel weight (Wst) by Watson method’s needs to be done. The results of the quantity of new ship accordingly were 295 unit of ship in 2007, in 2008 there were 332 units of ship and on 2009 would be as much as 324 units. With 41 unit of shipyard are able to build from GT 10.000. On the year of 2007 there were 265,059.22 GT of ships builds or equivalent to 397,588.83 DWT. The amounts of material needed were about 99,544.70 Ton with the amount of plate were 84,613.00 ton and profile about 14,931.71 ton and electrode as much as 3,981.79 ton. On the year of 2008 about 212,033.17 GT or equivalent to 318,049.76 DWT The amount of steel material needed were 81,652.64 Ton with the amount of plate 69,404.75 ton and the profile 12,247.90 ton and the electrode 3,266.11 ton. Finally, On the year of 2009 about 216,393.07 GT The amount of steel material needed were 83,064.86 Ton with the amount of plate 70,605.13 ton and the profile 12,459.73 ton and the electrode 3,322.59 ton

Contributor :

1. Prof .Ir.R.Sjarief Widjaja,PhD

=========================================================

STUDI ANALISA KEMAMPUAN GALANGAN REPARASI ARMADA NASIONAL AKIBAT PENERAPAN INPRES NOMOR 5 TAHUN 2005

ANALYSIS STUDY OF DOCK CAPABILITY IN REPAIRING NATIONAL SHIP RELATED TO INSTRUCTION OF PRESIDENT NUMBER 5 YEAR 2005

Created by :
ISWAHYUDI ( )

Subject: Galangan kapal
Keyword: Inpres Nomor 5/2005
perairan Indonesia
galangan reparasi

[ Description ]

Maret 2005, Instruksi Presiden Nomor 5/2005 dikeluarkan bertujuan untuk mengembangkan industri perkapalan di Indonesia. Karena asas cabotage, yang diinstruksikan dalam Inpres tersebut, sangat menguntungkan industri pelayaran dan perkapalan. Dimana muatan pelayaran antarpelabuhan di dalam negeri wajib diangkut dengan kapal berbendera Indonesia dan dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional. Atas dasar pemikiran tersebut, kemudian disusun Tugas Akhir ini. Dalam studi analisa ini, dilakukan peramalan jumlah kunjungan kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia. Dengan menggunakan metode Moving Average dan Exponential Smoothing, yang selanjutnya dicek dengan Mean Square Deviation, diharapkan mampu memberikan hasil yang mendekati riilnya. Selain peramalan kunjungan kapal di perairan Indonesia, dilakukan juga analisa kemampuan galangan reparasi yang ada di Indonesia. Dengan membandingkan antara jumlah kapal yang dioperasikan perusahaan pelayaran di masing-masing Propinsi dengan kapasitas galangan kapal yang ada, diharapkan bisa memetakan kebutuhan reparasi kapal untuk nasional. Lebih jauh, bisa diketahui kebutuhan galangan kapal untuk bisa memenuhi kebutuhan reparasi tersebut.

Alt. Description

March 2005, Instruction of President Number 5/2005 released to develop Indonesian Marine industry. Because of the advantages of cabbotage for Naval Architecture, which every load has to use ship with Indonesian flag and operated by National company. Based on that policy, so the writer do this final project. In this analysis, will be solved with forecasting method to forecast incoming ship in Indonesian territorial. Using Moving Average and Esponential Smoothing method, and then will be checked with Mean Square Deviation, would give the best result as close as the real one. Besides forecasting of incoming ship in Indonesian territorial, the analysis will be done for the competence of repairing dock in Indonesia. By comparing sum of ship that operate by Indonesian shipping company with the capacity of ship repairing company in each provinces, hopefully could map the need of repairing in national. Further more, could be known the need of ship repairing company to cover repairing need.

Contributor :

1. Prof. Ir. R Sjarief Widjaja, PhD

=========================================================

PENERAPAN SISTEM MRP PADA PEMBANGUNAN KAPAL (STUDI KASUS PROYEK TANKER 6500 DWT) DI GALANGAN KAPAL PT.DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO)

CLARIFICATION OF MRP SYSTEM IN SHIP BUILDING (THE PROJECT STUDY CASE OF TANKER 6500 DWT CASE)

Created by :
JUNAEDY, I WAYAN YOGA ( )

Subject: Galangan kapal
Keyword: Galangan kapal
Material Requirement Planning(MRP)
Full Outfitting Block System (FOBS)

[ Description ]

Industri galangan kapal sudah mengalami kemajuan teknologi yang sangat cepat sekali terutama galangan kapal luar negeri seperti Jepang, Korea dan Cina dimana mereka selalu mengembangkan teknologi baik itu teknologi pembangunan kapal, fasilitas dan sarana pendukung maupun teknologi manajemen galangan. Salah satu metode yang sudah diterapkan adalah manajemen material yaitu dengan menerapkan system material requirement planning (MRP) yang berbasis pada full outfitting block system (FOBS) dimana proses pembangunan kapal terintegrasi mulai dari perencanaan design, perencanaan dan control material sampai proses produksi sehingga mempercepat schedule penyelesaian proyek, menghemat biaya material dan pemakaian jam orang dan pada akhirnya akan menguntungkan galangan dengan memperoleh margin keuntungan yang lebih tinggi. Seharusnya galangan kapal di dalam negeri sudah menerapkan metode ini jika ingin bersaing dengan galangan lain, demikian juga halnya galangan kapal PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) telah berdiri sejak tahun 1910 dan sampai saat ini masih belum sepenuhnya menerapkan manajemen material dengan tepat. Kami melakukan analisa antara penerapan sistem perencanaan material konvensional pada proyek pembangunan kapal Tanker 6500 LTDW dengan nomer pembangunan N.559 dan penerapan system perencanaan MRP berbasis FOBS pada proyek pembangunan kapal Tanker 6500 LTDW dengan nomer pembangunan N.570, dimana analisa meliputi perencanaan design, perencanaan material dan proses produksi. Dapat disimpulkan bahwa banyak sekali keuntungan yang kita peroleh pada pembangunan kapal dengan menerapkan system MRP berbasis FOBS yaitu antara lain, penghematan komponen biaya bahan mentah yaitu sebesar Rp. 1,5 Milyar, penghematan pemakaian jam orang tenaga langsung proyek sebesar Rp. 3,8 Milyar dan waktu pembangunan kapal menjadi lebih cepat.

Alt. Description

The dockyard industry has experienced very fast technology growth especially foreign dockyards like Japan, Korea and China where they always develop good technology that is die ship building technology, facility and Supporting equipment as well as dockyard management technology. One of the method that is already done is materials management by doing Material Requirement Planning (MRP) based on Full Outfitting Block System (FOBS) where the ship building process integrates from design planning, planning and control material up to the production process so us to speed up the schedule to finish the project, be thrifty material costs and labor costs and in the end will benefit docking by receiving a higher profit margin. Actually domestic ship docking already does this method if wanting to compete with other docking, also the same thing with PT. Dock and Perkapalan Surabaya (persero) already established sincel910 until now still haven’t completely done correct material management The analysis of the conventional material planning application system in the tanker 6500 LTDW ship building project with building number N559 and tanker 6500 LTDW ship building project with building number N570 in the MRP based FOBS application planning system where analysis involves design planning, material and process production planning. The conclusions that most of our profit in ship building with doing MRP systems based on FOBS, which conserve cost components of raw materials which Rp.l and Rp. 1,5 billion, cost serve labor cost as much Rp. 3,8 billion and quicker time in building ships.

Contributor :

1. Drs. Haryono, MSIE

=========================================================

ESTIMASI KEBUTUHAN MATERIAL UTAMA UNTUK MENUNJANG INDUSTRI PERKAPALAN DI INDONESIA ( STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS / KEK PERKAPALAN )

ESTIMATION OF MAIN MATERIAL REQUIREMENT TO SUPPORT SHIPBUILDING INDUSTRIES IN INDONEISA (Study on Development of Shipbuilding Economic Special Zone)

Created by :
MUNAWAR ( )

Subject: Perkapalan
Keyword: Peramalan
Regresi Linier
Berat baja kapal
Kapasitas Galangan.

[ Description ]

Estimasi kebutuhan plat, profil, dan elektrode las yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di indonesia sebagai material utama dan bahan baku penunjang industri perkapalan, sangatlah penting untuk diketahui secara pasti. Kita mengetahui bahwa jumlah yang tidak tepat berarti kelebihan atau kekurangan dan dalam keadaan yang sangat langka cenderung pada kekurangan (critical ) dan berdampak pada terganggunya sebuah proses produksi menjadi lebih lama, waktu delivery yang tidak tepat waktu dan berakibat pada biaya pembangunan kapal dan pada akhirnya harga kapal menjadi lebih mahal. Oleh karena itu perlu diketahui jumlah kebutuhan logistik / material utama yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di Indonesia. Metode pendekatan untuk mengestimasi berapa kebutuhan material utama yang digunakan dalam pembangunan kapal baru di indonesia yaitu dengan cara mengetahui terlebih dahulu jumlah kebutuhan kapal baru yang diperoleh dari hasil peramalan dengan metode Moving Average dan Exponential Smoothing. Selanjutnya jumlah kebutuhan kapal baru dikomparasikan dengan jumlah kapasitas terpasang galangan kapal yang melakukan aktivitas bangunan baru sehingga dihasilkan jumlah kapal yang bisa dibangun di galangan. Oleh karena jumlah kapal yang dibangun terdiri atas berbagai tipe kapal maka dilakukan regresi GT kapal dan berat baja ( Wst ) yang menggunakan metode Watson. Hasil peramalan jumlah kapal baru secara berturut-turut adalah 295 unit kapal pada tahun 2007,tahun 2008 sejumlah 332 unit dan pada tahun 2009 sebanyak 324 unit. Dengan 41 Unit galangan kapal yang bisa membangun mulai dari GT 10.000. Pada tahun 2007 jumlah GT kapal yang bisa dibangun sebesar 265,059.22 GT atau setara dengan 397,588.83 DWT . Jumlah material yang dibutuhkan diperkirakan sebanyak 99,544.70 Ton dengan jumlah plat 84,613.00 ton dan profil 14,931.71 ton dan elektrode sebesar 3,981.79 ton. Tahun 2008 sebesar 212,033.17 GT atau setara dengan 318,049.76 DWT, jumlah material baja yang dibutuhkan 81,652.64 Ton dengan jumlah plat adalah 69,404.75 ton, profil 12,247.90 ton dan elektrode 3,266.11 ton. Terakhir untuk tahun 2009 adalah 216,393.07 GT jumlah material baja yang dibutuhkan adalah sebanyak 83,064.86 Ton dengan jumlah plat adalah 70,605.13 ton, profil 12,459.73 ton dan elektrode sebesar 3,322.59 ton.

Alt. Description

Estimation on plate, profile and welding electrode requirement which is used on building a new ship in Indonesia as a main material and basic material which supporting shipbuilding industries, would be very important to be surely known. We know that inaccurate amount would be mean a surplus or a shortage and in a rare condition would have a tendency to be a shortage (critical) and would effect on disturbing a production process to have a longer time, inaccurate time of delivery and would affect the ships production cost and ultimately its price would be more expensive. And for that reason, the amounts of main logistics/material requirement used on building a new ship in Indonesia need to be known. An approaching method to estimate how many main material requirement used on building a new ship in Indonesia would be by knowing first the needs of new ship which is acquired from forecasting result using Moving Average method and Exponential Smoothing. Then, the quantity of new ship requirement would be compared by shipyards annual capacity which doing a new building activities that would resulted on quantities of ship that could produce on the shipyards. Because of the quantities of the ship produced would be separated into a number type of ship, regression on ship’s GT and the steel weight (Wst) by Watson method’s needs to be done. The results of the quantity of new ship accordingly were 295 unit of ship in 2007, in 2008 there were 332 units of ship and on 2009 would be as much as 324 units. With 41 unit of shipyard are able to build from GT 10.000. On the year of 2007 there were 265,059.22 GT of ships builds or equivalent to 397,588.83 DWT. The amounts of material needed were about 99,544.70 Ton with the amount of plate were 84,613.00 ton and profile about 14,931.71 ton and electrode as much as 3,981.79 ton. On the year of 2008 about 212,033.17 GT or equivalent to 318,049.76 DWT The amount of steel material needed were 81,652.64 Ton with the amount of plate 69,404.75 ton and the profile 12,247.90 ton and the electrode 3,266.11 ton. Finally, On the year of 2009 about 216,393.07 GT The amount of steel material needed were 83,064.86 Ton with the amount of plate 70,605.13 ton and the profile 12,459.73 ton and the electrode 3,322.59 ton

Contributor :

1. Prof .Ir.R.Sjarief Widjaja,PhD

=========================================================

ANALISA PENGGUNAAN MATERIAL KOMPOSIT DENGAN COCOFIBRE SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF UNTUK KAPAL

THE USAGE ANALYSIS OF COMPOSITE MATERIAL WITH COCOFIBRE AS ALTERNATIVE FOR SHIP’S MATERIAL

Created by :
SARI, ESTI SEPTANA ( )

Keyword: Cocofibre
Material Komposit
Resin Poliester

[ Description ]

Perkembangan teknologi komposit saat ini tidak lepas dari sifat khusus yang dimiliki oleh material komposit yang tidak dimiliki oleh material-material bukan komposit. Dalam industri perkapalan material komposit yang sering digunakan adalah polyester dengan serabut-serabut gelas yang sering disebut FRP (Fibreglass Reinforced Plastic). Serabut-serabut yang digunakan selama ini pada material FRP berasal dari serat sintetis. Pohon kelapa {Coconoci Vera, sp) merupakan jenis tumbuhan monokotil yang banyak terdapat di Indonesia(10). Bagian dari pohon ini dapat digunakan sebagai material alternatif komponen material komposite. serat kelapa yang terdapat pada buahnya termasuk serat nabati dan jika digunakan sebagai serat pengisi dengan matrik poliester diharapkan dapat menjadi alternatif material komposite. Penelitian ini, sebagai matriks digunakan resin poliester dan sebagai serat pengisi digunakan serat nabati yaitu serat serabut kelapa (cocofibre). Inti pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serat cocofibre terhadap sifat mekanik dengan melalui pelaksanakan pengujian mekanik (tarik dan bending) kemudian dilakukan analisa mekanik dan analisa ekonomi. selanjutnya dibandingkan alternatif ini dengan material yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material komposite dengan serat pengisi cocofibre secara teknis dapat digunakan dibidang perkapalan dan secara ekonomis relatif lebih murah jika dibandingkan dengan material FRP.

Alt. Description

The development of composite technology recently is related to is specific and unique characteristic compare to the non- composite materials. In the national shipbuilding industry, composite used is polyester with glass fiber so called Fiberglass Reinforced Plastic ( FRP ), fiber used in FRP is synthetic glass. Coconut tree (Coconoci Vera, sp) is monocotyl tree type that is easy to find in Indonesia. Part of this tree can be used as an alternative material for the composite material. Coconut glass in the coconut fruit is categorized as plantation-glass and if it is used as filler glass with polyester matrix can be possible as the alternative of composite materials. In this research polyester resin is used as a matrix and as filler glass is used coconut fiberglass (cocofibre). The main point of this research is to investigate the effect of cocofibre glass to the mechanical characteristic trough the implementation of mechanical analysis and cost-benefit analysis, to be compared to the existing materials. The final result of this research shows that composite material with cocofibre as a filler glass technically can be use in the shipbuilding as alternative material which is economically cheaper compare to the FRP material.

Contributor :

1. Ir. Heri Soepomo, M.Sc.
Ir. Basuki Widodo, M.Sc.

=========================================================

PEMBUATAN APLIKASI OLAP UNTUK SISTEM INFORMASI AKADEMIK JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN UNIVERSITAS DIPONEGORO MENGGUNAKAN ORACLE DATABASE 10G

IMPLEMENTATION OF OLAP APPLICATION FOR THE ACADEMIC INFORMATION SYSTEM JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN UNIVERSITAS DIPONEGORO USING ORACLE DATABASE 10G

Created by :
WARDHANI, PARAMITA DYAH ( )

Subject: Pangkalan Data
Keyword: Data Warehouse
OLAP

[ Description ]

Aplikasi OLAP merupakan sarana pendukung proses pengambialan keputusan, terutama pada suatu instansi atau perusahaan. Suatu instansi atau perusahaan dengan data – data yang relatif besar memerlukan suatu analisa secara periodik dari proses transaksional yang terjadi dalam suatu periode. Pada instansi pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi, diperlukan analisa mengenai hasil belajar mahasiswa dan beban SKS dosen di tiap – tiap semester. Analisa hasil belajar yang dimaksud adalah Indeks Prestasi mahasiswa. Sedangkan analisa beban SKS dosen adalah total kredit mengajar dosen tiap semester. Berdasarkan spesifikasi kebutuhan tersebut, dari sistem informasi akademik yang sudah ada, maka dibuatlah suatu datawarehouse dengan menggunakan Oracle Database 10g, yang nantinya akan diintegrasikan dengan Aplikasi OLAP menggunakan tool Analytic Workspace Manager (AWM) dari Oracle database 10g. Dari database sumber tersebut, dilakukan proses transformasi untuk integrasi dan menyeragamkan struktur sehingga sesuai untuk Data Warehouse. Kemudian dengan menggunakan tool AWM, data – data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk aplikasi OLAP menggunakan komponen Java BI Beans. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan para elemen jurusan dapat melakukan evaluasi hasil belajar mahasiswa dan total kredit mengajar dosen. Sehingga pada akhirnya dapat dilakukan perbaikan – perbaikan yang dirasa perlu, agar dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar di instansi tersebut.

Alt. Description

OLAP application is a supporting tool for decision making process, especially on an institution or company. An institution or company with large data needs an analysis periodically from transactional process in a period. In education institution, in this case university, needed analysis for student study result and lecturer’s SKS load in each semester. The intended study result analysis is Student Performance Index and analysis of lecturer’s SKS load is a teaching credit total lecturer on each semester. Based on that need specification, from the existing academic information system, then a data warehouse is made using Oracle Database 10g that later will be integrated with OLAP application using Analytic Workspace Manager (AWM) tool from Oracle database 10g. From that source database, the transformation process is done to integrate and uniform structure so that appropriate for data Warehouse. Then, the data will be processed using AWM tool and served in form of OLAP application using Java BI Beans component. With this application, it is hoped that the majoring elements can evaluate student’s study result and lecturer’s teaching credit total. Finally the necessary improvements can be done so the quality of teaching can be increased in this institution.

Contributor :

1. Sarwosri, S.Kom, MT
Darlis Heru Murti, S. Kom

=========================================================

STUDI TENTANG PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN PADA PROSES PERLAKUAN PANAS PASCA PENGELASAN BAJA A.I.S.I 316 TERHADAP LAJU KOROSI

THE STUDY OF THE EFFECT OF HEAT TEMPERATURE VARIATION DUE TO POST WELD HEAT TREATMENT AT STAINLESS STEEL A.I.S.I 316 TO THE CORROSION RATE

Created by :
Sulistianto, Dwi Bambang ( )

Subject: Las
Teknik perkapalan
Keyword: Pengelasan baja
Korosi

[ Description ]

Pada dunia perkapalan, baja tahan karat AISI 316 sering digunakan pada tangki kapal tanker yang mengangkut bahan kimia dan minyak mentah. Pengelasan adalah cara yang digunakan untuk menyambung material dari semua konstruksi diatas. Proses pengelasan pada baja tahan karat 316 yang melewati range temperatur sensitis (500°C – 800°C) akan menyebabkan presipitasi karbida krom pada batas butir, akibatnya jika berada pada media korosif cenderung terjadi korosi batas butir (intergranular corrosion). Untuk mengurangi presipitasi karbida krom, maka dilakukan proses perlakuan panas pasca pengelasan dengan pendinginan cepat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada baja tahan karat 316 yang telah mengalami proses pengelasan, kemudian dilakukan proses perlakuan panas pasca pengelasan dan pendinginan cepat dengan variasi temperatur pemanasan. Variasi temperatur pemanasan yang digunakan adalah 850ºC, 900ºC, 950ºC dan 1000ºC. Kemudian dilakukan pengujian foto mikro, pengujian laju korosi dan pengujian foto makro. Pengujian laju korosi menggunakan sel tiga elektroda dengan larutan elektrolit NaCl. Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan laju korosi diperoleh nilai laju korosi untuk temperatur pemanasan 850ºC, 900ºC, 950ºC dan 1000ºC yaitu sebesar : 0.345 mmpy, 0.332 mmpy, 0.327 mmpy dan 0.225 mmpy, maka dapat diketahui bahwa semakin naiknya temperatur pemanasan akan diperoleh laju korosi yang semakin kecil. Dari hasil pengujian foto mikro diperoleh presipitasi karbida krom yang semakin berkurang dengan naiknya temperatur pemanasan.

Alt. Description

At shipping world, stainless steel AISI 316 often used at tank of tanker vessel’s which transporting crude oil and chemicals. Welding is the way to joint materials from all constructions above. Welding process in stainless steel 316 in the range of sensitic temperature (500°C – 800°C) causes chromium carbide precipitate at grain boundary. Intergranular corrosion will accour if the steel placed in corrosive medium. Post weld heat treatment is a method to reduce chromium carbide precipitation at grain boundary. This research examinates corrosion rate of stainless steel 316 after welding process. In which post weld heat treatment was conducted in variation heating temperature. The variation of heating temperature that are : 850ºC, 900ºC, 950ºC and 1000ºC. Photo micro, photo macro and corrosion rate tests with electrolyte of NaCl were conducted. The result indicated that for heating temperature of 850ºC, 900ºC, 950ºC and 1000ºC the corrosion rate are 0.345, 0.332, 0.327 and 0.225 mmpy respectively. According to the test result the higher heating temperature result in lesser corrosion rate. Photo micro test showed that the higher the heating temperature the lesser the chromium carbide precipitate along boundary line.

Contributor :

1. Wing Hendroprasetyo A.P, ST, M.Eng.

=========================================================

ESTIMASI KEBUTUHAN PERMESINAN KAPAL UNTUK MENUNJANG INDUSTRI PERKAPALAN DI INDONESIA (STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS/ KEK PERKAPALAN)

ESTIMATION OF MARINE ENGINE DEMAND FOR SUPPORTING THE INDONESIAN SHIPPING INDUSTRY (Study of Exclusive Economic Zone Development/ Shipping EZZ )

Created by :
Jaya, Ketut Firman Dharmadi ( )

Subject: Galangan
Keyword: Asas Cabotage
Galangan Kapal Nasional
Mesin Utama Kapal
Nilai Order

[ Description ]

Adanya Instruksi Presiden nomor 5/2005 yang pada prinsipnya adalah penerapan asas cabotage yaitu suatu ketentuan yang mengatur bahwa muatan pelayaran antar pelabuhan di dalam negeri wajib diangkut dengan kapal berbendera indonesia dan dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional. Selain itu lemahnya daya saing industri galangan kapal nasional saat ini, maka dipandang perlu untuk dilakukan upaya-upaya yang kongkrit untuk memberdayakan industri galangan kapal nasional yang lebih efisien dan kompetitif. Atas dasar pemikiran tersebut, kemudian disusun tugas akhir ini, dalam studi analisa ini, dilakukan peramalan jumlah kebutuhan kapal untuk pengganti kapal asing dan kapal-kapal tua yang masih beroperasi di Indonesia. Dengan menggunakan metode moving average dan exponential smoothing, yang selanjutnya dicek dengan Mean Square Error. Dari kebutuhan kapal tersebut dilakukan perbandingan dengan galangan kapal yang ada. Dari hasil perbandingan tersebut di dapatkan perkiraan kebutuhan mesin utama kapal dan diharapkan mampu memberikan hasil yang mendekati riilnya. Selain perkiraan kebutuhan mesin utama kapal, dilakukan juga pola distribusi mesin utama terhadap galangan kapal yang ada. Sehingga nantinya di dapatkan nilai order tiap tahun untuk mesin utama kapal pada tiap daerah maupun skala nasional. Diharapkan dapat mengetahui perkiraan jumlah mesin utama yang akan di pesan oleh galangan kapal nasional, nilai order mesin utama kapal serta data tentang perkiraan kebutuhan mesin utama kapal di Indonesia.

Alt. Description

According to the Instruksi Presiden No 5/2005 that basically is about implementing the cabbotage principle, which is a regulation that rules all local cargoes ship has to use nad registered under Indonesian flag, and also use shipping and maritime company from Indonesia. Besides the low competitiveness among of national shipyard nowadays, so it’s urgently needed a real effort to employ all national shipyard in more efficient and competitive way. Based on those thoughts, this final research was composed, through some analysis, forecasting of demand and needs for local ship instead of foreign and old ship was done and describe briefly in this final project report. Using moving average and exponential smoothing method, then checked by Mean Square Error. From those demands, a comparative methode was applied with some shipyards. From the comparision result, an estimation of main engine are subjected to obtain a close of real requirement. Instead of the need of main engine, a pattern of main engine distribution toward shipyards also apllied. So that the value of main engine order year by year, in every region an national scale will be obtained. This method is expected to describe number of main engine that ordered by some national shipyards, value of each order of main engine, and an estimation data of main engine’s need in Indonesia.

Contributor :

1. Prof. Ir. R Sjarief Widjaja, PhD

=========================================================

ANALISA PENGARUH SURFACE CRACK PADA PELAT MILD STEEL DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALYSIS OF SURFACE CRACK BEHAVIOUR TO MILDSTEEL PLATE USING FINITE ELEMEN METHOD

Created by :
Mardiko, Feruz Syahri ( )

Subject: Mekanika terapan
Keyword: Surface crack
Stress intensity factor
Pelat mild steel
Metode elemen hingga

[ Description ]

Dalam bidang perkapalan, cacat retak sering terjadi di mana-mana. Cacat tersebut umumnya dimulai dengan surface crack akibat proses kerja. Dari persamaan Newman dan Raju, diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi sifat perambatan retak tersebut. Sifat perambatan ini akan memperngaruhi life time suatu material. Di dunia keilmuan telah banyak dilakukan penelitian pengaruh crack ini pada material mild steel ataupun high tensile strength. Sedangkan dalam dunia perkapalan cenderung menggunakan material mild untuk daerah lambung. Pada daerah tersebut kerap terjadi beban tarik akibat proses kerja kapal di atas media dinamis. Studi dilakukan untuk cacat surface crack pada pelat mild steel dengan persamaan Newman and Raju serta menggunakan metode elemen hingga. Penelitian dilakukan pada pelat dengan beban tarik 300 MPa. Selain itu, studi ini dilakukan dengan menguji pengaruh kedalaman pelat serta ketebalannya. Ketebalan yang diuji adalah 10, 20, dan 30 mm dengan kedalaman retak bervariasi dari a/t = 0.1 s/d 0.5 yang bertambah tiap 0.05t. Dari studi Newman-Raju dan metode elemen hingga ini, didapatkan nilai stress intensity factor tiap model. Selanjutnya dengan persamaan Paris akan didapatkan kecepatan perambatan retak tersebut. Dari simulasi yang telah dilakukan, setiap penambahan kedalaman retak 0.05t akan mengakibatkan pertambahan intensitas tegangan pada crack front sebesar 3% untuk t = 10 mm, 4.7% untuk t = 20 mm, serta 5.3% untuk t = 30 mm. Sedangkan perambatan retak akan bertambah 30~40% setiap kedalaman retak yang diberikan. Dan dari ketiga simulasi ketebalan pelat, perambatan retak cenderung meningkat dengan bertambahnya tebal pelat sebesar 30%.

Alt. Description

The crack that happens in ship construction, generally started with surface crack due to duty cycle. Newman and Raju give an equation that explains influencing factors to the crack growth rate. And the rate has a role in material’s life time. Nowadays, scientist has many experiments about crack behaviour to both mild or high tensile steel. And ship construction mostly uses mild steel in hull building. Tensile loading often happens in the hull ship due to hydrodynamic loading. The study of surface crack in plate is using Newman and Raju equation and finite elemen method. The experiment takes a plate with 300 MPa tension stress. Beside, the experiment takes variable of plate thickness and crack depth. The thickness which observed is 10, 20, and 30 mm with crack depth changes from a/t = 0.1 up to 0.5 each 0.05t. The Newman-Raju study and finite elemen method results is stress intensity factor for each model. Then with Paris equation gives the crack growth rate will be obtained. From the simulation of crack depth variable, the stress intensity factor gradually increases 3% for t = 10 mm, 4.7% for t = 20 mm, and 5.3% for t = 30 mm. Then the crack growth rate will increase 30~40% while the crack depth increasing 0.05t. And from plate thickness simulations obtained that the crack growth rate increases while the thickness gradually added 30%.

Contributor :

1. Ir. Budie Santosa M.T.

=========================================================

PERANCANGAN CORPORATE IDENTITY TERAFULK GROUP

DESIGNING TERAFULK GROUP’S CORPORATE IDENTITY

Created by :
Putranto, Iyud Hardi ( )

Subject: Seni dekoratif
Keyword: Logo
Identitas perusahaan
Representasi perusahaan
Instrumen pemersatu.

[ Description ]

Terafulk Group adalah sebuah grup perusahaan yang menaungi tiga perusahaan yang masing-masing bergerak dalam bidang ship design, ship consultant, production drawing, software maintenance, software development (Terafulk Megantara Design), trading (Terafulk Global Biz), dan digital arts design (Teramedia). Grup ini diawali dengan berdirinya PT. Terafulk Megantara Design pada tahun 2005. Pada perkembangannya kemudian, masalah yang terjadi di dalam perusahaan menjadi semakin kompleks, semakin berat untuk ditangani dalam sebuah manajemen. Hal-hal inilah yang kemudian melandasi berdirinya PT. Terafulk Global Biz dan PT Teramedia, yakni untuk memisahkan bidang kerja sekaligus saling menjadi support sytem bagi perusahaan lainnya. Saat ini, ketiga perusahaan ini akan disatukan lagi dalam sebuah manajemen yang bernama Terafulk Group. Sampai saat ini, Terafulk Group masih belum memiliki sebuah identitas yang baku. Identitas yang selama ini digunakan adalah identitas dari PT. Terafulk Megantara Design, padahal bidang usaha yang disasar oleh Terafulk Group tidak hanya pada industri perkapalan, namun juga merambah industri-industri lain. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika nantinya bidang usaha utama dari Terafulk Group bukanlah industri perkapalan. Di sisi lain, penggunaan identitas yang identik ini menimbulkan ambiguitas antara Terafulk Megantara Design dan Terafulk Group. Identitas perusahaan, yakni nama perusahaan, trademark, dan sistem visual, adalah salah satu aset terpenting dari perusahaan, sebagai sebuah bentuk representasi terdepan dari perusahaan. Identitas Terafulk Group ini merupakan sebuah instrumen yang sangat penting untuk membentuk persepsi perusahaan di benak para pelanggan, investor, dan para pekerja sekaligus sebagai sebuah instrumen pemersatu dari perusahaan-perusahaan yang bernaung di dalamnya. Oleh karenanya sangat penting untuk memaksimalkan penggunaan aset penting ini sebagai sebuah nilai saing dan sekaligus untuk menjaga dan melindunginya.

Alt. Description

Terafulk Group is a business group supervise three different companies which is embracing ship design, ship consultant, production drawing, software maintenance, software development (Terafulk Megantara Design), trading (Terafulk Global Biz), and digital arts design (Teramedia) businesses. This group was began in 2005, when Terafulk Megantara Design Co. Ltd. established. This company has grown more complex, became more difficult to managed in one company mean while the competition was also become more heavy. Following this change, Terafulk Global Biz Co. Ltd. and Teramedia Co. Ltd. was established to solved the problems, separated company’s business area and also to became a support system. Following days, these three companies will be united again in a management called Terafulk Group. Terafulk Group still doesn’t have a full fledged identity up to now. The identity that have been used with company was Terafulk Megantara Design’s identity, whereas Terafulk Group’s core business not only in ship industry, but also in other business. There is an opportunity for the company to change it’s core business. In the other side, using a similiar identity has make Terafulk Megantara Design’s identity and Terafulk Group’s identity become ambiguous. The Company’s identity—company’s name, trademark, and sistem visual identity is one of company’s most valuable assets, as the most visible representation of the company. The Terafulk Group identity is an important tool that can be used to shape the perceptions in customers, investors, and employees’s mind, all at once as an instrument to make a unity in company. Therefore, it is critical to leverage this asset for competitive advantage today and protect it for the future.

Contributor :

1. Rahmatsyam Lakoro, S.Sn

=========================================================

ANALISA KEBUTUHAN DAYA GENERATOR AKIBAT MODIFIKASI KAPAL PADA OPERASIONAL PERALATAN DI KM KIRANA RUTE SURABAYA – BALIKPAPAN

Created by :
Yanto, Ery ( )

Subject: Ships — Electric Equipment
Electric Generators
Alt. Subject : Ships — Electric Equipment
Electric Generators
Keyword: daya generator
system kelistrikan
operasional peralatan
kondisi kapal

[ Description ]

Untuk memenuhi kebutuhan daya generator di kapal, seorang marine engineer (Sarjana Teknik Sistem Perkapalan) harus memperhatikan faktor-faktor yang mendukung desain generator beserta distribusinya. Selain itu alternatif-alternatif dalam pemakaian peralatan di kapal juga harus diperhatikan. Alternatif itu sendiri merupakan bagian dalam mendesain sistem kelistrikan di kapal yang akan di desain. Untuk kapal-kapal penumpang yang berlayar di daerah tropis (misal: Indonesia) dimana kapal tersebut adalah hasil daripada desain modifikasi maka kebutuhan sarana pelayanan di kapal harus diutamakan keberadaannya. Sebab penumpang tidak hanya ingin sampai tujuan saja tetapi juga ingin mendapatkan fasilitas-fasilitas untuk menikmati pelayaran. Untuk itu operasional peralatan baik untuk penumpang itu sendiri maupun yang lebih khusus (untuk kerja sistem di kapal ) diharapkan dapat difungsikan dengan baik dalam berbagai kondisi kapal yakni berlayar, sandar, manuver, serta bongkar muat.

Contributor :

1. Ir. Sardono S., MSc
Eddy S.K.,ST,MSc)

=========================================================

KARAKTERISASI MATERIAL LAMINASI KAYU JATI (TECTONA GRANDIS L.F) DAN/ATAU BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) UNTUK PENGGUNAAN STRUKTUR KAPAL

CHARACTERISTIC of TEAK (Tectona grandis L.F) and/or BAMBOO BETUNG (Dendrocalamus asper) LAMINATION for WOODEN BOAT CONSTRUCTION

Created by :
Widodo, Akhmad Basuki ( )

Subject: Kapal — Model
Keyword: Laminasi
Sifat Fisik
Sifat Mekanik dan Kelelahan Material

[ Description ]

Sampai saat ini, penggunaan bambu dibidang konstruksi masih sangat terbatas dan digunakan hanya pada konstruksi ringan. Perkembangan penggunaan bambu dibidang konstruksi, khususnya dibidang perkapalan, relatif masih sangat kecil. Dengan adanya teknologi laminasi, diharapkan pemanfaatan bambu dapat diperluas dibidang struktur, terutama dibidang perkapalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik laminasi bambu, pengaruh buku bambu dalam konstruksi laminasi dan sifat kelelahan material laminasi bambu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara umum laminasi bambu betung mempunyai sifat fisik dan sifat mekanik serta sifat terhadap kelelahan material (fatigue) yang lebih baik dibandingkan dengan kayu jati (solid). Hanya saja, sebagai bahan pembangunan kapal kayu, laminasi bambu betung mempunyai kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kayu jati (solid). Tetapi perbedaan kerapatan laminasi bambu betung dengan kayu jati tidak sebesar perbedaan kekuatan mekanik. Sehingga dengan peraturan konstruksi kapal kayu (BKI), laminasi bambu betung tersebut dapat digunakan sebagai bahan pembangunan kapal kayu dengan pengurangan ukuran. Sedangkan pengaruh buku bambu terhadap kekuatan bending statik dan kuat tarik, penurunan kekuatan terbesar sekitar 10 % dibandingkan dengan laminasi bambu tanpa buku. Hasil pengujian dan analisa laminasi bambu betung terhadap beban dinamis menunjukkan bahwa laminasi bambu betung mempunyai ratio ketahanan (endurance ratio, Re) yang lebih baik dibandingkan dengan kayu jati (solid). Laminasi bambu betung setelah menerima beban dinamis mengalami penurunan kuat tarik sekitar 23 %, sedangkan kayu jati (solid) mengalami penurunan kekuatan sebesar 63 %.

Alt. Description

Teak wood is well known and well proven material in wooden boat construction. It also dominates in the wooden boat industry. The use of bamboo has been limited to light construction. Bamboo is cheap and can be found everywhere in Indonesia. Due to the cheapness and high availabilities, the use of bamboo should be promoted, especially in boat building industry, by enhanced lamination technology and special treatment for marine wood destroying organisms or fire retardant. The purposes of this research is to determine physical and mechanical characteristics of bamboo composite, the influence of bamboo node in the laminated construction and the fatigue characteristic of bamboo composite in term of tensile fatigue are also examined. In this research, it is proved that the mechanical and fatigue characteristic of the bamboo composite are better than that of teak wood. As material for wooden boat building, the density of bamboo composites is higher than that of the teak wood. Consequently, the weight of the boats will be higher. However, the increase of the strength characteristics is higher than that of the density. Therefore, the bamboo composite boat will have the same weight of boat with higher strength or will have less weight of boat with the same strength compared with teak wooden boat. It is also found that bamboo composite including node has static bending strength and tension strength around 10 percents less compared with bamboo composite without node. The dynamic tensile strength (tensile fatigue strength), the strength decrease of the bamboo composite and teak wood around 23 percents and 63 percents respectively. It means that in term of the resistance toward dynamic/fatigue tensile strength, bamboo composite is around three times better than teak. From this research, it is suggested that instead of teak wood, bamboo composite should be utilized in construction, especially in wooden boat industry.

Contributor :

1. Ir. P. Eko Panunggal, PhD.
Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, PhD.
Ir. Daniel M. Rosyid, PhD.

=========================================================

PENENTUAN PERPINDAHAN NODE PADA PELAT DATAR DENGAN PEMODELAN ELEMEN SEGITIGA 6 NODE AKIBAT GAYA TARIK SEPANJANG SISI PELAT PADA DUA ARAH

Created by :
SARI, ANDITA NUR RAFLIA ( )

Subject: LAS
Alt. Subject : Plates (engineering)
Keyword: Pelat
Metode Elemen Hingga
Diskritisasi

[ Description ]

Pada industri perkapalan, pelat merupakan material yang sangat dominan dalam mendesain suatu lambung kapal dimana terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendesain, karena adanya gaya tekan yang diterima oleh lambung kapal. Oleh karena itu dalam pengujian, kita dapat melakukan analisa perilaku pelat dengan pemodelan elemen hingga dengan mendiskritisasi elemen pelat datar dalam suatu elemen segitiga untuk mengetahui bagaimana suatu perpindahan node terjadi pada pelat akibat diperlakukan gaya tarik dari dua arah. Pada pengujian yang telah dilakukan untuk beberapa material pelat datar, kita ambil contoh material baja yang ditumpu pada sisi kiri pelat dengan gaya 5000 N diperoleh perpindahan node maksimum terhadap sumbu X sebesar 1,561.10-4 m sehingga dapat diketahui bagaimana contour pelat. Dari hasil pengujian ini kita dapat mengetahui terdapat beberapa perameter yang mempengaruhi dalam menentukan perpindahan node untuk material pelat diantaranya : letak tumpuan, jenis material serta besar dan letak gaya pembebanan pada pelat.

Contributor :

1. Ir. YERRI SUSATIO, MT

=========================================================

PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN GALANGAN KAPAL DENGAN MENGGUNAKAN KERANGKA BALANCED SCORECARD

Nowadays, companies are competing for their customers in their competitively market place. Companies have to try their best producing product or service which is fulfilled their market needs. In assessing its result achieved by strategy application is nee

Created by :
WTTJAKSONO, RONY ( )

Keyword: Performance Measurement System
Key Performance Indicator (KPI)
Integrated Performance Measurement System (IPMS)
Balanced Scorecard
Quantitative Model for Performance Measurement System (QMPMS)
Analytic Hierarchy Process (AHP)

[ Description ]

Dewasa ini perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk memperebutkan pasar yang sudah sedemikian kompetitif. Perusahaan hams berjuang untuk menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada. Untuk mengkaji kesuksesan hasil yang telah dicapai dalam menerapkan strateginya, tentunya perusahaan hams mempunyai suatu sistem pengukuran kinerja Pada kenyataan yang ada saat ini, belum banyak perusahaan yang mempunyai suatu sistem pengukuran kinerja yang sifatnya terintegrasi dan dapat menilai kinerja suatu organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikasi Key Performance Indicator (KPI), menganalisa persepsi dari pihak manajer pada tujuan dan Key Performance Indicator (KPI) perusahaan dengan cara melakukan pembobotan pada masing-masing KPI, mengkonsolidasikan KPI ke dalam single performance indicator, sehingga dapat menyatakan nilai kinerja dari tiap-tiap Key Performance Indicator (KPI), unit bisnis dan keselunihan. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan kerangka kerja tentang bagaimana membuat suatu sistem pengukuran kinerja yang dapat memberikan pandangan menyeluruh (comprehensive) dan cepat tentang nilai kinerja dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI), unit bisnis, dan keselunihan kepada pihak manajemen level atas, serta dapat menyoroti area yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Pada perancangan sistem pengukuran kinerja tersebut dilakukan dengan menggabungkan tiga model sistem pengukuran kinerja yaitu Integrated Performance Measurement System (IPMS), Balanced Scorecard dan Quantitative Model for Performance Measurement System (QMPMS) dan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk melakukan proses pembobotan dari masing-masing KPI. Penilaian kinerja mengacu pada perbandingan antara realisasi dan target dari masing-masing KPI serta bobot dari KPI tersebut. Pada penelitian ini menggunakan studi kasus kinerja PT. Dok dan Perkapalan Surabaya pada tahun 2000. Hasil yang didapat adalah nilai kinerja keselunihan adalah 57,83, nilai kinerja unit bisnis reparasi adalah 75,67, nilai kinerja unit bisnis bangunan bam adalah 40,03. Hal ini menggambarkan bahwa rata-rata realisasi dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI) tidak memenuhi/mencapai target yang ditetapkan.

Alt. Description

Nowadays, companies are competing for their customers in their competitively market place. Companies have to try their best producing product or service which is fulfilled their market needs. In assessing its result achieved by strategy application is needed a performance measurement system. In fact, there is only a few of companies have their integrated performance measurement system to measure organization performance comprehensively. The aims of this research are identify Key Performance Indicators (KPl), analyzing manager perception on company objectives and Key Performance Indicators (KPl) by weighing KPI and consolidating KPI into a single performance indicator to set performance scoring of each KPI, business unit and overall performance. Benefit got from this research is to provide a framework for top management on how to design performance measurement system using for fast and comprehensive performance measurement on each KPI, business unit and overall performance as well as highlight of the area that need improvement most. Design of performance measurement system is carried out by combining three of performance measurement model i.e. Integrated Performance Measurement System (IPMS), Balanced Scorecard, Quantitative Model for Performance Measurement System (QMPMS), by using Analytic Hierarchy Process (AHP) method to weighing of each KPl. Performance scoring is refers to comparison between achievement (realization) and target of each KPI as well as weight of KPI. A performance case study is used in PT.Dok dan Perkapalan Surabaya in 2000. The results obtained are 57.83 for overall performance, 75.67 for ship repair business unit pand 40.03 for ship building business unit performance. These results indicate that realization averages of each KPI are not fulfilled decided target.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo, MSc
Ir. Patdono Suwignyo, MEng Sc, PhD

=========================================================

ANALISA FAKTOR INTERNAL SDM TERHADAP PRODUKTIVITAS: STUDI KASUS BENGKEL FABRIKASI KAPAL

INTERNAL FACTOR ANALYSIS OF SDM TO PRODUKTIVITY : FABRICATE WORKSHOP CASE STUDY

Created by :
LATUHIHIN, GERARD RICHARD ( )

Subject: Produktivitas industri
Keyword: kemampuan
motivasi
stres
produktivitas.

[ Description ]

Penelitian tentang analisa faktor sumber daya manusia yang berpengaruh pada produktivitas: studi kasus di bengkel fabrikasi dirasakan perlu untuk diteliti. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja manusia itu sendiri dalam mencapai produktivitas. Untuk itu gambaran tentang seberapa besar hubungan antara faktor-faktor tersebut secara deskriptif perlu diteliti dan dicari makna hubungan antara faktor dan seberapa besar kontribusinya di dalam mempengaruhi produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa gambaran kemampuan, motivasi kerja, stres dan produktivitas kerja. Kegunaan secara teoritis adalah memberikan sumbangan bagi kajian ilmu manajemen yang menyangkut peningkatan produktivitas kerja di galangan. Kegunaan praktis adalah hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk perubahan kebijakan dalam meningkatkan produktivitas kerja pada bengkel fabrikasi dan merupakan gambaran yang dapat mengubah perilaku karyawan, siap dan cepat tanggap dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.Penelitian ini dilakukan pada PT. Dok dan Perkapalan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bersifat deskriptif analitis dengan sampel 104 karyawan dan menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian ditemukan bahwa besarnya pengaruh secara simultan antara kemampuan (X1), motivasi (X2) dan stres (X3) terhadap produktivitas (Y) sebesar 0,973 tergolong sangat kuat. Sedangkan kontribusi secara bersama-sama variabel X1, X2, dan X3 terhadap (Y) = R2 x 100% = 0.946 X 100% = 94.6% dan sisanya 5.4% ditentukan oleh variabel lain. Kemudian mengenai naik-turunnya atau besar kecilnya produktivitas dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y = 1.016 + 0.072X1 + 0.836X2 – 0.099X3. Besarnya koefisien korelasi parsial pada penelitian ini, terlihat bahwa korelasi parsial kemampuan terhadap produktivitas sebesar 0.209, motivasi terhadap produktivitas 0.969, stres terhadap produktivitas sebesar -0.278. Hal ini memperlihatkan bahwa variabel motivasi merupakan variabel yang dominan dalam mempengaruhi produktivitas, yaitu motivasi mempunyai hubungan sebesar 96.9 % terhadap prduktivitas karyawan.

Alt. Description

Research about human resource factor analysis having an in with productivity: case study in fabricate workshop is felt require to be checked. There are many factors influencing it man performance in reaching productivity. For the purpose image of about how big relation between the factors descriptively need to be checked and searched by meaning relation between factor and how big its(the contribution in influencing productivity. Purpose of this research is to know and analyses image of ability, motivation of job activity, stress and work productivity. Usefulness theoretically is give contribution to management science study concerning improvement of work productivity in graving dock. Practical usefulness is result of this usable research as component of consideration for policy change in increasing work productivity at fabricate workshop and is picture which can change behavior of employee, ready and quickly listens carefully in implementing the duty and function is in an optimal fashion. This research done at PT. Dock and Perkapalan Surabaya. Research method applied is method survey is having the character of descriptive analytical with sample 104 employees and applies correlation analysis and regression. Result of research it is found that level of influence in simultan between abilities (X1), motivation (X2) and stress (X3) to productivity (Y) 0,973 pertained very strong. While contribution jointly variable X1, X2, and X3 to (Y) = R2 x 100% = 0946 X 100% = 94,6% and the rest 5,4% determined by other variable. Then about the rising-falling or big the so small productivity can be predicted through equation of regression Y = 1,016 + 0,072X1 + 0,836X2 – 0,099X3. Level of partial correlation coefficient at this research, seen that partial correlation of ability to productivity 0,209, motivation to productivity 0,969, stress to productivity equal – 0,278. This thing shows that motivation variable is dominant variable in influencing productivity, that is motivation has relationship 96,9 % to employee productivity.

Contributor :

1. Prof. DR. Ir. Sjarief Widjaja

=========================================================

PERANCANGAN POLA KARIR KARYAWAN GALANGAN KELAS MENENGAH DENGAN MENGAPLIKASIAN METODE FUZZY MCDM DALAM PENYELEKSIANNYA :STUDI KASUS GALANGAN KELAS MENENGAH DI SURABAYA

EMPLOYEES’ CAREER PATTERN IN MIDDLE SHIPYARD BY USING FUZZY MCDM METHOD AS THE SOLVER: Case Study Middle Shipyard in Surabaya

Created by :
Wahyudi, Hari ( )

Subject: Pegawai — Manajemen
Keyword: Pola karir
Fuzzy MCDM
Seleksi karyawan

[ Description ]

Persaingan dalam Industri Perkapalan yang semakin tinggi dan Sumber Daya Manusia merupakan modal utama bagi kemajuan suatu Industri Perkapalan maka perencanaan karier pekerjaan yang diikuti peningkatan kesejahteraan sangat diperlukan. Dengan adanya karier yang tepat dapat membuat karyawan menjadi loyal dan dapat menguntungkan bagi perusahaan. Permasalahan karir untuk jangka waktu yang panjang serta masalah tentang data yang menunjukkan bahwa jangkauan teknik – teknik untuk merencanakan karir berdasarkan rancangan statistik kemungkinan kecil sehingga Bidang Sumber Daya Manusia dituntut untuk menyelesaikan dengan cepat dan obyektif. Hasil pola karier karyawan di galangan kelas menengah terdiri dari 6 tahapan yang meliputi 2 tahapan pelaksana dan 4 tahapan manajemen. Untuk melalui tahapan dan kenaikan jabatan tersebut terdapat persyaratan – persyaratan diantaranya pendidikan, pengalaman kerja dan persyaratan – persyaratan lainnya. Untuk menentukan nilai kandidat diperlukan banyak kriteria termasuk, kemampuan, dan karakter seseorang. Proses seleksi karyawan hasil perencanaan pola karier di galangan kelas menengah dengan mengimplementasikan metode fuzzy MCDM dengan cara melakukan seleksi administrasi untuk meminimalisir kandidat selanjutnya diadakan penilaian terhadap kadidat yang meliputi tes kuantitatif dan penilaian kualitatif, dengan menggunakan metode fuzzy MCDM dapat diketahui kriteria – kriteria yang diperlukan dan sesuai dengan karakter seseorang, selain itu dengan metode fuzzy MCDM pengambil keputusan bisa dari latar belakang pendidikan apapun dan dapat membuat karyawan perusahaan mengetahui akan kebutuhan perusahaan dan mengerti apa yang terjadi didalam perusahaan. Dan dengan adanya software untuk memunculkan alternatif calon / kandidat yang paling sesuai untuk suatu jabatan tertentu hasil pola karier di galangan kelas menengah akan memudahkan pengambilan keputusan dan dengan menggunakan metode fuzzy MCDM kriteria hasil yang cepat dan akurat.

Alt. Description

Emulation in Shipping Industry that keeps growing and Human Resource are the main capital for the progress of Shipping Industry, hence planning of work career followed by prosperity improvement are very needed. The existence of precise career support the employee’s loyalty and give benefit to the company as well. Career problems in long term and also problem in data that shows the technical coverage to plan to plan career based on statistical plan has small probability so that Human Resource division are forced to complete the task swiftly and objective. The Result of employees’ career pattern in middle Shipyard consisted of 6 steps covering 2 execution steps and 4 management steps. There are some requirements to pass those steps and raising position namely education background, working experience, and others. Some criteria are needed to determine the candidates’ value including ability, and characteristic. Selection process as the result of employees’ career pattern in middle Shipyard by implementing fuzzy MCDM method through administrative selection to minimize the number of candidate continue with the judgment of candidate which are including qualitative and quantitative assessment. By using fuzzy MCDM method, any criteria needed based on someone’s characteristics can be noticed, moreover with this fuzzy MCDM method, any decision can be made from any education background and employees can be easily notice the company needs and anything happen inside the company. And with the existence of software to peep out the alternative candidate/most appropriate candidates for certain position from the result of employees’ career pattern in middle shipyard will facilitate the decision making and by using fuzzy MCDM method, fast and accurate result criteria will be fulfilled.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo M.Sc

=========================================================

PERANAN HIDRODINAMIKA DALAM BIDANG DESAIN KAPAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

The role of hydrodynamics in ship design and daily life

Created by :
Utama, I Ketut Aria Pria ( )

Subject: Hidrodinamika
Keyword: Desain kapal
Hidrodinamika

[ Description ]

Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu keteknikan terutama di bidang teknoiogi perkapalan / kelautan. Bidang ilmu ini mempelajari perilaku gerakan benda (a. l. kapal laut) yang berada di air. Keberadaan dan pergerakan benda di air menimbulkan apa yang disebut lapisan batas (boundary layer) dimana makin besar dan gemuk (bluffer) benda tersebut maka lapisan batas semakin lebar dan konsekuensinya hambatan, besamya tenaga penggerak dan konsumsi BBM kapal meningkat. (Utama 2007 dan Utama dkk 2007). Selanjutnya. pergerakan kapal di gelombang sangat berkaitan dengan tingkat kenyamanan terutama ABK dan penumpang. Fenomena ini dikenal dengan istilah seakeeping dimana sangat dipengaruhi oleh bentuk badan kapal dan arah datangnya gelombang (Bhattacaryya, 1978). Kemampuan olah gerak kapal juga memperoleh perhatian penting karena berkaitan erat dengan mobilitas dan kualitas layanan kapal tersebut. Kapal-kapal yang besar cenderung mengalami kesulitan olah gerak dibandingkan kapal-kapal yang lebih keciL Pcnyclidikan tentang karakteristik hidrodinamika kapal ini pada umumnya dilakukan dengan pendekatan teoritis-numerik dimana pada saat ini lebih populer dengan istilah dinamika fluida numerik (CFD). Teknik lain yang menjadi altematif adalah melalui pengujian model kapal menggunakan towing tank, manoeuvring ocean basin (MOB). wind tunnel, cavilalion tunnel, dan lain-lain. Meskipun lebih praktis dan tetap dengan akurasi tinggi, temyata penggunaan teknik ini memerlukan biaya yang cukup tinggi terutama untuk kapal-kapal yang besar dan kapal khusus.

=========================================================

PERANAN HIDRODINAMIKA DALAM BIDANG DESAIN KAPAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI

The role of hydrodynamics in ship design and daily life

Created by :
Utama, I Ketut Aria Pria ( )

Subject: Hidrodinamika
Keyword: Desain kapal
Hidrodinamika

[ Description ]

Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu keteknikan terutama di bidang teknoiogi perkapalan / kelautan. Bidang ilmu ini mempelajari perilaku gerakan benda (a. l. kapal laut) yang berada di air. Keberadaan dan pergerakan benda di air menimbulkan apa yang disebut lapisan batas (boundary layer) dimana makin besar dan gemuk (bluffer) benda tersebut maka lapisan batas semakin lebar dan konsekuensinya hambatan, besamya tenaga penggerak dan konsumsi BBM kapal meningkat. (Utama 2007 dan Utama dkk 2007). Selanjutnya. pergerakan kapal di gelombang sangat berkaitan dengan tingkat kenyamanan terutama ABK dan penumpang. Fenomena ini dikenal dengan istilah seakeeping dimana sangat dipengaruhi oleh bentuk badan kapal dan arah datangnya gelombang (Bhattacaryya, 1978). Kemampuan olah gerak kapal juga memperoleh perhatian penting karena berkaitan erat dengan mobilitas dan kualitas layanan kapal tersebut. Kapal-kapal yang besar cenderung mengalami kesulitan olah gerak dibandingkan kapal-kapal yang lebih keciL Pcnyclidikan tentang karakteristik hidrodinamika kapal ini pada umumnya dilakukan dengan pendekatan teoritis-numerik dimana pada saat ini lebih populer dengan istilah dinamika fluida numerik (CFD). Teknik lain yang menjadi altematif adalah melalui pengujian model kapal menggunakan towing tank, manoeuvring ocean basin (MOB). wind tunnel, cavilalion tunnel, dan lain-lain. Meskipun lebih praktis dan tetap dengan akurasi tinggi, temyata penggunaan teknik ini memerlukan biaya yang cukup tinggi terutama untuk kapal-kapal yang besar dan kapal khusus.

=========================================================

STUDI KONSUMSI FILLER METAL PADA PENGELASAN REPARASI KAPAL SEBAGAI FUNGSI DARI TEBAL PELAT DAN POSISI KONSTRUKSI

THE STUDY OF FILLER METAL CONSUMPTION AT WELDING IN SHIP REPAIR AS A FUNCTION OF PLATE THICKNESS AND THE POSITION OF THE CONSTRUCTION

Created by :
Hermawan, Teddy ( )

Subject: Las
Teknik perkapalan
Keyword: Construction repair
usage of metal filler
welding cost

[ Description ]

Proses penyambungan pelat pada proses pembuatan kapal baru dan reparasi kapal sebagian besar menggunakan proses pengelasan karena mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan dari pembuatan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pemakaian filler metal pada pengerjaan pengelasan reparasi berbagai tebal pelat sesuai posisi konstruksi badan kapal dan menentukan biaya pengelasan secara praktis dan teoritis untuk reparasi bagian-bagian konstruksi kapal. Hasil dari tugas akhir ini dapat disimpulkan bahwa: Pemakaian filler metal bertambah sebesar 0.307 kg/ m tiap kenaikan tebal pelat sebesar 2 mm untuk reparasi plat lambung antara 8 – 14 mm. Biaya pengelasan pada bagian konstruksi lambung secara teoritis sebesar Rp 33.220,09 /Kg dan secara praktis sebesar Rp 25.921,01 /Kg, Untuk konstruksi bottom sebesar Rp 33.773,33 /Kg secara teoritis dan Rp 28.639,13 /Kg secara praktis.

Alt. Description

Plate joining on ship building and reparation, mostly done by using welding process. Because of considering the practical and easy way of conducting it. The objective of this final project is to understand the relation of the usage of metal filler in the ship reparation welding process on different plate thickness and different positions on the ship. Another objective is to estimate the welding cost, practically and theoretically in the reparation parts of the ship. Result of this final project can concluded that : Usage of metal filler increase equal to 0.307 kg/ m every increase of plate thickness equal to 2 mm for the repair of hull plate between 8 – 14 mm. The theoretic welding cost on the hull is Rp 33.220,09 /Kg while the practical welding cost on the hull is Rp 25.921,01 /Kg. To the theoretic welding cost on the bottom is Rp 33.773,33 /Kg while the practical welding cost on the bottom is Rp 28.639,13 /Kg.

Contributor :

1. Ir. Soejitno

=========================================================

PENGGUNAAN METODE ACTIVITY-BASED-COSTING UNTUK PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI, BIAYA PERAWATAN KAPAL SEBAGAI PEMBANDING METODE BIAYA STANDAR YANG DIGUNAKAN PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN “WYM” DL PULAU AMBON

Created by :
MARKUS, PATTISELANNO ( )

Keyword: Harga pokok produksi
biaya perawatan kapal

[ Description ]

Pertambahan jumlah perusahaan jasa Dok dan Perkapalan di daerah Maluku akan menyebabkan persaingan yang cukup ketat dalam hal pelayanannya, khususnya dalam tiga hal pokok yaitu: kualitas yang sesuai, waktu penyelesaian pekerjaan yang singkat, serta biaya yang kompetitif Khususnya untuk komponen biaya, telah terjadi perbedaan yang sangat berarti antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari Standart Price yang ditetapkan pada perusahaan yang ditinjau dengan perusahaan lain yang sama jenis usahanya, adalah lebih tinggi 16% sampai dengan 75 %. Hal ini merupakan suatu fenomena yang menarik, yang perlu dicari penyebabnya Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan didapatkan iuformasi, bahwa penentuan Standard Price pada perusahaan yang ditinjau ini belum didasarkan pada suatu studi khusus terhadap aktifitas-aktiftas pembentuk komponen biaya yang terjadi, serta tidak melihat kebijakan yang dilakukan oleh perusahan lain sebagai kompetitor. Sebenarnya dengan menggunakan model Activity-Based-Costing dapat ditelusuri dengan cermat dan rasional besarnya biaya untuk tiap aktifitas. Hal ini disebabkan karena model-ABC menginformasikan dengan baik tentang besarnya sumber daya yang dikonsumsi oleh setiap aktififas, dan mengapa sumber daya tersebut digunakan. Dengan demikian biaya yang ditentukan dapat menjadi suatu biaya yang rasional dan kompetitif Berdasarkan hasil peneiitian ini didapat bahwa produk jasa docking yang dihitung berdasarkan sistem biaya standar, harga pokok produksi per unit yang dihasilkan adalah sebesar Rp.5.383.167,- sedangkan harga pokok produksi per unit yang dihitung dengan sistem ABC (Activity Based Costing) menghasilkan biaya sebesar Rp.3.147.490,-. Bila dibandingkan maka terjadi kelebihan perhitungan HPP per unit sebesar Rp.2.235.677,- atau terjadi penyimpangan sebesar 41,53 %. Untuk produk jasa pembersihan plat kulit lambung kapal adalah sebesar Rp.7.214.013,- dan Rp.4.380.859,-, terjadi kelebihan perhitungan Rp.2.833.153,- atau penyimpangan sebesar 39,27 %.Produk jasa pekerjaan penggantian plat kulit lambung kapal adaiah sebesar Rp.9.606.433,- dan Rp. 11.060.246,-, terjadi kekurangan perhitungan sebesar -(Rp. 1.453.813,-) atau penyimpangan sebesar (-15,13 %). Untuk produk jasa pengecatan plat kulit lambung kapal adalah sebesar Rp. 12.366.879,- dan Rp.9.791.417,- terjadi kelebihan perhitungan Rp.2.575.461,- atau penyimpangan 20,83 %. Untuk produk jasa perbaikan baling-baling adalah sebesar Rp.6.802.275,- dan Rp.5.669.606,- terjadi kelebihan perhitungan Rp. 132.669,- atau penyimpangan 16,65%. Produk jasa perbaikan kemudi adalah Rp.4.158.000,- dan Rp.5.132.735,- terjadi kekurangan perhitungan sebesar -(Rp.974.735,-) atau penyimpangan sebesar -(23.44 %). Untuk produk jasa perbaikan tangki-tangki adalah Rp.391.094,- dan Rp.302.817,-terjadi kelebihan perhitungan sebesar Rp.82.277,- atau penyimpangan sebesar 22,57 %. Produk jasa undocking adalah sebesar Rp. 1.199.167,- dan Rp 499.427,- terjadi kelebihan perhitungan sebesar Rp. 699.740,- atau penyimpangan sebesar 58,35 %. Untuk total harga pokok produksi biaya standar Rp.2.897.658.464,- dan sistem ABC sebesar Rp. 2.453.582.802,-terjadi kelebihan perhitungan sebesar Rp.444.075.662,- atau terjadi penyimpangan sebesar 15.35%. Dengan demikian aktifitas-aktifitas yang teridentifikasi dan informasi biaya yang didapat ini, boleh digunakan oleh pihak manajemen dalam pengambilan keputusan, khususnya sebagai salah satu faktor penentu daya saing.

Alt. Description

The number increase of dock and shipyard in the province of Maluku will lead to tight competition in their service, particularly in three major factors: adequate quality, minimum working time, and low competitive cost. There is significant difference in cost component among these companies. Standard price difference, for example, varies between 16% and 75%. This is the interesting issue to be investigated. The information, which comes from observation and interview, show that standard price adjustment of these companies is not based on a spesific study of the activities related to cost component establishment, and neglect the policy of other companies as the competitor. Actually, by using the Activity Based Costing(ABC) model, cost of each activity can be searched accurately and rationaly. This result from the fact that ABC model is able to inform the resources consumed by each activity, and the reason of using these resources. This make the adjusted cost more rational and competitive. This research shows that: in the docking service product that is based on standard cost, product main cost per unit is Rp.5.383.167,- .Using ABC model this cost is Rp. 3.147.490,- . It is seen that there is Rp.235.677,- surplus in calculation of product main cost per unit, or 41.53 % deviation. Hull cleaning product cost are Rp.7.214.013,- and Rp.4.380.859,- for both type of calculation; this means there is a surplus of Rp.2.833.153,- or 39.27% deviation. The service product of shell plate replacement costs Rp.9.606.433,- and Rp. 11.060.246,- ; a deficit of Rp. 1.453.813,-, or 15.13%. For shell plate painting, the service product costs are Rp. 12.366.879,- and Rp.9.791.417,-. This means a surplus of Rp.2.575.461,- or about 20.83% deviation. The service product costs of propeller reparation are Rp.6.802.275,- and Rp.5.669.606,-. There is Rp. 132.669,- or 16.65% surplus in calculation. The rudder reparation costs Rp.4.158.000,- and Rp.5.132.735,- ; a deficit of Rp.974.739,- or 23.44%. For reparation of fuel and water tanks, the service product costs are Rp.391.094,- and Rp.302.817,-. This means a difference of Rp.82.277,- or 22.57%. Undocking service costs Rp. 1.199.167,- and Rp.499.427,-; a surplus of Rp.699.740,- or 22.57%. The total of product main cost using standard cost is Rp.2.897.658.464,-, and Rp.2.453.582.802,- for ABC model system. This means a deviation of Rp.444.075.662,- or 15.35%. The information of these identified activities along with the related product service costs, can be used by the management board in decision making, particularly as a competitive decisive factor.

Contributor :

1. Dr. Ir. Moses L. Singgih,M.Sc., M.Reg.Sc
Ir. Bambang Syairudin, MSIE

=========================================================

ANALISA DISTORSI DAN TEGANGAN SISA PADA SILINDER PEJAL TERHADAP PERLAKUAN PANAS (QUENCHING) DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

DISTORSION AND RESIDUAL STRESS ANALYSIS OF QUENCHING TREATMENT IN SOLID CYLINDER WITH FINITE ELEMENT METHODS

Created by :
Indiaryanto, Mahendra ( )

Subject: Metal
Kekerasan
Keyword: Quenching
Tegangan sisa
Distorsi
Metode elemen hingga

[ Description ]

Pada bidang perkapalan sistem perporosan merupakan salah satu bagian yang sangat penting. Dimana poros terbuat dari silinder pejal yang tentu saja mempumyai kekerasan struktur dan tensile stress material. Sehingga apabila dilakukan pendinginan secara cepat akan lebih meniningkatkan kekerasan dan kuat tarik pada struktur material poros tersebut. Dalam proses tersebut selalu akan menimbulkan tegangan sisa dan distorsi yang perlu kita prekdisikan atau di analisa sehingga tidak akan melampui lebih dari keaadaan normalnya, untuk itu kami berusaha menampilkan simulasi dengan menggunakan metode elemen hingga ( finite element methods) pada proses perlakuan panasnya (Quenching ) dengan bentuk silinder pejal. Analisa ini digunakan untuk mengetahui tegangan sisa dan distorsi pada silinder tersebut. Simulasi yang akan dilakukan adalah denngan membandingkan variasi lama waktu perendaman silinder dalam media pendingin yaitu air, dimana akan dipilih hasil yang paling baik dan memenuhi standart yang digunakan.

Alt. Description

In naval architect, shafting system is very important part. Shaft is made from solid silinder that of course has structure hardness and tensile stress. Then if it is cooled quickly, it will rise the hardness and tensile strength for shafting structures. In that process will always residual stress and distortions that need to predict or analize, so it doesn’t overcome more than the normal condition. For that, we try to show a simulation with using finite element method in quenching process with solid silinder shape. This analysis is used to know residual stress and distorstion in that silinder. The simulation is done by compare immerssion time variation for silinder in cooling media (water), and it will choose the best result and fulfil the standard.

Contributor :

1. Ir. Budie Santosa M.T.

=========================================================

ANALISA TRANSPORTASI PETIKEMAS DI JAWA TIMUR PASCA BENCANA LUMPUR PANAS LAPINDO

CONTAINER TRANSPORTATION ANALYSIS AT EAST JAVA TIME AFTER LAPINDO HOT MUD DISASTER

Created by :
Ridwan, Mohd ( )

Subject: Perkapalan
Peti kemas
Keyword: Transportasi petikemas
Model transportasi
Analisa kelayakan

[ Description ]

Bencana Lumpur Panas Lapindo menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan sehingga hal ini menjadi penghalang bagi kelancaran transportasi Petikemas ekspor/impor dari daerah industri di Jawa Timur khususnya kawasan timur. Disamping itu terdapatnya pembengkakan yang cukup tinggi pada ongkos transportasi petikemas menuju kepalabuhan Tanjung Perak yaitu Rp. 25,9 milliar, selama periode Mei s/d Desember 2006. Terdapat beberapa alternatif untuk mengatasi persoalan di atas yaitu; pengiriman petikemas dengan moda laut menggunakan kapal RoRo, LoLo Vessel, dan Container Barge+Tug-boats, dengan rute Tanjung Wangi – Surabaya – Singapura, hal ini akan menghasilkan penghematan ongkos transportasi sampai 2,78% dari tahun 2006. Sehingga perlu dilakukan penelitian, survey lapangan dan perencanaan sistem transportasi petikemas serta fasilitas penunjangnya, selanjutnya disusun model transportasi petikemas menggunakan metode transpor, dan melakukan analisa kelayakan armada angkutan petikemas. Hasil studi ini nantinya dimanfaatkan sebagai bahan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan transportasi petikemas khusus di Jawa Timur.

Alt. Description

Lapindo hot mud disaster, cause damage of the way infrastructure with the result that become hindered for success of export/import container transportation from East Java industry area (hinterland), as specially for east region. Beside, there are many opportunity lost at container transportation cost to Tanjung Perak (Surabaya Container Terminal), that are Rp. 25,9 million during May to December 2006. There are many alternative for the way out of that problems, that : container transport with sea mode : Ro-Ro vessel, Lo-Lo vessel, and container barge + Tugboats, with route Tanjung Wangi – Surabya – Singapore, this will be have saving of container transportation cost 2,78% from 2006., that need a container transportation planning system and supporting facilities, after that make container transportation model with uses transport method, and reasonable analysis for container vessel armada. The result of study to be used by government for making decision of East Java container transportation system.

Contributor :

1. Ir. Tri Achmadi, Ph.D

=========================================================

ANALISA DAYA SAING GALANGAN MENGGUNAKAN NEW COMPENSATED GROSS TONNAGE ( NEW CGT ) STUDI KASUS DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA

THE ANALYSIS OF SHIP YARD COMPETITIVENESS USING NEW COMPENSATED GROSS TONNAGE (NEW CGT)

Created by :
IRYANTO, DEDDY ( )

Subject: Galangan
Keyword: Daya saing
Produktivitas
Old
New
CGT
Cost
Manhours.

[ Description ]

Pengertian daya saing galangan adalah kemampuan galangan dalam mengimplementasikan suatu strategi untuk mendapatkan output yang sesuai untuk meningkatkan daya saing galangan. Untuk mengetahui daya saing galangan, maka alat pengukuran perbandingan yang paling tepat adalah dengan metode Compensated Gross Tonnage (CGT). Cost per CGT dan manhours per CGT merupakan alat pengukuran produktivitas yang dapat digunakan untuk menentukan daya saing galangan. Terdapat dua macam sistem perhitungan CGT yaitu Old CGT version dan New CGT version. Untuk mengetahui produktivitas suatu galangan dan dengan sistem yang mana kita meneliti produktivitas tersebut, kita bisa menganalisanya dengan membandingkan hasil perhitungan antara kedua versi tersebut. Ternyata, dari hasil perhitungan didapatkan bahwa selisih penggunaan Jam Orang dan biaya untuk New CGT Version adalah sebesar 5.4 % lebih kecil dari Old CGT version. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem yang tepat digunakan untuk menentukan tingkat produktivitas galangan adalah New Compensated Gross Tonnage. Dengan mengetahui tingkat produktivitasnya diharapkan suatu galangan mampu menentukan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensinya, sehingga galangan tersebut mampu bersaing bukan hanya dengan galangan-galangan lokal melainkan juga dapat bersaing dengan galangan internasional.

Alt. Description

Shipyard competitiveness is ability of shipyard in implementation a strategy to get appropriate output to increase graving dock competitiveness. To know shipyard competitiveness, hence appliance measurement of most precise comparison is with method of Compensated Gross of Tonnage (CGT). Cost per CGT and manhours per CGT represent appliance measurement of productivity able to be used to determine a shipyard competitiveness. Two kinds of calculation of CGT system are Old CGT and version and New CGT version. To know productivity of shipyard, and with the system there is ew research their productivity. we can analyse it with compared between both calculation version. In the reality, from result of calculation got that difference usage of manhours and Cost for the New of CGT Version is equal to 5.4 % smaller than Old CGT version. Is so that got conclusion that used correct system to determine shipyard productivity level is New Compensated Gross Tonnage. With knowing about productivity level of shipyard, expected that shipyard can determine steps to improve his efficiency, so that the shipyard can compete not merely with local but also can vie with international shipyard.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo M.Sc

=========================================================

SIMULASI FUNGSI KONDENSOR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENYEGARAN UDARA DI KMP. DOROLONDA

SIMULATION OF CONDENSER FUNCTION FOR AIR CONDITIONING PERFORMANCE IN KMP. DOROLONDA

Created by :
Sakti, Dhani Wijaya ( )

Subject: Kapal
Alt. Subject : Ships
Air conditioning
Keyword: simulasi
kondensor
unjuk kerja penyegaran udara

[ Description ]

Di dalam dunia marine, khususnya di bidang perkapalan, banyak sekali sistem penunjang yang terpasang dalam kapal tersebut. Sistem-sistem penunjang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Contohnya saja pada sistem pengkondisian udara di kapal penumpang. Kapal penumpang identik dengan pelayanan jasa kepada penumpang, sehingga faktor kenyamanan merupakan salah satu faktor terpenting dalam pelayanan pemberian jasa. Oleh karena itu, mesin penyegaran udara harus dapat bekerja secara optimal terus-menerus untuk memberikan kualitas udara yang baik kepada penumpang. Pada tugas akhir ini, akan dilakukan analisa dan simulasi terhadap troubleshooting yang ada pada sistem penyegaran udara di kapal penumpang. Kita akan menganalisa lebih jauh tentang trroubelshooting yang ada dengan memasukkan input data berupa temperatur, tekanan dan kapasitas yang telah didapat dari kapal. Pada saat terjadi penebalan kotoran di dalam tube yang mengindikasikan bertambahnya nilai tekanan air laut di dalam tube kondensor menyebabkan menurunnya nilai Koefisien Perpindahan Panas (U) dan Laju Perpindahan Panas (Q) pada kondensor. Pada akhirnya unjuk kerja dari penyegaran udara pun ikut menurun.

Alt. Description

In the marine, especially on the shipping sector, there are a lot of support system by installing on the ship. The system are connected each other. For example, in the air conditioning system of ship. The priority of passanger ship is giving service on the passanger, so that, the comfortable factor is the one priority of service. Therefore, air conditioning must be work in the optimal point continously to give a better air quality for passenger. In the final project, we will do analysis and simulation to the troubleshooting in the air conditioning system on the passenger ship. We will analize about troubleshooting in the system with input the data from the ship for example, temperature, condenser water pressure and capacity. The increase of fouling factor in the tube of condenser by sea water, can be effect increase the condenser water pressure. And this problem can be decrease of heat exchanger coeficient and heat exchanger of condenser. Finally, can be decrease performance of air conditioning.

Contributor :

1. Ir. ALAM BAHERAMSYAH, M.Sc.

=========================================================

PENERAPAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERANCANGAN MARINE PROPULSION PLANT

DEVELOPMENT MARINE PROPULSION PLANT DESIGN BASE ON ARTIFICIAL INTELLIGENCE TECHNOLOGY

Created by :
PUTRANTO, CAHYO EKO ( )

Subject: Kapal model
Keyword: Marine Propulsion Plant
Artificial Intelligence
Sistem Pakar

[ Description ]

Penerapan Teknologi Artificial Intelligence telah banyak diterapkan dalam segala bidang kehidupan, termasuk dalam bidang Perkapalan (Marine). Teknologi Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memanfaatkan komputer untuk dapat berpikir dan bertindak seperti manusia. Dalam bidang Marine teknologi Artificial Intelligence dimanfaatkan untuk System Kontrol permesinan, Kontrol Kendali Kapal, Kendali Lalu Lintas Kapal, Sistem Pelacakan kerusakan pada Sistem Permesinan dan banyak aplikasi lainnya. Maka pada penulisan Tugas Akhir ini akan dilakukan Perancangan Marine Propulsion Plant / Sistem Penggerak Kapal dengan menggunakan bantuan teknologi Artificial Intelligence. Dalam Tugas Akhir ini akan dibuat suatu program otomatis yang akan dapat melakukan Perancangan Sistem Penggerak Kapal. Program tersebut akan menghasilkan kebutuhan daya yang dibutuhkan dari suatu ukuran kapal tertentu, menentukan engine optimum yang bisa dipakai dari hasil perancangan, Gearbox optimum, serta Sistem Transmisinya. Tugas Akhir ini juga bertujuan untuk membantu salah satu stage yang ada pada Design Spiral ( Tahapan dalam melakukan Detail Perancangan Kapal ). Aplikasi dari Kecerdasan Buatan / Artificial Intelligence yang dipakai dalam Tugas Akhir ini adalah menggunakan Sistem Pakar (Expert System).

Alt. Description

Artificial Intelligence Technology has been applicated in any field of life, including in field of Marine. The Artificial Intelligence is a technology that use computer to think and do something that man can do. In the Marine Technology, Articial Intelligence was used to Controling the Machine System, Controling the Ship Traffic, Find the trouble of Machine System, and many more application. So, in this Final Project will develop the Marine Propulsion Plant Design base on the Artificial Intelligence Technology. In this Final Project will make the automatic program that can design the Marine Propulsion Plant. That program will produce a needed power from a certain ship dimention, find the Engine optimum, Gearbox optimum, and the Transmission System. This final Project also head for help one stage in Design Spiral (Steps for design Marine Propulsion Plant) . The Application of Artificial Inteligence in this final project will make Expert System.

Contributor :

1. Dr. Ir. A.A Masroeri, M.Eng.
Muh Badrus Zaman, ST, MT.

=========================================================

OPTIMALISASI SUSUNAN STOWAGE PLAN PADA KMP SRIKANDI NUSANTARA

OPTIMALISATION OF STOWAGE PLAN ON KMP SRIKANDI NUSANTARA

Created by :
WILUJENG, YULIANTI ( )

Subject: Opmitasi matematis
Keyword: Stowage Plan
Optimalisasi
Muatan dan Program Dinamik

[ Description ]

Indonesia sebagai Negara Archipelago, transportasi moda laut mempunyai peranan sebagai penyedia dan penjual jasa transportasi sekaligus sebagai alat pemersatu bangsa. Sebagai penjual jasa, perusahaan perkapalan dituntut untuk memperoleh keuntungan sebesar – besarnya dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang. Agar semua tujuan bisa tercapai perlu dicari optimalisasi Stowage Plan, sehingga muatan yang masuk ke kapal dapat semaksimal mungkin, dengan memperhitungkan daya tampung parkir dalam kapal, juga mempertimbangkan kestabilitasan kapal antara depan, belakang, kanan, dan kiri seimbang. KMP Srikandi Nusantara dalam melayani muatan yang berupa bus, truk sedang, kendaraan kecil, sepeda motor dan penumpang, dilakukan dengan bantuan metode program dinamik. Dalam Tugas Akhir ini penyelesaian Stowage Plan dibagi menjadi 5 tahap, yaitu : tahap pertama, berupa memasukkan jumlah BUS yang akan diangkut. Tahap kedua, memasukkan jumlah TS (Truk Sedang). Kemudian, tahap ketiga memasukkan KK (Kendaraan Kecil). Tahap keempat, memasukkan sepeda motor. Yang terakhir memasukkan jumlah penumpang tanpa kendaraan.

Alt. Description

Indonesia as a State of Archipelago, sea moda transportation has role as feeder and transportation service vendor at the same time as a means of nation unifier. As service vendor, firm of ship owner claimed to obtain advantage equal – level by considering passenger safety. That all purpose can be reached to be searched optimalisation Stowage Plan, so that charge stepping into the ship to earn as maximum as possible, by considering park accomodation energy in ship, also considers ship stability between fronts, back, right, and left of balance. KMP SRIKANDI NUSANTARA in serving charge which in the form of bus, medium truck, small vehicle, motorbike and passenger, done with help of dynamic programming method. In This end Duty solving of Stowage Plan is divided to become 5 phase, that is : first phase, in the form of entering number of BUS which will be transported. Second phase, enters number of TS ( Medium Truck). Then, third phase enters KK ( Small Vehicle). Fourth phase, enters motorbike. Last enters number of passengers without vehicle.

Contributor :

1. Drs. Sulistiyo, MT

=========================================================

ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PENGOPERASIAN KAPAL PENUMPANG BARANG TUJUAN AMBON – MALUKU TENGGARA

TECHNICAL AND ECONOMICAL ANALYSIS UPON OPERATING GOODS AND PASSENGER SHIP OF AMBON – SOUTH EAST MALUKU ROUTE

Created by :
Wee, Patrisius ( )

Subject: Perkapalan
Keyword: Kapasitas
Dimensi
Kelayakan
Ekonomis

[ Description ]

Geografis Maluku Tenggara 88,4 % lautan, 11,6 % daratan, keperdulian pemerintah dalam merencakan pembangunan transportasi laut sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Maluku Tenggara khususnya dan Maluku umumnya belum maksimal. dimana, factor pemuatan oleh kapal – kapal perintis dengan pangkalan Ambon tujuan Maluku Tenggara dari tahun ke tahun menjadi masalah, rasio load factor 120 s/d 200 %, pemuatan penumpang tidak manusiawi. Sehingga persoalan utama adalah seberapa besar kapasitas angkut dan dimenasi kapal penumpang barang yang optimal sesuai kondisi permintaan jasa angkutan dimasa datang. Tujuan penelitian untuk menentukan kapasitas angkut yang maksimal serta menganalisis dimensi kapal,.didahului dengan analisis prediksi muatan. Dengan menggunakan kapal pembanding, total round trip 113 kali / tahun, total penumpang / trip 182 orang dan ABK 59 orang. Analisis regresi dan optimasi Holtrop, didapat parameter kapal alternative : panjang LPP 75,43 m, Lebar 14,00 m, Tinggi geladak 8,94 m, Tinggi sarat air 4,05 m, DWT 1.085,7 Ton, GT 2.805,51 Ton, Kecepatan 14 knot, type kapal penumpang barang cepat. Dengan investasi Rp.37.446.264.500, biaya tetap pertahun Rp.2.393.932.495, biaya variable Rp.4.867.073.264, Pendapatan yang diperoleh dari tahun 2004 s/d 2013 diantara Rp.10.096.887.656 s/d Rp.14.945.388.782. Hasil uji kelayakan ekonomis, Nilai NPV tahun 2007 s/d 2013 melebihi Nilai investasi awal antara Nilai 36.893.452.320 s/d 83.552.818.490. Aspek waktu pengembalian akan layak mulai tahun 2007 s/d 2013, dimana waktu pengembalian sudah lebih kecil dari umur ekonomis kapal 20 tahun, yaitu tahun 2007 = 15,91 tahun dan menurun sampai tahun 2013 = 7,54 tahun. Untuk mengatasi angkutan laut Ambon – Maluku Tenggara sangat layak untuk dioperasikan kapal dengan dimensi sesuai hasil kajian. Dan untuk mengatasi kekurangan pendapatan dari operasional kapal baru disarankan untuk disubsidikan oleh pemerintah sebagai upaya mengurangi beban pemakai jasa terhadap tarip angkutan laut.

Contributor :

1. IGN. Sumanta Buana, ST. M.Eng
Firmanto Hadi, ST. M.Sc
Ir. J. Liklikwatil, BSE., MT

=========================================================

ANALISA KINERJA PADA DC COMPOUND WOUND MACHINE SECTION POWERFRAMES 63- 120 UNTUK PENERAPAN SISTEM PROPULSI LISTRIK

THE PERFORMANCE ANALYSIS OF DC COMPOUND WOUND MACHINE SECTION POWERFRAMES 63-120 ON THE APPLICATION OF ELECTRIC PROPULSION SYSTEM

Created by :
Paedongan, Natalia Indriani ( )

Subject: Kapal
Arus listrik
Keyword: Powerframes 63-120
Motor Arus Searah
Electric Propulsion

[ Description ]

Motor listrik telah menjadi bagian terpenting dalam proses–proses di bidang industri dan perkapalan, khususnya pada ship electrical propulsion system. Motor DC kompon mempunyai kepesatan tanpa beban terbatas, dapat dioperasikan dengan aman pada keadaan tanpa beban dan diperlukan kepesatan konstan dengan beban yang tak beraturan. Dalam pengambilan data dilakukan dengan melakukan percobaan pada powerframes 63-120. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan beban untuk memperoleh nilai torsi dan efisiensi dari masing- masing rangkaian. Dari hasil analisa perbandingan torsi-effisiensi motor berpenguatan bebas dengan kapal Maruta Jaya didapatkan nilai efisiensi 74,8% pada torsi 0,7 Nm dengan kecepatan 4,5 knot. Pengunaan daya sistem pengerak pada motor dc. kompon dengan perbandingan daya kapal 136 kW untuk nilai efisiensi motor 74,8%, daya yang terpakai sebesar 247,27 kW sehingga daya yang terpakai lebih efisien dan daya yang terbuang lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan daya motor dc. shunt sebesar 813,37 kW dengan nilai effisiensi 22,74%. Hal ini membuktikan motor dc berpenguatan bebas dapat diterapkan pada ship electric propulsion.

Alt. Description

Electromotor have come to all important shares in processs in industrial area and the shipping, specially at ship electrical propulsion system. Motor DC Kompon have rapidity without burden limited, earn operated safely in the situation without burden and needed a constant rapidity by burden which do not arrange. In data intake done by attempt of powerframes 63-120. Attempt done with variation burden to obtain value of torsi and efficiency from each combination. From result analyse comparison of torsi-effisiensi of motor have free reinforcement by water of Maruta Jaya got a efficiency value 74,8% at torsi 0,7 Nm with speed 4,5 knot. Using of energy of system motor dc. kompon with comparison of ship energy 136 kW to assess motor efficiency 74,8%, used energy equal to 247,27 kW so that the more efficient used energy and the energy which the compared to slimmer castaway use of energy of motor dc. shunt equal to 813,37 kW with value effisiensi 22,74%. Matter this prove motor of dc have applicable free reinforcement at ship electric propulsion.

Contributor :

1. Ir. Sardono Sarwito, M.Sc
Muh. Badrus Zaman, ST, MT

=========================================================

MUSEUM KAPAL KALIMAS SURABAYA TEMA : GERAK DALAM ARSITEKTUR

KALIMAS SURABAYA SHIP MUSEUM THEME : MOVE IN ARCHITECTURE

Created by :
Yudhantoro, Didit ( )

Subject: Museum architecture
Alt. Subject : Museum architecture
Keyword: Museum Kapal Kalimas
Aktifitas Pameran
Aktifitas Pendidikan

[ Description ]

Judul objek yang dirancang untuk Tugas Akhir ini adalah Museum Kapal Kalimas Surabaya, yaitu sebuah sarana fasilitas umum yang diharapkan mampu menjadi salah satu ikon yang menunjukkan karakteristik Surabaya sebagai kota pelabuhan dan kota bahari. Secara garis besar, lingkup pelayanan Museum Kapal Kalimas Surabaya dilihat dari kelompok aktivitasnya adalah sebagai berikut : Aktifitas Pameran Kegiatan peragaan dilakukan didalam ruang-ruang museum. Obyek pameran bersifat aktif dan pasif. Terdiri dari peragaan tetap dan temporer mengenai dunia perkapalan. Teknik peragaan dapat berbentuk gambar, diagram, slide / video TV, simulasi computer, peragaan bergerak dengan system tekan tombol, model – model benda asli, dsb. Aktifitas Pendidikan Kegiatan ceramah berkala, seminar, diskusi, penyuluhan bagi masyarakat peminat dunia perkapalan, perpustakaan, dsb. Aktifitas Penunjang Meliputi semua kegiatan yang menunjang kegiatan pokok, seperti administrasi, perawatan, bengkel restorasi kapal, kafetaria, dsb. Misi dari obyek Museum Kapal Kalimas Surabaya ini adalah : Mampu menghadirkan galeri yang : • Komunikatif mampu menampung segala aktifitas pameran perkapalan sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat, misalnya dalam acara pameran,lokakarya, diskusi, seminar, dan lain-lain. • Edukatif: mendidik masyarakat untuk menghargai warisan budaya (khususnya dunia perkapalan), sebagai sarana pendidikan melalui pengamatan visual dan pameran. • Rekreatif: sebagai tempat hiburan, tempat berkumpulnya masyarakat guna memenuhi kebahagiaan jasmani dan rohani yang sehat dan rekreatif • Kreatif sebagai tempat penambah khasanah daya imajinasi dan kreatifitas masyarakat • Informatif: sebagai salah satu pusat informasi tentang perkembangan di bidang perkapalan. Lokasi proyek obyek Museum Kapal Kalimas Surabaya ini direncanakan akan dibangun di kawasan Surabaya Pusat karena daerah ini mempunyai posisi yang cukup strategis berada di tengah kota Surabaya serta daerah ini juga telah menjadi pusat ekonomi kota Surabaya dengan adanya daerah pengembangan bisnis dan perdagangan “segitiga emas”. Lokasi site obyek Museum Kapal Kalimas Surabaya ini tepatnya berada di JL. Pemuda, berbatasan dengan Plaza Surabaya dan Monumen Kapal Selam. Kondisi lahan saat ini berupa lahan kosong yang dimanfaatkan untuk parkir Timur Plaza Surabaya dan beberapa bangunan pertokoan. Lahan yang digunakan untuk obyek ini berbatasan dengan : – Utara : Sungai Kali Mas – Selatan : JL. Pemuda DIDIT YUDHANTORO – 3203.100.071 Tugas Akhir ( PA. 1380 ) MUSEUM KAPAL KALIMAS SURABAYA ii – Timur : Monumen Kapal Selam & Sungai Kali Mas – Barat : Plaza Surabaya & Hotel Surabaya Plaza Menurut RTRK Kecamatan Genteng peruntukan lahan di kawasan JL. Pemuda adalah untuk fasilitas perniagaan dan fasilitas umum dengan ketentuan KDB: 50 100 % dan KLB untuk Fasilitas Umum 300%. Ketinggian bangunan untuk area JL. Pemuda antara lain 10 lantai. Potensi Lahan yang dimiliki obyek ini antara lain : • Mudah dicapai, karena letaknya dekat dengan pusat kota, dalam hal ini jalan Pemuda adalah arteri sekunder, termasuk jalan utama kota sehingga strategis sebagai pusat bisnis dan perdagangan, lokasi site ini mudah diakses dari berbagai arah, dari kawasan Surabaya Timur diakses melalui JL. Raya Gubeng dan JL. Prof. DR. Moestopo, dari kawasan Surabaya Selatan dan Barat diakses melalui JL. Gubernur Suryo menerus ke JL. Yos Sudarso hingga JL. Gubeng Pojok dan dari kawasan Surabaya Utara diakses dari JL. Walikota Mustajab dan JL. Tunjungan. • Dekat dengan fasilitas pendukung, seperti akomodasi, transportasi, perkantoran, hiburan dan lain-lain. Di sebelah barat site terdapat fasilitas perbelanjaan Plaza Surabaya, Hotel Surabaya Plaza, Gedung Bank BII, Bank Mandiri dan Worl Trade Center, sebelah timur site terdapat fasilitas rekreatif Monumen Kapal Selam, Hotel Sahid, Stasiun Kereta Api Gubeng, sebelah selatan site terdapat gedung kantor serta sebelah utara site terdapat areal pemukiman. Tema yang dipergunakan pada obyek rancangan adalah tema “Gerak Dalam Arsitektur” yang merupakan pendekatan dari tema metafora, dalam upaya transformasi bentuknya menggambarkan “metaforis kapal yang diterpa gelombang ombak” Pengertian tema “Gerak Dalam Arsitektur” : Pengertian pendekatan tema Gerak Dalam Arsitektur merupakan suatu proses perpindahan posisi yang menghasilkan suatu konfigurasi serta kedinamisan suatu seni perancangan, dan berupa permainan bentuk maupun sirkulasi. Gerak dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan atau menciptakan kesan hidup, bergerak, dinamis dalam arsitektur sehingga dapat menimbulkan dorongan dalam diri manusia untuk berubah posisi atau kedudukan, menimbulkan perubahan suasana atau mampu menciptakan suasana tertentu dalam satu bangunan dan mampu mengarahkan pada arus sirkulasi atau ruang yang ada melalui tatanan arsitektur itu sendiri, sifatnya informatif secara tidak langsung. Hal ini berlaku pada ekterior maupun pada interiornya

Alt. Description

Title Object designed for Final Duty is Kalimas Surabaya Ship Museum, that is a [common/ public] facility medium which expected can become one of [the] ikon showing characteristic of Surabaya as port town and maritime town. Marginally, scope service of Kalimas Surabaya Ship Museum seen from its activity group shall be as follows : Aktifitas Exhibition • Gallery Activity Activity of demonstration held in rooms of museum. Exhibition Obyek have the character of passive and active. Consist of demonstration remain to and transient [regarding/ hit] shipping world. Demonstration technique can in form of picture, diagram, slid / video of TV, simulation of computer, peripatetic demonstration with system depress knob, model – original object model, etc. • Education Activity Activity of periodic discourse, seminar, discussion, counselling to society enthusiast of shipping world, library, dsb. • Support Activity Covering all activity which supporting activity of fundamental, like administration, treatment, ship restoration workshop, cafeteria, dsb Mission of Kalimas Surabaya Ship Museum is : Can attend galeri which : • Communicative : can accomodate all shipping exhibition aktifitas as communications medium to society, for example in event of pameran,lokakarya, discussion, seminar, and others ” • Educate : educative [of] society to esteem cultural heritage ( specially shipping world), as education medium [pass/through] visual perception and exhibition ” • Rekreation : as hotspot, place gather society [him/it] utilize to fulfill bliss of healthy spirit and bodily and rekreatif ” • Creative : as place adder of energy khasanah imagine and society creativity ” Informative: as one of the information center about growth in shipping area. Location of this project of Kalimas Surabaya Ship Museum is planned will be woke up in area of Surabaya Center because this area have position which strategic to enough reside in down town of Surabaya and also this area have also become economic center [of] town of Surabaya with existence of area development of commerce and business ” trilateral of gold”. location of Site Museum Ship obyek of Kalimas this Surabaya precisely reside in JL. Young man, abut on Public square of Surabaya and Monument Submarine. Condition of farm in this time in the form of empty farm which exploited to park East Public square of Surabaya and some shop building. Farm used for this obyek abut on North : River Multiply Mas South : JL. Young Man East : Monument Submarine & River Multiply Mas DIDIT YUDHANTORO – 3203.100.071 Tugas Akhir ( PA. 1380 ) MUSEUM KAPAL KALIMAS SURABAYA West : Public Square of Surabaya & Hotel of Surabaya Public Square According To RTRK District of Tile allotment of farm [in] area of JL. Young man is to trading facility and [common/ public] facility with rule of KDB: 50 100 % and KLB for [Common/ public] Facility 300%. Height of building for the area of JL. Young man for example 10 floor. Potency Farm had by this obyek for example are : • Keep handy, because its situation close to downtown, in this case walke Young man [is] artery of sekunder, including strategic town main road so that as business center and commerce, location of site this [is] easy to accessed from various direction, of area of Surabaya East accessed to [pass/through] JL. Great [of] Gubeng and of JL. Prof. DR. Moestopo, of area of Surabaya South and West accessed to [pass/through] JL. Governor of Suryo continue to JL. Yos Sudarso till JL. Gubeng Corner and from area of Surabaya North accessed from JL. Effective Mayor and JL. Tunjungan • Close to support facility, like accomodation, transportation, white colars, entertainment amusement and others. [In] westside site there are facility expenditure of Public Square of Surabaya, Hotel of Surabaya Public Square, Building Bank of BII, Bank Mandiri and of Worl Trade Center, eastside site there are facility of rekreatif Monument Submarine, Hotel of Sahid, Railway station of Gubeng, side south of site there are office building and also northside site there are settlement areal Utilized theme at device obyek is theme ” Move In Architecture” representing approach of metaphor theme, in the effort transformation its for depicting ” ship metaforis which is diterpa waving wave” Congeniality of theme ” Move In Architecture “ Congeniality of approach of theme Move In Architecture represent a[n process transfer of position yielding an dynamic configuraton and also a[n scheme art, and in the form of game of and also form of sirkulastion. Motion can be interpreted as something that can generate or create impression of life, peripatetic, dynamic in architecture so that can generate motivation in human being x'self to change position or domicile, generating change of atmosphere or can create certain atmosphere in one building and can aim at current of sirkulation existing room or through it self architecture tatanan, informative in character indirectly. This matter go into effect at exterior and also at its interior

Contributor :

1. PROF.DR.Ir.HAPPY RATNA S,Msc

=========================================================

STUDI TENTANG EFEK PITTING CORROSION PADA KEKUATAN BAJA SS41

STUDY ON THE EFFECT OF PITTING CORROSION ON THE STRENGTH OF SS41 STEEL

Created by :
Fadlianto, Pramu ( )

Subject: Karat dan anti-karat
Keyword: Pitting Corrosion
Beban Luluh
Metode Elemen Hingga
Baja Lunak SS41

[ Description ]

Tugas akhir ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pitting corrosion pada kekuatan baja SS41 yang merupakan jenis baja yang banyak digunakan di industri perkapalan. Dalam penelitian ini, dibuat spesimen tarik yang telah diberi pitting buatan. Spesimen tersebut dibagi menjadi 2 tipe. Tipe pertama divariasikan berdasarkan DOP ( degree of pitting intensity ). Tipe kedua divariasikan berdasarkan letak pits ( overlap ). Pengujian tarik untuk spesimen tipe kedua juga disimulasikan dengan metode elemen hingga. Dari hasil penelitian spesimen tipe pertama diketahui bahwa dari segi kekuatan statis, kekuatan statis spesimen dengan DOP 52% masih lebih tinggi dari kekuatan statis spesimen dengan pengurangan ketebalan sebesar 20% ( tanpa DOP dan penghitungan berdasarkan pengurangan CSA ). Melalui simulasi pengujian tarik dengan software ANSYS, diketahui bahwa letak antar pits sebesar 4 mm mempunyai tegangan maksimum yang paling kecil (162.37×106 N/m2). Hal ini sesuai dengan kemampuan spesimen tersebut untuk menerima beban. Spesimen overlap 4 mm mampu menerima beban yang paling besar. Perbedaan tegangan maksimum terjadi karena perbedaan geometri tiap spesimen.

Alt. Description

This study is made to investigate the effect of pitting corrosion on the strength of SS41 steel. SS41 steel is the most common type of steel which is being used in building a ship. In this study, tensile test was being used to study the effect of pitting corrosion. Artificial pitting will be deployed to each of tensile test specimen. Specimens which were being used separated into two types. First types were variated according to their DOP (degree of pitting intensity) that is area of pitted surface compared with total area of specimen surface. Second types were variated according to pits position ( overlap ). This second types has the same DOP that is 9.04%. Tensile test for second types also simulated by finite element method. After the test, from static strength’s point of view, the strength of specimen with DOP up to 52% is strongest than specimen with 20% reduction of thickness ( has no DOP and according to reduction of CSA ). From the simulation of second types, pits position 4 mm has the lowest maximum stress (162.37×106 N/m2). Specimen overlap 4 mm which has the lowest maximum stress also has the highest ability to restrain a load. The difference in maximum stress occur because of the diffrence in geometry shape for each specimen.

Contributor :

1. M.NURUL MISBAH S.T.,M.T.

=========================================================

PENGARUH WARNA CAT ANTI KOROSI TERHADAP PENEMPELAN BIOFOULING BERDASARKAN FAKTOR KEDALAMAN LAUT

THE INFLUENCES OF ANTI-COROSION PAINT COLOR ON BIOFOULING ATTACHMENT BASED ON SEA DEPTH FACTOR

Created by :
AZHAR, RINALDI ( )

Subject: Korosi
Alt. Subject : Fouling
Paint antifouling
Keyword: Biofouling
Cat
Anti-Korosi
Kedalaman Laut
Biomassa

[ Description ]

Biofouling sudah menjadi permasalahan sejak pertama kali manusia menciptakan perahu untuk berlayar di laut. Penempelan biofouling pada lambung kapal dan propeller menyebabkan meningkatnya kekasaran pada daerah tersebut, sehingga memperbesar hambatan kapal dan meningkatkan pemakaian bahan bakar, dengan demikian biaya bahan bakar juga akan meningkat. Salah satu metode yang paling efektif dan banyak dipergunakan dalam menanggulangi biofouling dan korosi adalah penggunaan cat. Pada industri maritim dan perkapalan, cat juga dipercaya dapat menghambat menempelnya binatang laut. Namun, hingga saat ini belum ada standart dan aturan-aturan yang jelas tentang penggunaan warna cat pada lambung kapal atau bagian kapal lainnya. Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua puluh spesimen uji dengan dimensi yang sama, spesimen uji dilapisi cat anti korosi dengan lima warna cat yang berlainan, yaitu merah, oranye, hijau, biru dan putih. Pengujian dilakukan selama delapan minggu dan analisa dilakukan secara periodik selama dua minggu sekali. Dari hasil pengujian diketahui bahwa penempelan terendah terdapat pada spesimen dengan cat berwarna putih, sehingga dapat disimpulkan bahwa cat warna putih adalah yang paling efektif diantara keempat warna cat lainnya.

Alt. Description

Biofouling has become set of problem since man created boat to sail for the first time. Biofouling on ship’s hull and propeller cause the increasing of roughness, so that it can increase ship resistance and fuel consumption. This matter is also meant that the cost of fuel will increase. One of the effective methods for contend biofouling and corrosion problems is using paint. In the maritime and shipyard industries, paint convinced can hamper the biofouling to stick on. However, until now there is no clear standard and rules for using color paint on ship’s hull or others part. The experiment consists of twenty specimens test. Each specimens test will be coated by anti-corosion paint, which is red, orange, green, blue, and white. The experiment and data analysis are done for eight weeks and analized periodically for once in every two weeks. From the experiment result, it was recognized that the lowest development is on white paint, so it can be concluded that white paint is the most effective color paint than four other paints.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo, M.Sc.

=========================================================

PEMERATAAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA (RESOURCE LEVELING) PADA PROYEK PEMBUATAN TUG BOAT DIPT. DPS (PERSERO)

THE FLATTEN OF WORKER USAGE (RESOURCE LEVELING), TO THE PROJECT OF TUG BOAT MAKING AT PT. DPS (PERSERO)

Created by :
Iswanto ( )

Keyword: tenaga kerja fluktuatif
float
resource leveling
integer programming.

[ Description ]

PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pembuatan, perawatan dan perbaikan kapal. Dengan kondisi persaingan bisnis yang kompetitif saat ini maka perlu meningkatkan kualitas, biaya yang kompetitif dan delivery on time. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan perencanaan dan pengalokasian sumber daya sebaik-baiknya. Dalam mengerjaan suatu proyek, tiap-tiap aktifitas proyek tentu membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang tidak sama. Sehingga pada pioyek yang jumlah aktifitasnya sangat banyak hal ini mengakibatkan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan setiap harinya tidak sama. Pada penelitian ini dicoba untuk meratakan penggunaan tenaga kerja setiap harinya dalam menyelesaikan suatu proyek dengan cara menggeser pengerjaan tiap-tiap aktifitas sesuai dengan float yang dimilikinya. Pemerataan penggunaan tenaga kerja {resource leveling) ini dilakukan dengan membuat persamaan matematis yang memakai metode integer programming sedangkan untuk menyelesaikannya menggunakan software komputer. Setelah dilakukan pemerataan penggunaan tenaga kerja (resource leveling) diperoleh basil penggunaan tenaga kerja perharinya makin merata yaitu mendekati harga rata-rata perhari yang ditentukan sebanyak 30 orang. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja maksimal perhari sebanyak 50 orang dan deviasi totalnya sebesar 1109 orang.

Alt. Description

PT. DPS (Persero) is a BUMN in the field of production and maintenance of the boat. With the competitive business competition nowadays we need to achieve quality, competitive cost and delivery on time. To achieve it required planning and allocating the resources. In handling a project, each project activity surely take time and different worker. So the project with many number of activity causes the number of worker needed each day is not the same. On this research we try to flatten the usage of worker each day in accomplishing a project by shifting the performance every activity based on the float they had. The flatten of worker usage (resource leveling) is conducted by making mathematical equation that use integer programming method mean while to accomplishing we use computer software. After we conduct the flatten of worker (resource leveling) we acquired the outcome of worker usage per day more flat that is approaches the average price per day determined for 30 people. As for the need for maximum worker per day is so people and the total deviation is 1109 people.

Contributor :

1. Dr. Ir. Abdullah Shahab, MSc

=========================================================

ANALISA DISTRIBUSI TEMPERATUR DAN DISTORSI PADA PENGELASAN T-JOINT BAJA AISI 1045 DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALYSIS OF TEMPERATURE DISTRIBUTIONS AND DISTORTIONS IN AISI 1045 T-JOINT WELDING PROCESS WITH FINITE ELEMENT METHOD

Created by :
Sani, Asrul ( )

Subject: Las
Keyword: Bevel
Distribusi temperatur
Distorsi
Metode Elemen Hingga.

[ Description ]

Penyambungan logam dengan sambungan las banyak digunakan dalam berbagai bidang manufaktur dan industri. Salah satu tipe sambungan yang banyak digunakan adalah sambungan tipe T, terutama dalam bidang perkapalan dan konstruksi struktur jembatan. Permasalahan utama proses pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa dan distorsi. Tegangan sisa dan distorsi merupakan fenomena yang terjadi pada material, yang apabila diabaikan dapat mengakibatkan material hasil proses pengelasan tersebut mengalami kegagalan pada saat beroperasi. Proses pengelasan tipe-T dilakukan pada spesimen Baja AISI 1045 dengan menggunakan variasi double dan single groove. Dimensi spesimen dengan ukuran panjang fillet, lebar flange, dan tinggi web adalah 300 x 200 x 100 mm. Tebal web adalah 15 mm. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yaitu ANSYS 8.0 yang berbasis metode elemen hingga. Pemodelan ini bertujuan untuk analisa distribusi temperatur dan distorsi. Dari hasil permodelan dan simulasi diketahui bahwa temperatur puncak pada double bevel (1896 K) lebih tinggi daripada single bevel (1858 K). Sedangkan hasil analisa distorsi didapatkan kecenderungan bahwa dengan bertambahnya jumlah layer maka distorsi yang terjadi juga meningkat.

Alt. Description

Metal Joining using welding usefull in manufactures and industries field. One of joining types common use is T-types joint, especially in shipyard and bridge construction. Commonly, main problem in welding process are residual stress and distortion. Residual stress and distortion is material phenomena, when it is neglected will caused material failure in operation. T-Joint welding process applied in AISI 1045 steel using double and single groove variation. Specimen dimension include fillet length, flange width, and web height are 300 x 200 x 100 mm. Web thickness are 15 mm. This simulation using ANSYS 8.0, Finite element method base software. These modeling objective is to analyze temperature distribution and distortions. Result of modeling and simulation known that peak temperature in double bevel (1896 K) higher than single bevel (1858 K). Mean while, from distortion analysis known that increasing the number of layers will increase distortion too

Contributor :

1. Dr. SUNGGING PINTOWANTORO, ST, MT

=========================================================

PENGARUH SCR BERBAHAN ZEOLITE ALAM MURNI DENGAN INJEKSI SOLAR DAN MINYAK TANAH TERHADAP PARTICULATE MATTER GAS BUANG MAIN ENGINE

THE INFLUENCE OF SCR USING OF NATURAL ZEOLITE WITH SOLAR AND GASOLINE INJECTION TO PARTICULATE MATTER OF THE MAIN ENGINE EXHAUST GAS

Created by :
Susilo, Prasetyo Eko ( )

Subject: kapal — mesin
Keyword: Teknologi after treatment
SCR
reagent
zeolite clay
solar dan minyak tanah
particulate matter

[ Description ]

Perkembangan motor penggerak kapal modern yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar selalu kontradiktif dengan penurunan emisi gas buang. Dimana ketika efisiensi motor ditingkatkan maka emisi juga ikut meningkat. Maka penggunaan teknologi after treatment banyak digunakan karena resiko penurunan performance motor dapat dihindari. Penggunaan Selective Catalytic Reduction (SCR) sebagai after treatment semakin banyak digunakan seiring dengan adanya regulasi baru batas polusi udara EPA 1999 yang diharuskan dimulai pada 2004 dan Annex VI Marpol 73/78. Yang akan diuji dan dianalisa lebih lanjut dalam penelitian ini adalah penggunaan solar sebagai reduction reagent yang akan diinjeksikan pada reactor berbahan zeolith alam murni sebagai katalis. Pada penelitian terdahulu digunakan urea sebagai reagent memerlukan tangki khusus sebagai penampang urea, hal ini dianggap kurang efektif dalam dunia perkapalan karena memerlukan biaya tambahan dan menambah rumit kamar mesin. Sebagai pembanding digunakan juga minyak tanah sebagai reagent. Pada penelitian ini dianalisa seberapa besar pengaruh penggunaan solar dan minyak tanah pada katalis SCR zeolite clay terhadap emisi dari particulate matter yang berbahaya terhadap kesehatan manusia dan kualitas udara sekitar.

Alt. Description

The modern technology of marine engines are aim to reduce fuel consumption and exhaust gas emission. Therefore engine’s efficiency will be increasing so its emission. So, technology of the after treatment application are growing up to minimalize the decreasing of the engine performance. The application of Selective Catalytic Reduction (SCR) as a after treatment unit is growing fast in order to fulfill new regulation of air pollution EPA 1999 started at 2004 and Annex VI Marpol 73/78. This study is test and analize of solar as reduction reagent that be injected in pure zeolite material reactor as catalyst. In the last experience urea as reagent need a special dozing tank, its not effective in marine industry because of the high cost and so difficult to positioning it in the engine room. Gasoline as other reduction reagent is to be compared. In this study the influence of solar and Gasoline to SCR zeolite clay are analyze in order to minimalize air emission that dangerous for human and its environmental.

Contributor :

1. Ir. Agoes Santoso, M.Sc, M.Phil

=========================================================

STUDI EVALUASI DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PENUNJANG DOK DAN GALANGAN KAPAL DI TEGAL DITINJAU DARI ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS

Created by :
Pramono, R.Djati ( )

Subject: Galangan kapal
Keyword: Industri penunjang
komponen galangan

[ Description ]

Proses produksi kapal merupakan proses produksi yang komplek, unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Proses pembangunan kapal ialah dengan sistem berbasis perakitan, dimana banyak sekali komponen-komponen yang dibutuhkan dan satu sama lain saling menunjang seperti pelat, mesin, pipa, alat pengelasan dan perlengkapan lainnya. Oleh karena pengadaan material pada suatu galangan harus terencana dengan baik dan efisien sehingga dalam pengerjaan tidak terjadi keterlambatan waktu. Industri penunjang sangat berperan penting dalam proses pengadaan barang tersebut. Studi ini berisi tentang perhitungan kebutuhan galangan kapal di Tegal dan kemampuan industri penunjangnya untuk memenuhi kebutuhan komponen galangan, dan untuk melakukan pengembangan baik dengan menambahkan kapasitas produk yang sudah ada maupun dengan membuat produk baru. Dengan pengembangan industri penunjang ini diharapkan dapat mengeliminir hambatan-hambatan bagi pengembangan industri perkapalan. Hasil dari studi ini didapatkan bahwa kebutuhan komponen yang selama ini diproduksi industri penunjang masih mampu memenuhi kebutuhan galangan kapal sehingga pengembangan yang dilakukan adalah dengan menambah jenis produk baru seperti Zinc Anode yang belum diproduksi di Tegal. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp. 94.700.000,- dengan pendapatan bersih pertahun sebesar Rp. 20.814.450,- dan biaya investasi dapat kembali setelah tahun ke-7.

Alt. Description

The ship production process is a complex process, unique and it has distinctive characteristic. The ship building process is an assembling based process, because there are so many necessary component parts needed and supported each other such as plates, machineries, pipes, welding tools and other equipments. Hence the material availability in a shipyard must be planned well and efficiently in order to prevent time delay. The support industries have a very important role in such material supply process. This study concerns on calculating the needs of a shipyard in Tegal and the capability of support industries in meeting the needs of shipyard component parts and developing either by upgrading product capacity or making new product. It is hoped that by developing support industries, all obstacles in developing ship industry could be eliminated. The result of this study shows that the necessary components are produced all along by the support industry still capable in supplying the shipyard demands therefore the significant development is to add new type of product such as Zinc Anode that have not yet been produced in Tegal. The investment cost needed is Rp. 94.700.000,- with the yearly annual net income of Rp. 20.814.450,- and the investment cost is returnable by the seventh year.

Contributor :

1. Ir. Heri Supomo MSc.

=========================================================

MINIMALISASI BIAYA PEMAMPATAN PENYELESAIAN PROYEK BERDASAR ANALISA BIAYA DAN WAKTU (PROJECT CRASHING) UNTUK PERBAIKAN KAPAL NUSA PENIDA DI PT. DPS (PERSERO)

MINIMIZE COST TO REDUCE TIME DURATION PROJECT BASE ON COST AND TIME ANALYSIS (PROJECT CRASHING) TO THE PROJECT OF EPAIRING NUSA PENIDA SHIP AT PT. DPS (PERSERO)

Created by :
Irawati ( )

Subject: Project Management
Alt. Subject : Project Management
Keyword: Project crashing
normal and crash time
normal and crash cost
integer programming

[ Description ]

PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) adalah badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang pembuatan, perawatan, dan perbaikan kapal. Dengan kondisi persaingan bisnis saat ini maka diperlukan peningkatan kualitas, biaya yang bersaing dan delivery on time. Untuk mencapai tersebut diperlukan adanya perencanaan dan pengalokasian sumber daya dan waktu dengan sebaik-baiknya. Tiap bulannya, perusahaan mempunyai lebih dari 14 proyek perbaikan kapal, dan semuanya menginginkan untuk selesai tepat waktu. Oleh karena itu perusahaan harus mampu mengalokasikan waktu secara tepat agar proyek selesai sesuai dengan target yang ditentukan dan perusahaan dapat segera memulai proyek selanjutnya mengingat keterlambatan satu proyek akan menyebabkan keterlambatan pada proyek-proyek yang lain. Pada penelitian ini dicoba untuk melakukan percepatan durasi proyek dengan memampatkan waktu satu atau lebih aktifitas kritis proyek ke waktu yang kurang dari waktu normal dengan kompensasi terjadinya peningkatan biaya proyek. Project Crashing Method ini dilakukan dengan membuat persamaan matematis menggunakan Integer Programming sedangkan penyelesaiannya menggunakan software komputer. Setelah dilakukan pemampatan waktu kerja diperoleh hasil bahwa waktu penyelesaian proyek dapat dimampatkan dari 169,25 jam menjadi beberapa waktu kerja yang diinginkan yaitu 87, 100, 110, 120, 130 dan 140 jam dengan peningkatan biaya yang berbeda pula yaitu Rp 552.000, Rp 411.000, Rp 334.200, Rp 263.800, Rp 198.200 dan Rp 132.600.

Alt. Description

PT. DPS (Persero) is a BUMN, which concern in production and maintenance of ship. With nowadays business competition, we need quality improvement, competitive cost and delivery on time. To achieve it, the company requires planning and allocating the resources and time. The company has more than fourteen ships maintenance project every month and all of them want to deliver on time. Because of that, the company must able to allocate time precisely, thus the project finish right on schedule and the company can start next project soon, because if one project is late, the others project will be late too. On this research we try to accelerate the project duration by crashing time of one or more critical project activities. Thus, the time duration will be lower than the normal time duration with increasing project cost compensation. The project crashing method is conducted by making mathematical equations that use integer-programming method; to accomplish it we use computer software. After we conduct crashing time, the result that the time project duration can crash from 169.25 hours to some desired time duration that are 87, 100, 110, 120, 130 and 140 hours with different increasing cost compensation that are Rp 552,000, Rp 411,000, Rp 334,200, Rp 263,800, Rp 198,200 and Rp 132,600.

Contributor :

1. Dr. Ir. Abdullah Shahab, MSc.

=========================================================

ANALISA TEGANGAN SISA DAN DISTORSI PADA PENGELASAN FILLET T-JOINT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALYSIS OF RESIDUAL STRESSES AND DISTORTIONS ON T-JOINT FILLET WELDING USING FINITE ELEMENT METHOD

Created by :
Putra, Yudhistira Perdana ( )

Subject: Las
Alt. Subject : Welding
Keyword: Distribusi temperatur
tegangan sisa
distorsi
GTAW
metode elemen hingga

[ Description ]

Pengelasan fillet tipe-T banyak digunakan dalam dunia industri perkapalan, struktur jembatan, dan industri – industri yang lain. Permasalahan utama proses pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa dan distorsi. Tegangan sisa dan distorsi merupakan fenomena yang terjadi pada material, apabila diabaikan dapat mengakibatkan material hasil proses pengelasan tersebut mengalami kegagalan pada saat beroperasi. Proses pengelasan fillet tipe-T dilakukan pada spesimen dengan ukuran panjang fillet, lebar flange, dan tinggi web adalah 500 x 200 x 100 mm. Tebal web adalah 10 mm. Sedangkan tebal flange divariasikan yaitu 10 dan 16 mm. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yaitu ANSYS 8.0 berdasarkan metode elemen hingga model 3 dimensi. Kajian ini dititik beratkan pada perhitungan tegangan sisa dan distorsi. Tegangan sisa dihitung berdasarkan iterasi regangan yang timbul akibat distribusi temperatur selama pendinginan dari temperatur pengelasan menuju temperatur ruang. Dari hasil permodelan dan simulasi diketahui bahwa distribusi tegangan menunjukkan distribusi tegangan terbesar terjadi pada daerah weld metal. Dari hasil analisa didapatkan bahwa dengan meningkatnya tebal pelat (flange) maka tegangan yang terjadi juga meningkat akan tetapi distorsi yang terjadi menjadi lebih kecil. Tegangan sisa longitudinal pada lasan cenderung lebih besar dibandingkan dengan tegangan sisa transversal.

Alt. Description

T-joint fillet welding is used widely in ship building industry, bridge structures, etc. Main problem in welding process is appearing of residual stresses and distortions. Residual stress and distortion are phenomena in material while welding processing. If it is neglected, it will cause failure in its operation. T-joint fillet welding process is done in specimen with dimension of fillet length, flange’s width, and web’s height are 500 x 200 x100 mm. And web thicness is 10 mm. Whereas flange thickness is variated in 10 and 16 mm. This simullation using ANSYS 8.0 based on finite element method with 3-D modelling. This modelling is subjected in calculation of residual stresses and distortions. Residual stress’s calculated based on its temperature distribution during cooling process from welding temperature to room temperature. From the result of modelling and simulation, it is known that stress distribution shows the maximum stress distribution occur in weld metal zone. From the analysis result, it’s found that increasing flange thickness will increase stress but distortion will decrease. The longitudinal residual stress in welding product is bigger than transversal residual stress.

Contributor :

1. DR. Sungging Pintowantoro, ST, MT

=========================================================

ANALISA TEGANGAN SISA DAN DISTORSI PADA PENGELASAN FILLET T-JOINT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

ANALYSIS OF RESIDUAL STRESSES AND DISTORTIONS ON T-JOINT FILLET WELDING USING FINITE ELEMENT METHOD

Created by :
Putra, Yudhistira Perdana ( )

Subject: Las
Alt. Subject : Welding
Keyword: Distribusi temperatur
tegangan sisa
distorsi
GTAW
metode elemen hingga

[ Description ]

Pengelasan fillet tipe-T banyak digunakan dalam dunia industri perkapalan, struktur jembatan, dan industri – industri yang lain. Permasalahan utama proses pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa dan distorsi. Tegangan sisa dan distorsi merupakan fenomena yang terjadi pada material, apabila diabaikan dapat mengakibatkan material hasil proses pengelasan tersebut mengalami kegagalan pada saat beroperasi. Proses pengelasan fillet tipe-T dilakukan pada spesimen dengan ukuran panjang fillet, lebar flange, dan tinggi web adalah 500 x 200 x 100 mm. Tebal web adalah 10 mm. Sedangkan tebal flange divariasikan yaitu 10 dan 16 mm. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak yaitu ANSYS 8.0 berdasarkan metode elemen hingga model 3 dimensi. Kajian ini dititik beratkan pada perhitungan tegangan sisa dan distorsi. Tegangan sisa dihitung berdasarkan iterasi regangan yang timbul akibat distribusi temperatur selama pendinginan dari temperatur pengelasan menuju temperatur ruang. Dari hasil permodelan dan simulasi diketahui bahwa distribusi tegangan menunjukkan distribusi tegangan terbesar terjadi pada daerah weld metal. Dari hasil analisa didapatkan bahwa dengan meningkatnya tebal pelat (flange) maka tegangan yang terjadi juga meningkat akan tetapi distorsi yang terjadi menjadi lebih kecil. Tegangan sisa longitudinal pada lasan cenderung lebih besar dibandingkan dengan tegangan sisa transversal.

Alt. Description

T-joint fillet welding is used widely in ship building industry, bridge structures, etc. Main problem in welding process is appearing of residual stresses and distortions. Residual stress and distortion are phenomena in material while welding processing. If it is neglected, it will cause failure in its operation. T-joint fillet welding process is done in specimen with dimension of fillet length, flange’s width, and web’s height are 500 x 200 x100 mm. And web thicness is 10 mm. Whereas flange thickness is variated in 10 and 16 mm. This simullation using ANSYS 8.0 based on finite element method with 3-D modelling. This modelling is subjected in calculation of residual stresses and distortions. Residual stress’s calculated based on its temperature distribution during cooling process from welding temperature to room temperature. From the result of modelling and simulation, it is known that stress distribution shows the maximum stress distribution occur in weld metal zone. From the analysis result, it’s found that increasing flange thickness will increase stress but distortion will decrease. The longitudinal residual stress in welding product is bigger than transversal residual stress.

Contributor :

1. DR. Sungging Pintowantoro, ST, MT

=========================================================

Copyright @2008 by ITS Library.

reposted by : ahlifikir

About these ads

About ahmadi muslim

I NEED YOUR TALLENT AND YOUR ACTIVE
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s